Contoh Soal Hereditas pada Manusia – SMA 2

Contoh Soal Hereditas pada Manusia – SMA 2 berisi kumpulan soal dengan materi hereditas pada manusia berdasarkan kisi – kisi UN Biologi SMA terbaru untuk level kognitif aplikasi. Materi hereditas pada manusia dalam kisi – kisi UN SMA/MA/Sederajat 2020 diberikan untuk level kognitif aplikasi. Soal dengan level kognitif aplikasi akan menguji kemampuan peserta ujian dalam menyelesaikan persoalan seputar penerapan materi hereditas pada manusia. Selanjutnya, simak kumpulan beberapa contoh soal hereditas pada manusia beserta pembahasannya yang sesuai dengan kisi – kisi UN Biologi SMA/MA terbaru untuk level kognitif aplikasi berikut.

Contoh 1 – Soal UN Biologi SMA Tahun 2019

2019: Orang yang tuli biasanya juga bisu. Hal ini dikarenakan sifat bisu tuli dikendalikan oleh gen D dan E secara bersamaan. Apabila salah satu gen tersebut tidak muncul, akan muncul sifat bisu tuli.

Seorang laki – laki bisu tuli (Ddee) menikah dengan wanita normal (DdEE) maka persentase fenotip kemungkinan anak – anak mereka bisu tuli adalah ….
A. 12,5%
B. 25%
C. 37,5%
D. 62,5%
E. 100%

Pembahasan:

Perhatikan persilangan seorang laki – laki bisu tuli (Ddee) menikah dengan wanita normal (DdEE) berikut.

Soal UN SMA IPA Biologi 2019 - Hereditas pada Manusia

Sehingga diperoleh perbandingan DDEe : DdEe : ddEe = 4 : 8 : 4 = 1 : 2 : 1.

Perbandingan sifat bisu tuli (ddEe) = 1

Persentase fenotip kemungkinan anak – anak mereka bisu tuli adalah

    \[ = \frac{1}{4} \times 100 \]

    \[ = \frac{100}{4} \]

    \[ = 25 \]

Jadi, persentase fenotip kemungkinan anak – anak mereka bisu tuli adalah 25%.

Jawaban: B

Contoh 2 – Soal UN Biologi SMA Tahun 2019

Berikut ini diagram pewarisan gen buta warna pada manusia:

Contoh Soal UN SMA IPA Biologi 2019 - Hereditas pada Manusia

Kasus yang pewarisannya sama dengan pola pewarisan gen di atas adalah ….
A. albino, dari gen resesif ayah dan ibunya
B. thalassemia, dari gen dominan ayah dan ibunya
C. bisu tuli, dari interaksi antara gen ayah dan ibunya
D. hipertrichosis, dari gen yang terpaut pada kromosom Y
E. hemofili, dari gen yang terpaut pada kromosom X

Pembahasan:

Buta warna merupakan kelainan yang terpaut pada kromosom X dan bersifat resesif.

Perhatikan beberapa kasus yang pewarisan berikut:

  • albino disebabkan oleh alel resesif autosomal bukan gen resesif ayah dan ibunya
  • thalasemia disebabkan oleh alel dominan autosomal bukan gen dominan ayah dan ibunya.
  • bisu tuli disebabkan oleh alel resesif autosomal bukan interaksi gen ayah dan ibunya.
  • hipertrichosis merupakan kelinan yang terpaut pada kromosom Y.
  • hemofili merupakan kelainan yang terpaut pada kromosom X. 

Jadi,kasus yang pewarisannya sama dengan pola pewarisan gen di atas adalah hemofili, dari gen yang terpaut pada kromosom X.

Jawaban: E

Contoh 3 – Soal UN Biologi SMA Tahun 2018

Pada populasi di Kota X diketahui 36% orang tidak dapat merasakan pahitnya kertas PTC. Gen T bertanggung jawab terhadap dapat merasakan pahitnya kertas PTC, sedangkan gen t tidak dapat merasakan pahitnya kertas PTC.

Berdasarkan data tersebut, frekuensi genotip Tt adalah ….
A. 0.48
B. 0.40
C. 0.24
D. 0.16
E. 0.04

Pembahasan:

Peta silsilah dengan gen tester atau non tester PTC, menunjukkan bahwa tersebut sifat dominan. Individu tester artinya dapat merasakan pahit dari kertas tester PTC sedangkan individu non tester tidak dapat merasakan pahit kertas PTC.

Diketahui:

  • Gen T bertanggung jawab terhadap dapat merasakan pahit kertas PTC
  • gen t tidak dapat merasakan pahitnya kertas PTC

Misalkan:

  • frekuensi gen T perasa = p
  • frekuensi gen t non perasa = q

Kondisi seperti yang diberikan pada soal termasuk dalam mutasi pada evolusi hukum Hardy – Weinberg yang menyatakan bahwa frekuensi alel dan gen dalam suatu populaso akan konstan dari generai ke generasi.

Persamaan: p + q = 1 → (p + q)2 = 1

Sehingga,

(p + q)2 = 1
p2 + 2pq + q2 = 1

Keterangan:

  • genotip TT : homozigot dominan, bisa merasakan pahit
  • genotip Tt: heterozigot, bisa merasakan pahit
  • genotip tt: homozigot resesif, tidak bisa merasakan pahit

Pada soal diketahui bahwa:

  • Genotip non perasa tt = 36% → p = 36%
  • Genotipe perasa TT dan Tt adalah 100% – 36% = 64% → p + 2pq =  64%

Mencari frekuensi genotipe non perasa (tt):

    \[ qq = 36 \% \]

    \[ q^{2} = 0,36 \]

    \[ q = \sqrt{0,36} \]

    \[ q = 0,6 \]

Mencari frekuensi genotipe perasa (TT):

p + q = 1
p = 1 – q
p = 1 – 0,6 = 0,4

Mencari frekuensi genotipe perasa (Tt), frekuensi genotip Tt adalah 2pq, sehingga

2pq = 2 × 0,6 × 0,4
2pq = 0,48

Jadi, berdasarkan data yang diberikan, frekuensi genotip Tt adalah 0,48.

Jawaban: A

Contoh 4 – Soal UN Biologi SMA Tahun 2016

Seorang pria dengan keterbelakangan mental karena menderita FKU (fenilketonuria) menikah dengan seorang wanita normal homozigot. Kemungkinan anak yang lahir dari pasangan tersebut adalah ….
A. semuanya normal
B. semuanya FKU
C. 50% normal dan 50% FKU
D. semua anak laki – laki FKU
E. semua anak wanita FKU

Pembahasan:

FKU (fenilketonuria) adalah kelainan genetika karena tubuh tidak mampu melakukan metabolisme fenilalanin. Akibatnya, fenilalanin tertimbun dalam darah dan dibuang bersama urine. Penderita fenilketonuria mengalami keterbelakangan mental dan ber-IQ rendah. Secara fisik penderita fenilketonuria bermata biru, berambut putih, dan kulitnya mirip albino. FKU merupakan penyakit menurun yang terpaut kromosom autosom.

Persilangan antara laki – laki FKU (ff) dengan wanita norma (FF) yang dapat terjadi adalah sebagai berikut.

Keterangan genotipe – fenotipe:

  • FF – Normal homozigot
  • Ff – Normal heterozigot
  • ff – FKU/Fenilketonuria

Jadi, kemungkinan anak yang lahir dari pasangan tersebut adalah semuanya normal.

Jawaban: A

Demikian kumpulan soal hereditas pada manusia berdasarkan kisi – kisi UN Biologi SMA/MA terbaru untuk level kognitif aplikasi. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: