Bioteknologi: Konvensional dan Modern

By | February 17, 2018

Bioteknologi adalah kegiatan teknologi yang memanfaatkan organisme (makhluk hidup) untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia. Terdapat dua jenis bioteknologi, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Ulasan materi yang akan dibahas meliputi pengertian bioteknologi modern, pengertian bioteknologi konvensional, karakteristik bioteknologi modern, karakteristik bioteknoli konvensional, dan dampak rekayasa genetikan yang merupakan hasil dari perkembangan bioteknologi.

Kata bioteknologi tersusun dari 2 kata yaitu bio dan teknologi. Kata bio memiliki arti hidu, sedangkan teknologi merupakan. Sehingga, pengertian bioteknologi dapat juga diartikan sebagai suatu ilmu terapan yang menggunakan atau memanfaatkan mahluk hidup sebagai komponen utama. Tujuan dari kegiatan bioteknologi adalah membuat produk baru, baik dalam bentuk barang maupun jasa, yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Hasil dari bioteknologi dapat dimanfatkan dalam berbagai bidang, seperti bidang pertanian, peternakan, kesehatan, industri, pertambangan, dan lain sebagainya.

Dalam bidang pertanian dan peternakan, bioteknologi dimanfaatkan untuk menciptakan bibit-bibit unggul yang dapat menghasilkan produk bermutu tinggi secara kualitas dan kuantitasnya

Dalam bidang kesehatan, bioteknologi dapat menghasilkan berbagai produk obat untuk suatu penyakit.

Bioteknologi dalam bidang industri dapat menghasilkan pemberantas hama secara biologis, tanaman tahan hama, dan masih banyak lagi.

Pembahasan selanjutnya akan diberikan lebih detail melalui uraian-uraian di bawah. Untuk ulasan pertama yang akan dibahas adalah pengertian bioteknologi konvensional, karakteristik bioteknologi konvensional, dan contoh kegiatan yang menggunakan bioteknologi konvensional.

 

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional sering disebut juga dengan bioteknologi tradisional. Pengertian bioteknologi konvensional dapat diartikan sebagai suatu penerapan bioteknologi menggunakan cara-cara dan peralatan sederhana. Biasanya, kegiatan bioteknologi konvensional hanya memanfaatkan organisme dalam proses fermentasi. Bioteknologi konvensional dilakukan saat ilmu pengetahuan masih belum berkembang pesat.

pengertian bioteknologi konvensional

Karakteristik Bioteknologi Konvensional:

  1. Memanfaatkan mikro organisme untuk menghasilkan produk baru dengan peralatan sederhana.
  2. Peralatan yang digunakan sangat sederhana.
  3. Biasanya hanya sebatas memanfaatkan mikro organisme dalam proses fermentasi.
  4. Teknik dan penerapan ilmu yang digunakan masih sangat tradisional.

Contoh kegiatan yang memanfaatkan bioteknologi konvensional:

  1. Pengunaan Aspergilus oryzae untuk membuat tauco.
  2. Pembuatan kecap menggunakan mikro organisme Aspergilus soyae.
  3. Pembuatan kecap dengan bantuan Rhizopus oligosporus.
  4. Pembuatan oncom dengan bantuan Monilia sitophilia.
  5. Pembuatan yoghurt menggunakan mikro organisme Streptococus thermophilus dan Lactobacillus vulgaris.

Pembahasan selanjutnya adalah pengertan bioteknologi modernn, karakteristik bioteknologi modern, dan contoh kegiatan yang memanfaatkan bioteknologi modern.

 

Bioteknologi Modern

Lain halnya dengan bioteknologi konvensional, bioteknologi modern menggunakan peralatan, teknologi, dan cara yang sangat canggih. Tidak semua orang bisa melakukan kegiatan bioteknologi modern. Selain menggunakan peralatan dan teknologi yang canggih, dibutuhkan keterampilan dan ilmu khusus untuk menjalankan jenis kegiatan bioteknologi ini.

pengertian bioteknologi modern

Karakteristik Bioteknologi Modern:

  1. Menggunakan teknik rekayasa genetik
  2. Mmembutuhkan keahlian khusus
  3. Menggunakan peralatan yang canggih

Contoh kegiatan bioteknologi modern adalah sebagai berikut.

  1. Kloning: metode reproduksi secara aseksual yang menggunakan sel tubuh.
  2. Kultur jaringan: memperbanyak tumbuhan dengan mengambil sel atau jaringan tumbuhan.
  3. Transgenic: menyisipkan gen untuk mendapat sifat baru.
  4. Hibridiasi: menyilangkan tanaman yang memiliki bibit unggul.

Kegiatan bioteknologi modern memanfaatkan rekayasa genetika untuk menciptakan produk baru. Meskipun banyak berperan dalam menghasilkan produk baru untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, namun bioteknologi modern juga mempunyai dampak negatif. Berikut ini adalah daftar dampak postif dan dampak negatif dari kegiatan rekayasa genetika dalam bioteknologi modern.

  1. Dampak positif:
    • Mampu menciptakan bibit unggul.
    • Meningkatkan kemakmuran manusia.
    • Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
  2.  

  3. Dampak negatif:
    • Merugikan sekelompok masyarakat yang masih bergantung pada produksi secara konvensional.
    • Mengganggu proses seleksi alam.

Sekian ulasan materi tentang pengertian bioteknologi modern, pengertian bioteknologi konvensional, karakteristik bioteknologi modern, dan karakteristik bioteknologi konvensional. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: 7 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan