Tahapan Proses Pembentukan Urine

By | March 6, 2018

Cairan sisa metabolisme yang dihasilkan ginjal adalah urine. Sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui uretra, atau yang sering kita sebut sebagai buang air kecil, urine mengalami proses pembentukan urine. Tahapan proses pembentukan tersebut terdiri dari tiga proses tahapan yaitu filtrasi, reabsorsi, dan augmentasi.

Aliran urine

Meskipun terkesan kotor, namun sebenarnya urine menjadi bagian yang penting dari proses metabolisme. Zat zat terkandung dalam urine adalah racun atau obat-obatan yang tidak diperlukan oleh tubuh. Dengan demikian, tubuh menjadi tidak keracunan zat-zat yang tidak diperlukan tersebut.

Dalam keadaan normal, komposisi penyusun urine adalah 96% air, 2% urea, dan 2% hasil metabolisme lainnya. Hasil metabolik lainnya berupa zat warna empedu (penyebab warna kuning pada urine), serta kelebihan vitamin, seperti vitamin B1 dan C.

Warna urine untuk orang yang sehat adalah bening. Jika seseorang mengalami dehidrasi atau ada bagian tubuh yang terlibat dalam proses pembentukan urine mengalami masalah maka warna urine akan berubah menjadi keruh.

Sobat idschool dapat menandai, apakah tubuh sedang dalam keadaan dehidrasi atau tidak dari urine yang dikeluarkan. Perhatikan skala warna urine yang diberikan di bawah.

Skala Warna Urine

Sesuai dengan judul yang diberikan di awal, halaman ini akan membahas tahapan proses pembentukan urine. Ulasan pengantar di atas hanya sebagai tambahan saja.

Baiklah, mari simak pembahasan proses pembentukan urine.

Proses Pembentukan Urine

Organ tubuh yang berperan penting dalam proses pembentukan urine adalah ginjal, terutama pada bagian nefron. Fungsi utama nefron yaitu sebagai tempat proses terjadinya filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi. Perhatikan gambar ginjal yang dilengkapi dengan nama-nama di setiap bagiannya, terutama perhatikan bagian nefron, karena disanalah proses pembentukan urine terjadi.

bagian-bagian ginjal

Bagian ginjal tidak hanya tersusun atas satu nefron, tapi banyak neforn. Dengan kata lain, proses pembentukan urine tidak hanya terjadi di satu tempat, namun terjadi di setiap nefron yang terdapat pada ginjal. Jika satu bagian nefron diperbesar, strukturnya akan terlihat seperti gambar di bawah.

proses pembentukan urine

Untuk lebih mengenal dan memahami proses pembentukan urine, mari simak penjelasan tiga tahapan proses pembentukan urine yang diberikan seperti berikut ini.

Proses Filtrasi (Penyaringan)

Proses pembentukan urine diawali dengan filtrasi atau penyaringan darah. Proses yang terjadi adalah penyaringan zat-zat sisa metabolisme yang harus dibuang tubuh seperti urea, Cl, dan H_{2}O (air).

Hasil proses filtrasi berupa urine primer (filtrat glomerulus) yang terdiri atas air, glukosa, garam serta urea. Proses filtrasi ini menghasilkan urine yang masih mengandung zat zat yang berguna seperti glukosa, garam, dan asam amino. Komposisi yang dihasilkan pada tahap filtrasi hanya mengandung 1% bagian dari volume urine, sedangkan 99% komposisi lainnya akan diserap kembali.

Tahapan pada proses filtrasi terjadi di glomerulus. Darah dari aorta masuk ke ginjal melalui arteri ginjal, kemudian menuju ke badan Malpighi. Hasil dari proses filtrasi akan disimpan sementara dalam Simpai Bowman. Selanjutnya, proses berlanjut ke tahapan reabsorsi.

Proses Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)

Reabsorbsi merupakan proses diserapnya kembali zat zat yang masih bermanfaat untuk tubuh. Proses reabsorbsi terjadi di tubulus proksimal. Zat-zat dari hasil filtrasi yang masih berguna untuk tubuh seperti glukosa, asam amino, dan garam akan diserap lagi oleh tubulus proksimal dan lengkung henle. Dari proses reabsorbsi ini didapatkan urine sekunder (filtrat tubulus). Ciri-ciri urine sekunder adalah memiliki kadar urea yang tinggi.

Proses Augmentasi (Pengeluaran Zat)

Urine sekunder dari hasil proses reabsorbsi akan menuju tubulus distal dan collecting ductus. Pada tubulus distal, zat sisa yang dikeluarkan berupa kreatinin, H^{+}, K^{+}, NH_{3}. Tujuan dari pengeluaran H^{+} adalah untuk menjaga pH dalam darah.

Proses ini mengandung sedikit air dan menghasilkan urine sesungguhnya. Komposisi penyusun urine sesungguhnya adalah urea, amonia, sisa-sisa metabolisme protein, dan zat racun di dalam darah seperti sisa sisa obat-obatan hormon, garam mineral, dan sebagainya. Urine yang sesungguhnya kemudian menuju ductud collecting dan akan bermuara ke rongga ginjal.

Dari rongga ginjal, urine sesungguhnya akan melalui ureter untuk menuju kandung kemih (vesika urinaria). Urine akan ditampung di kandung kemih hingga akhirnya akan dikeluarkan melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.

 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Urine

Proses pembentukan urine akan selalu melalui tahapan yang sama. Namu, urine yang dihasilkan tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi produksi urine. Faktor faktor yang mempengaruhi produksi urine adalah sebagai berikut.

  1. ADH (Antidiuretik Hormon)

    Antidiuretik Hormon atau yang sering disingkat dengan ADH adalah hormon yang mempermudah penyerapan air dari tubulus distal ke duktus collecting. Hormon ADH ini berperan dalam menjaga keseimbangan konsentrasi air dalam tubuh.

    Jika konsentrasi air menurun, ADH akan dialirkan bersama darah yang mengakibatkan permeabilitas pembuluh darah meningkat. Sehingga, air diserap kembali dan menyebabkan urine terbentuk lebih sedikit. Sebaliknya, apabila konsentrasi air dalam darah lebih tinggi, ADH akan menurun dan menyebabkan penyerapan air di pembuluh distal berkurang. Sehingga, urine menjadi lebih banyak dan encer.

  2.  

  3. Jumlah air yang diminum

    Konsumsi air yang banyak akan membuat darah mengandung lebih banyak air. Banyaknya air dalam darah, membuat tekanan koloid lebih kecil sehingga proses penyerapan tidak berjalan maksimal. Sehingga, intensitas untuk buang air kecil akan lebih sering.

  4.  

  5. Jumlah konsentrasi hormon insulin

    Hormon insulin berperan dalam mengontrol kadar glukosa pada tubuh. Glukosa yang tinggi akan membuat vikositas darah menjadi lebih kental sehingga lebih sulit diserap. Kadar gula yang tinggi ini akan mengganggu proses penyerapan kembali pada tubulus distal sehingga menyebabkan sering buang air kecil.

Sekian pembahasan mengenai proses pembentukan urine dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi urine. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Ciri-ciri Makhluk Hidup