Sekilas Tentang Test of English as a Foreign Language (TOEFL)

By | October 17, 2017

TOEFL merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Dalam ujian TOEFL, peserta diwajibkan menjawab 140 soal yang terbagi dalam 3 bagian, yaitu Listening, Structure & Written Expression, dan Reading. Tes TOEFL ditujukan untuk orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Umumnya, test ini digunakan bagi seseorang yang ingin melanjutkan studi untuk memenuhi syarat administrasi. Skor TOEFL juga dapat digunakan sebagai nilai plus jika akan melamar pekerjaan di suatu negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Skor TOEFL juga dapat menggambarkan kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris dapat diukur melalui ujian TOEFL yang dinyatakan dalam rentang skor tertentu.

TOEFL menjadi sangat populer dikalangan masyarakat kita karena pentingnya skor TOEFL. Banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, mesyaratkan mahasiswanya untuk memiliki skor TOEFL tertentu. Banyak penyelenggara TOEFL di Indonesia yang mengadakan ujian TOEFL dan mengeluarkan sertifikat beserta skor TOEFL. Biasanya, setiap perguruan tinggi juga memiliki institusi yang menangani masalah penyelenggaraan ujian TOEFL. Namun, sertifikatnya hanya diakui untuk kalangan dan kepentingan tertentu. Penyelenggara TOEFL yang pasti diakui dunia adalah Educational Testing Service (ETS). ETS adalah sebuah tim yang terjun dalam bidang pendidikan ahli, penelitian, dan pengembang ujian. Official website resmi ETS dapat dilihat di sini.

Logo ETS
 

Jenis Tes TOEFL

  1. Paper Based Test (PBT)

    Test resmi TOEFL ITP – PBT diselenggarakan oleh ETS. Media yang digunakan pada jenis ujian ini adalah kertas berupa lembar soal dan jawaban. Untuk menjawab soal yang diberikan, sobat idschool hanya perlu menghitamkan bulatan pada lembar jawaban yang disediakan. Sayangnya, skor test TOEFL ITP PBT tidak banyak diakui oleh institusi penyedia beasiswa dari luar negeri. Meskipun begitu, perusahaan besar dalam negeri, lembaga pemerintahan, atau BUMN masih mengakui skor dari jenis ujian ini.

    Materi yang diujikan dibagi dalam tiga bagian, yaitu

    1. Listening (Jumlah soal 50 terbagi dalam 3 jenis soal, yaitu Part A: Conversation, Part B: Longer Conversation, dan Part C: Talks)
    2. Structure & Written Expression (Jumlah soal 40: 15 soal structure dan 25 soal written expression)
    3. Reading (Jumlah soal 50: biasanya terdapat 5 bacaan teks dengan tema beragam dengan 8 – 12 soal untuk setiap bacaan.)

     
    Total waktu yang disediakan untuk mengerjakan 140 soal dalam ujian TOEFL ITP – PBT adalah 2 s.d 2,5 jam. Biaya melakukan tes TOEFL ITP PBT adalah Rp500.000,00 (Tahun 2017). Score terendah adalah 217, sedangkan score tertingginya adalah 677.

  2. Computer Based Test (CBT)

    Jenis TOEFL CBT merupakan jenis TOEFL yang mirip dengan PBT. Hanya saja, media yang digunakan adalah komputer (tidak lagi menggunakan komputer). Selain itu, terdapat sedikit perbedaan dalam materinya. Namun, tingkat kesulitan soalnya tidak begitu berbeda.

    Materi yang diujikan terbagi dalam tiga bagian, yaitu

    1. Listening dan Structure
    2. Reading
    3. Writing

    Keberadaan TOEFL CBT di negara Asia, termasuk Indonesia, tidak ada, sehingga tidak begitu dikenal oleh masyarakat. Score tertinggi dalam TOEFL CBT adalah 0 dan score tertingginya adalah 300. Durasi waktu yang diberikan untuk mengerjakan test adalah 2 – 2,5 jam.

  3. internastional Based Test (iBT)

    Jenis ujian TOEFL terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga ETS adalah TOEFL iBT. Berbeda dengan hasil dari TOEFL PBT dan TOEFL CBT, hasil dari ujian TOEFL iBT sudah diakui oleh beberapa lembaga dunia. Media yang digunakan dalam pelaksanaan ujian TOEFL iBT adalah komputer yang terhubung ke internet. Peserta tes langsung terhubung dengan ETS secara online dan menjawab soal-soal tes juga secara online.

    Materi yang diujikan terbagi dalam empat bagian, yaitu

    1. Reading (Waktu: 60 – 100 menit, Jumlah soal: 3 – 5 bacaan, 12 – 14 soal tiap bacaan)
    2. Listening (Waktu: 60 – 90 menit, Jumlah soal: terbagi dalam 6 – 9 bagian dengan 5 – 6 pertanyaan pada setiap bagainnya)
    3. Speaking (Waktu: 20 menit, Jumlah soal: 6)
    4. Writing (Waktu: 50 menit, Jumlah soal: 2)

    Score terendah dalam ujian TOEFL iBT adalah 0, sedangkan score tertingginya adalah 120. Dursi waktu tes adalah 4 jam dengan sekali waktu istirahat sekitar 10 menit (setelah sesi listening).

Semoga bermanfaat!