Mekanisme Pembekuan Darah dan Komposisi Darah

By | June 1, 2018

Mekanisme Pembekuan Darah – Meskipun terlihat sama, namun sebenarnya darah pada manusia digolongkan menjadi 4, yaitu golongan A, B, O, dan AB. Penggolangan ini berdasarkan kandungan aglitunogen (anti gen) pada sel darah merah dan aglutinin (antibodi) pada plasma darah. Antigen pada sel darah merah merupakan suatu bagian berupa glikoprotein atau glikolipid yang bersifat genetis, meliputi antigen A dan antigen B. Sedangkan aglutinin adalah antibodi yang bereaksi dengan antigen. Aglutinin terdapat pada permukaan sel darah merah dan terdirii dari dua jenis, yaitu aglutinin \alpha dan \beta.

Pengenalan aglutinin dan aglutinogen tersebut berguna untuk menghindari penggumpalan darah pada saat transfusi darah. Penggumapalan darah akan terjadi ketika kedua aglutinin bereaksi dengan antigen. Proses tersebut dinamakan aglutinasi (penggumpalan darah). Sehingga perlu dicermati kandungan aglitunogen pada sel darah merah dan aglutinin pada plasma darah. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan kandungan aglitunogen dan aglutinin bedasarkan golongan darah.

tabel golongan darah

Bertemunya aglutinin \beta dengan aglutinogen B akan mengakibatkan pembekuan darah. Sehingga, orang dengan golongan darah A tidak bisa mendonorkan darahnya untuk seseorang dengan golongan darah B. Begitu juga dengan sebaliknya. Seseorang dengan golongan darah O dapat mendonorkan darahnya ke semua golongan darah, disebut sebagai donor universal. Donor Universal yaitu golongan darah yang bisa memberikan sejumlah darahnya ke orang lain. Sedangkan orang dengan golongan darah AB dapat menerima donor dari semua golongan, disebut sebagai resipien universal. Resipien universal adalah golongan darah yang dapat menerima sejumlah darah dari golongan darah lain.

Apa peran darah jika tubuh mengalami luka?

lukak pada tangan

Apa yang terjadi saat sobat idschool terluka? Dalam beberapa waktu, luka yang terjadi pada diri sobat idschool akan mengering. Kemudian luka tersebut akan tertutup oleh benang-benang berwarna coklat kehitaman. Bentuk seperti benang inilah yang disebut dengan benang fibrin. Melalui halaman ini, sobat idschool akan mempelajari bagaimana proses luka dapat kering dan tertutup oleh lapisan berwarna cokelat kehitaman. Selain itu, akan diulas juga materi tentang komposisi darah yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Mari simak ulasan lebih lanjut tentang komposisi darah dan mekanisme pembekuan darah. Ulasan pertama yang akan diberikan adalah komposisi darah. Simak ulasannya pada uraian di bawah.

 

Komposisi Darah

Darah merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Darah dalam tubuh terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Komposisi susunan darah tersebut meliputi 55% plasma darah dan 45% sel-sel darah yang terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit.

Dalam plasma darah terbagi lagi atas 90% air dan 10% zat terlarut, meliputi protein, garam mineral, bahan organik, sisa metabolik, hormon, dan gas.

Berikut ini adalah gambar diagram komposisi darah.

komposisi darah

 
Plasma Darah

Plasma darah mengandung protein yang tersusun atas albumin, globulin, dan fibrinogen. Albumin mempunyai peran untuk menjaga tekanan osmotik darah. Globulin berfungsi sebagai antibody. Fibrinogen berperan dalam pembekuan darah. Mekanisme proses pembekuan darah akan dibahas berikutnya. Sebelumnya, akan diulas fungsi plasma dalam tubuh. Berikut ini adalah fungsinya.

Fungsi Plasma Darah:

  1. Mengedarkan sari makanan.
  2. Menjaga keseimbangan pH tubuh.
  3. Menjaga temperatur suhu tubuh.

 

Sel-Sel Darah

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang sel-sel darah dan kriteria masing-masing sel darah.

  1. Eritrosit (Sel darah merah)

    Eritrosit (sel darah merah) merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Rata-rata jumlah eritrosit dalam setiap satu milimeter adalah adalah 5 miliar. Bentuk eritrosit berupa bikonkaf, melengkung ke dalam. Berupa piringan dan pada bagian tengah berupa cekungan. Rata-rata panjang diameter eritrosit adalah 8 mikrometer, rata-rata tebal bagian luarnya adalah 2 mikrometer, dan rata-rata bagian tengahnya adalah 1 mikrometer. Pada eritrosit (sel darah merah), terdapat hemoglobin yang berperan dalam memberi warna merah pada darah. Gambar eritrosit dapat dilihat pada gambar di bawah.

    eritrosit

    Karakteristik Eritrosit:

    • Bentuk bikonkaf dan tidak berinti.
    • Terbentuk di sumsum tulang.
    • Umur sel 120 hari.
    • Jumlahnya 4 – 5 juta/mm^{3}.
    • Berfungsi mengangkut CO_{2} dan O_{2}.
  2.  

  3. Leukosit (Sel darah putih)

    Fungsi utama dari leukosit (sel darah putih) adalah membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi. Sehingga keberadaan leukosit sangat berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Jumlah leukosit di dalam tubuh dalam keadaan normal adalah 4 \times \; 10^{9} sampai dengan 11 \times \; 10^{9} sel darah putih untuk setiap satu liter darah.

    Dalam tubuh, sel darah putih mempunyai kemampuan fagositosis dan diapedesis. Fagositosis adalah kemampuan memakan benda asing bagi sel darah putih. Sedangkan diapedesis adalah kemampuan untuk menembus keluar pori-pori membran kapiler dan menuju ke jaringan.

    Sel darah putih terdiri atas dua jenis. Untuk jenis pertama adalah granulosit, meliputi basofil, eosinofil, dan neutrofil. Sedangkan sel darah putih tanpa granula meliputi monosit dan limfosit. Berikut ini adalah pengelompokan gambar sel darah putih berdasarkan jenisnya.

    leukosit

    Karakteristik Leukosit:

    • Bentuk tidak tetap dan berinti.
    • Terbentuk di sumsum tulang, limfa dan kelenjar getah bening.
    • Umur sel 12 hari.
    • Jumlahnya 6.000 – 9.000 /mm^{3}.
    • Berfungsi untuk membunuh kuman dan membentuk antibodi.
  4.  

  5. Trombosit (Keping darah)

    Trombosit atau yang sering disebut sebagai keping darah. Komponen darah inilah yang berperan dalam pembekuan darah jika ada bagian tubuh yang mengalami luka. Pada keadaan normal, tubuh mampu menghasilkan benang-benang fibrin yang akan menutup luka pada tubuh jika seseorang mengalami luka. Bentuk trombosit dapat dilihat seperti gambar di bawah.

    trombosit

    Karakteristik Trombosit:

    • Bentuk tidak teratur dan tidak berinti.
    • Terbentuk di sumsum tulang belakang.
    • Umur sel 6 – 9 hari.
    • Jumlahnya 200.000 – 400.000 untuk setiap mm^{3}.
    • Berperan pada pembekuan darah.
  6.  

    Mekanisme Pembekuan Darah

    Bagaimana tubuh memeberikan respon jika ada bagian tubuh yang mengalami luka? Respon yang diberikan pertama adalah pecahnya trombosit yang mempu menghasilkan trombokinase kemudian dihasilkan protombin. Dengan bantuan Ca^{2+} dan vitamin K akan membentuk trombin. Kemudian dibentuk fibrinogen yang akan menjadi benang-benang fibrin dan menutup luka.

    Alur mekanisme pembekuan darah dalam diagaram dapat dilihat melalui gambar di bawah.

    mekanisme pembekuan darah

    Demikianlah mekanisme pembekuan darah yang didahului dengan komposisi darah meliputi eritrosit, leukosit, dan trombosit. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

    Baca Juga: Sistem Peredaran Darah Manusia