Virus: Struktur, Sifat-sifat, dan Senyawa Penyusun Virus

By | April 28, 2018

Virus termasuk ke dalam organisme mikro, benda dengan ukuruan sangat kecil. Rata-rata, virus memiliki ukuran milimikron. Untuk melihat virus hanya dapat menggunakan mikroskop elektron. Mikroskop cahya yang sering digunakan di sekolah tidak dapat digunakan untuk melihat virus. Pada ulasan materi di sini akan dibahas tentang virus yang meliputi struktur virus, sifat-sifat virus, dan senyawa penyusun virus.

Meskipun virus berukuran sangat kecil, namun virus dapat menjadi ancaman kesehatan untuk suatu individu. Penyakit yang cukup sering dialami kebanyakan individu adalah flu, pilek. Penyakit ini adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan virus.

Metode Ilmiah

Virus membutuhkan individu lain untuk berkembang. Virus tidak dapat hidup tanpa parasit di individu lain. Oleh karenanya, keberadaaan virus masih diperdebatkan sebagai organisme hidup atau tidak.

Berikutnya, pembahasan tentang virus: struktur, sifat-sifat, dan senyawa penyusun virus akan dimulai dengan ulasa struktur virus. Simak ulasan materinya di bawah.

 

Struktur Virus

Ulasan materi tentang struktur virus membahas komponen-komponen penyusun virus. Bagian-bagian virus cukup sederhana untuk diurai. Strukturnya hanya melipuri kepala dan ekor. Di dalam kepala virus terdapat DNA/RNA, yang berperan sebagai material genetik. Sedangkan pada ekor tersusun atas selubung ekor dan serabut ekor. Serabut ekor berpesan sebagai penerima rangsang (reseptor). Selubung ekor berfungsi untuk menginfeksi dan menghancurkan lapisan kulit bakteri atau sel supaya bisa memasukkan RNA/DNA kepada sel inang untuk berkembangbiak.

Gambar virus dan strukturnya dapat dilihat pada gambar di bawah.

struktur virus

Daftar dibawah menunjukkan struktur penyusun virus dan keteranga beserta fungsinya.

  1. Kepala Virus: bentuk berupa persegi delapan yang didalamnya terdapat
    materi genetik (asam nukleat) virus (DNA/RNA).
  2. Ekor Virus: merupakan selubung memanjang (tubus), berfungsi sebagai alat penginfeksi
  3. Serabut Ekor: merupakan serabut yang tumbuh dibagian ujung ekor,
    berfungsi sebagai penerima rangsang (reseptor).
  4. Selubung Ekor: berfungsi untuk menginfeksi dan menghancurkan lapisan kulit bakteri atau sel supaya bisa memasukkan RNA/DNA kepada sel inang untuk berkembangbiak.

 

Sifat-sifat Virus

Mamalia berkembang biak dengan cara vivipar (melahirkan). Bangsa Aves berkembangbiak dengan ovipar (bertelur). Seperti individu lainnya, virus juga memiliki sifat-sifat khusus. Setidaknya, ada 5 (lima) sifat virus yang menjadi ciri virus. Sifat-sifat virus tersebut dapat dilihat pada daftar di bawah.

  1. Hanya memiliki satu macam asam nukleat ADN/ARN dengan selubung protein.
  2. Ukuran virus sangat kecil, dalam ukuran milimikorn. Dengan ukuran tersebut, virus hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron.
  3. Virus tidak memiliki membran sel, sitoplasma, dan inti sel karena virus bukan termasuk sel.
  4. Virus tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan organisme hidup lain.
  5. Virus memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam dan hanya akan aktif pada organ/makhluk yang spesifik.

 

Senyawa Penyusun Virus

Virus terbagi menjadi dua jenis yaitu virus yang hanya memiliki asam nukleat berupa DNA saja, atau virus yang hanya memiliki RNA saja. Daftar di bawah merupakan senyawa penyusun virus:

senyawa penyusun virus

  1. Asam nukleat (ADN atau ARN)
  2. Karbohidrat
  3. Lemak dan Protein
  4. Logam-logam
  5. Substansi-substansi lain

Demikianlah tadi ulasan tentang virus yang meliputi struktur virus, sifat-sifat virus, dan senyawa penyusun virus. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Praktikum Biologi: Tekanan Osmosis pada Kentang