Bahan dan Alat Membatik pada Kain Beserta Prosesnya

By | September 17, 2021

Bahan dan alat membatik pada kain terdiri dari canting, malam/lilin batik, kain mori, kompor, dan tempat untuk melelehkan malam. Kegiatan membatik adalah proses pembuatan motif atau ragam hias pada kain dengan perintangan. Hasil dari membatik adalah kain dengan pola atau motif yang dapat menambah keindahan dari kain. Kata membatik merupakan rangkaian kata dalam Bahasa Jawa yaitu mbat (melempar berkali-kali) dan tik (titik). Sehingga dapat dikatakan bahwa membatik adalah melempar titik secara berkali-kali sehingga membantuk suatu pola/motif.

Proses pembuatan membatik di atas kain meliputi tiga langkah. Langkah pertama dalam membatik di atas kain adalah menggambar pola dan menebalkannya dengan malam/lilin. Pola yang dihasilkan merupakan motif bentuk negatif yang disebut klise. Selanjutnya, langkah kedua adalah memberi warna pada kain. Langkah yang terakhir adalah membersihkan kain dari lilin. Bagian kain yang diberi lilin tidak akan ikut terwana sehingga diperoleh kain dengan suatu pola.

Proses Membatik

Apa saja bahan dan alat membatik di atas kain? Bagaimana proses yang dilakukan pada membatik di atas kain? Sobat idshchool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Aneka Motif Batik dari Indonesia

Bahan dan Alat Membatik pada Kain

Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam kegiatan membatik. Namun umumnya hanya perlu 2 bahan dan 4 alat yang menjadi utamanya. Bahan utama yang dibutuhkan dalam membatik di atas kain adalah malam/lilin/parafin dan pewarna. Sedangkan alat yang diperlukan untuk membatik di atas kain adalah kain, canting, kompor, dan wajan/wadah untuk melelehkan malam/lilin.

Alat Membatik pada Kain

sumber gambar: Astoetik Store dengan tambahan keterangan

Kompor dan wajan/wadah digunakan untuk melelehkan malam/lilin/parafin. Kain yang digunakan untuk membatik biasanya adalah kain mori, sutera, katun, dan blaco. Pola batik di atas kain digambarkan menggunakan canting.

Canting adalah alat untuk membanting yang terbuat dari tembaga. Canting memiliki tiga bagian yang meliputi nyamplung, cucuk, dan gagagang. Fungsi canting adalah sebagai alat tulis bersama malam yang telah dilelehkan. Lelehan malah diambil pada bagian nyamplung. Selanjutnya, lelehan malan di dalam nyamplung diratakan membentuk pola yang telah dibuat sebelumnya melalui cucuk. Alat membatik satu ini digunakan pada proses pembuatan batik tulis.

Tiga Bagian Canting

Selain itu, dalam proses membatik biasanya juga membutuhkan alat bantu seperti dingklik, bandul, taplak, meja kayu, dan gawangan. Berikut ini adalah daftar bahan dan alat untuk membatik di atas kain adalah sebagai berikut.

  • Canting: alat tulis pola batik
  • Malam/lilin: bahan alat tulis batik untuk menutupi permukaan kain yang tidak diwarna
  • Kain
  • Pewarna kain
  • Kompor minyak dan wadah/wajan untuk melelehkan malam/lilin
  • Dingklik: tempat duduk pendek
  • Bandul: pemberat
  • Taplak: kain untuk alas paha agar terhindar dari lelehan malam
  • Meja kayu
  • Gawangan: ragangan untuk menaruh batik yang sedang dipola

Gambar seseorang bersama kegunaan alat membatik di atas kain dapat dilihat seperti berikut.

Cara Membatik

Proses Membatik (sumber gambar: Wikpedia)

Baca Juga: Macam-Macam Pola Lantai Tari Tradisional dari Indonesia

Teknik dan Proses Membatik

Ada 4 teknik yang dapat digunakan untuk membatik yaitu teknik cangting tulis, celup ikat, cap/printing, dan colet.

1. Teknik Canting Tulis

Teknik canting tulis adalah teknik membatik dengan menggunakan alat yang disebut canting. Fungsi dari canting adalah untuk menorehkan cairan malam pada sebagian pola. Saat kain dimasukkan ke dalam larutan pewarna, bagian yang tertutup malam tidak terkena warna. Membatik dengan canting tulis disebut teknik membatik tradisional.

Proses pembuatan batik tulis:

  1. Memotong kain sesuai ukuran yang diinginkan
  2. Menggambar pola menggunakan pensil di atas kain
  3. Mencairkan lilin menggunakan wajan/wadah dan kompor kecil
  4. Menebalkan pola yang sudah digambar sebelumnya dengan malam/lilin batik yang sudah cair menggunakan canting
  5. Mencelupkan kain ke dalam pewarna
  6. Membersihkan lilin dengan mencelupkan air ke dalam pemanas
  7. Mencuci kain dengan air bersih kemudian mengeringkannya
  8. Kain batik sudah selesai dan siap digunakan

Orang jawa mempunyai istilah-istilah yang dilakukan dalam proses membatik. Istilah-istilah dalam membatik kain dengan teknik tulis dari pembuatan pola pertama sampai akhir adalah sebagai berikut.

  1. Nyungging: membuat pola di atas kertas
  2. Njaplak: memindahkan pola dari kertas ke kain
  3. Nglowong: melekatkan malam/lilin sesuai dengan pola yang telah dibuat sebelumnya
  4. Ngiseni: memberikan isian pada ornamen-ornamen tertentu seperti gambar bunga atau hewan
  5. Nyolet: memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas
  6. Mopok: menutup bagian yang telah dicolet dengan malam
  7. Nembok: menutup bagian latar belakang pola yang tidak perlu diwarnai
  8. Ngelir: pewarnaan kain secara menyeluruh dengan memasukkannya ke dalam pewarna alam atau kimia
  9. Nglorod: meluruhkan malam untuk pertama kali dengan merendamkannya di dalam air mendidih
  10. Ngrentesi: memberikan titik/cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis
  11. Nyumri: menutup bagian tertentu dengan malam
  12. Nglorod: meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukkan pada air mendidih kemudian dikeringkan

2. Teknik Printing/Cap

Teknik printing atau cap merupakan cara pembuatan motif batik menggunakan canting cap. Canting cap merupakan ke pingan logam atau pelat berisi gambar yang agak menonjol. Bagian yang menonjol inilah yang berguna menorehkan lilin/malam di atas kain.

Secara umum, teknik printing memiliki langkah yang sama dengan teknik batik tulis. Perbedaannya hanya terdapat pada cara menggambarkan polanya.

Berikut ini adalah proses membatik di atas kain dengan teknik printing/cap:

  1. Permukaan canting cap yang menonjol dicelupkan dalam cairan malam/lilin batik
  2. Canting cap dicapkan di atas kain sehingga terbentuk suatu motif yang disebut klise
  3. Memberikan pewarna pada kain
  4. Melarutkan/menghilangkan lilin di atas kain menggunakan air panas
  5. Membilas kain dean mengeringkannya

Dengan menggunakan canting cap, proses membuat pola menjadi lebih cepat. Sehingga, proses pembuatan batik dengan teknik printing menjadi lebih singkat.

3. Teknik Celup Ikat

Teknik celup ikat merupakan pembuatan motif pada kain dengan cara mengikat sebagian kain. Selanjutnya kain yang telah diikat kemudian dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Setelah diangkat dari larutan pewarna dan ikatan dibuka bagian yang diikat tidak terkena warna. Sehingga terbentuklah suatu pola atau motif pada kain.

4. Teknik Colet

Teknik colet biasa disebut juga dengan teknik lukis adalah cara mewarnai pola batik dengan cara mengoleskan cat/pewarna kain jenis tertentu. Cara pembuatan pola batik dengan teknik colet menggunkan alat khusus atau kuas.

Pada proses membatik dengan teknik colet, motif yang dihasilkan bukan berupa klise. Namun langsung berupa gambar motif di atas kain.

Demikianlah tadi ulasan alat untuk membatik di atas kain beserta teknik dan prosesnya. Terimakasih sudahmengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Keunikan Rumah Adat Betang Uluk Palin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.