Rumus Kekuatan Lensa Cembung dan Cekung

By | September 27, 2017

Pada kesempatan kali ini, idschool(dot)net akan membahas rumus kekuatan lensa cembung dan cekung. Sebelumnya, akan disinggung sedikit mengenai bagian mata. Salah satu anggota bagian mata yang berperan penting dalam penglihatan adalah lensa mata. Lensa mata berguna untuk memfokuskan cahaya agar bayangan benda yang dilihat mata dapat jatuh tepat pada retina. Dengan demikian, seseorang dapat melihat suatu benda dengan baik.

Mata mampu melihat dengan baik jika lensa mata memiliki daya akomodasi yang baik. Daya akomodasi mata adalah kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis sehingga mampu memfokuskan cahaya. Bentuk lensa mata paling tipis terjadi saat mata sedang tidak berakomadasi. Penjelasan materi kali ini meliputi rumus menghitung daya akomodasi mata pada penderita rabun jauh (mipoi) dan rabun dekat (hipermetropi). Pembahasan mengenai rumus kekuatan lensa cembung dan cekung penting dipelajari dengat tujuan agar dapat menentukan kekuatan lensa yang tepat pada penderita miopi atau hipermetropi.

Seseorang yang memiliki daya akomodasi mata yang baik dapat melihat suatu benda dengan baik tanpa alat bantu apapun. Sedangkan seseorang dengan daya akomodasi lensa mata yang kurang baik membutuhkan alat bantu agar dapat melihat dengan baik. Alat bantu yang dapat digunakan dapat berupa kacamata atau softlens. Alat bantu untuk melihat biasanya berupa lensa. Lensa digunakan untuk membantu lensa mata memfokuskan cahaya.

Cacat mata dibedakan menjadi dua yaitu miopi dan hipermetropi. Miopi adalah cacat mata yang ditandai dengan ketidakmampuan mata melihat benda jauh (rabun jauh). Hipermetropi adalah cacat mata yang ditandai dengan ketidakmampuan mata melihat benda dekat (rabun dekat). Penjelasan lebih jauh tentang cacat mata miopi dan hipermetropi dapat dilihat pada penjelasan di bawah.

 

Miopi (Rabun Jauh)

Seorang penderita miopi tidak bisa melihat benda pada jarak jauh dengan baik. Dari mata seseorang yang mengalami miopi (rabun jauh), benda dengan jarak jauh akan terlihat kabur. Miopi atau rabun jauh disebabkan kurangnya kemampuan lensa mata untuk menipis sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Solusi bagi penderita miopi adalah menggunakan kacamata dengan lensa cekung (negatif). Penderita miopi biasanya dialami oleh orang yang biasa melihat dekat seperti pelajar, penjahit, dan lain sebagainya.

 
kacamata pada penderita rabun jauh atau miopi
 
Rumus menentukan besarnya kekuatan lensa cekung:

    \[ P = - \frac{100}{PR} \]

Keterangan:
P   = kekuatan lensa kacamata (D atau dioptri)
PR   = Punctum Remotum atau titik jauh mata (cm)
s_{n} = titik dekat mata normal (biasanya 25 cm)
 
Baca Juga: Lensa Cekung (pengertian, rumus, contoh soal, dan sifat bayangan pada lensa cekung).

 

Hipermetropi (Rabun Dekat)

Seorang penderita hipermetropi tidak bisa melihat benda pada jarak dekat dengan baik. Dari mata seseorang yang menderita hipermetropi (rabun dekat), benda pada jarak dekat akan terlihat kabur. Hipermetropi atau rabun dekat ditandai dengan kurangnya kemampuan lensa mata untuk menebal sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina. Solusi bagi penderita hipermetropi adalah menggunakan kacamata dengan lensa cembung (positif). Penderita hipermetropi biasanya dialami oleh orang yang biasa melihat jarak jauh seperti masinis, pilot, nahkoda, dan lain sebagainya.

 
kacamata pada penderita rabun dekat atau hipermetropi
 
Rumus untuk menentukan besarnya kekuatan lensa cembung:

    \[ P = \frac{100}{s_{n}} - \frac{100}{PP}  \]

Keterangan:
P     = kekuatan lensa kacamata (D atau Dioptri)
PP     = Punctum Proksimum atau titik dekat mata (cm)
s_{n}     = titik dekat mata normal (biasanya 25 cm)
 
Baca Juga: Lensa Cekung (pengertian, rumus, contoh soal, dan sifat bayangan pada lensa cekung).
 

Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1: Soal Cacat Mata Miopi
Perhatikan gambar pembentukan bayangan pada mata berikut!
 
Contoh soal cacat mata hipermetropi
 
Jenis cacat mata dan kacamata yang dapat menolong penderita cacat mata seperti gambar di atas adalah ….
A.     miopi, cekung
B.     miopi, cembung
C.     hipermetropi, cekung
D.     hipermetropi, cembung
 
Pembahasan:
Bayangan di depan retina: miopi (rabun jauh).
Penderita miopi dapat ditolong dengan kacamata cekung (negatif).
 
lensa cekung pada penderita miopi
 
Jawaban: D
 
 
Contoh 2: Soal Cacat Mata Hipermetropi
Seseorang dapat membaca dengan jelas pada jarak paling dekat 50 cm. Agar ia dapat membaca dengan jelas pada jarak 30 cm, kekuatan lensa kacamata yang diperlukan adalah ….

    \[ \textrm{A.}  \; \; \; \; \frac{1}{3} \; \textrm{dioptri} \]

    \[ \textrm{B.}  \; \; \; \; \frac{2}{3} \; \textrm{dioptri} \]

    \[ \textrm{C.}  \; \; \; \; \frac{3}{4} \; \textrm{dioptri} \]

    \[ \textrm{D.} \; \; \; \; \frac{4}{3} \; \textrm{dioptri} \]

 
Pembahasan:
Orang tersebut tidak dapat melihat dengan jelas pada jarak kurang dari 50 cm. Dia adalah penderita rabun dekat (hipermetropi) sehingga dapat ditolong menggunakan kacamata dengan lensa cembung.
Diketahui:

    \[ PP	\; = 50 \; cm \]

    \[ s_{n} \; = 30 \; cm \]

    \[ P \; = \; ? \]

 
Mencari kekuatan lensa cembung yang dibutuhkan:

    \[P = \frac{100}{s_{n}} - \frac{100}{PP} \]

    \[P = \frac{100}{30} - \frac{100}{50} \]

    \[P = \frac{10}{3} - 2 \]

    \[P = \frac{10}{3} - \frac{6}{3} \]

    \[P = \frac{10 - 6}{3} \]

    \[P = \frac{4}{3} \; \textrm{dioptri} \]

 
Jawaban: D
 
Sekian pembahasan mengenai rumus kekuatan lensa cembung dan cekung. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!