Cara Kerja dan Fungsi Hormon Auksin pada Perkembangan Tumbuhan

By | August 30, 2021

Fungsi hormon auksin pada perkembangan tumbuhan berperan dalam pertumbuhan sel-sel tumbuhan. Auksin adalah hormon pada tumbuhan yang terletak pada jaringan meristem apikal (meristem ujung). Bagian tumbuhan yang terdapat jaringan meristem apikal adalah ujung-ujung tumbuhan seperti pucuk batang, daun, atau akar. Hormon auksin juga dapat dijumpai pada tunas, bunga, dan buah.

Hormon auksin pertama kali ditemukan oleh Frits Went melalui percobaannya pada ujung kecambah gandum Avena sativa. Dari percobaan Went tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa hormon auksin terakumulasi pada sisi batang yang tidak terkena cahaya. Aktivtas hormon auksin juga berkaitan dengan gerak tanaman akan menuju arah datangnya sinar (fototropisme). Sisi batang yang tidak mendapatkan cahaya akan lebih panjang dibanding bagian batang yang terkena cahaya karena aktivitas hormon auksin. Akibatnya terjadi pembengkokan batang tumbuhan menuju arah datang cahaya.

Fungsi Hormon Auksin

Hormon auksin diproduksi pada bagian-bagian ujung tumbuhan. Seperti pada meristem apikal tunas dan daun-daun muda yang merupakan tempat utama sintesis auksin. Hormon auksin juga diproduksi pada meristem akar dan biji/buah yangs edang berkembang. Hormon auksin tidak hanya berperan dalam pemanjangan tumbuh tumbuhan. Namun, hormon auksin pada perkembangan tumbuhan juga berperan dalam hal lain.

Apa saja fungsi hormon auksin pada perkembangan tumbuhan? Bagaimana cara kerja hormon auksin? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Peristiwa Etiolasi pada Perkecambahan – [Tumbuhan tumbuh terlalu tinggi, namun tidak sehat]

Fungsi Hormon Auksin

Tumbuhan bertambah tinggi karena adanya pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem (titik tumbuh). Selain itu, pertumbuhan pada tanaman terjadi karena terdapat pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel. Di mana, pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tumbuhan salah satunya dikarenakan terdapat hormon-hormon tumbuhan seperti hormon auksin.

Selain berperan dalam memembuat bagian tumbuhan menjadi lebih panjang, hormon auksin juga memiliki fungsi lain. Beberapa fungsi hormon auksin pada perkembangan tumbuhan adalah sebagai berikut:

  • Merangsang perpanjangan sel (elongasi sel) dengan melemahkan dinding sel
  • Mengatur pembentukan bunga/buah dan pemanjangan titik buah
  • Berperan dalam proses fototropisme dan geotropisme
  • Merangsang pembentukan akar lateral (akar samping) yang berguna untuk membentuk cabang-cabang akar.
  • Merangsang terjadinya proses diferensiasi yaitu proses pendewasaan sel pada tanaman.

Baca Juga: Macam-Macam Gerak pada Tumbuhan

Cara Kerja Hormon Auksin pada Pertumbuhan Tanaman

Hormon auksin pada perkembangan tumbuhan berfungsi sebagai untuk merangsang pemanjangan batang. Kerja hormon auksin memiliki sifat menghindari cahaya atau dapat rusak karena cahaya. Aktifitas hormon auksin akan maksimal saat tidak terkena cahaya.

Tumbuhan memiliki hormon auksin yang berperan untuk merangsang dominansi apikal yaitu pertumbuhan kuncup apikal yang sangat cepat. Kondisi tersebut akan menghambat pertumbuhan kuncup lateral yang ada di bawahnya. Kuncup apikal yang sedang tumbuh menghasilkan hormon auksin.

Di mana diketahui bahwa kerja dari hormon auksin sangat dipengaruhi oleh keberadaan cahaya. Keberadaan cahaya matahari dapat menghambat aktivitas hormon auksin.

Apabila sebagian kuncup apikal diarahkan pada cahaya matahari, akan terjadi pengangkutan auksin menuju bagian tumbuhan yang terlindung dari cahaya. Keberadaan hormon auksin pada bagian tumbuhan tersebut akan merangsang pertumbuhan sel-sel. Sehingga pada bagian tumbuhan yang tidak/sedikit mendapat cahaya matahari akan lebih panjang.

Di sisi lain, pada waktu yang sama terdapat bagian tumbuhan yang memiliki konsentrasi auksin rendah. Akibatnya, bagian tumbuhan akan membengkok menuju arah datangnya cahaya matahari. Gerak tumbuhan seperti ini disebut fototropisme yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi cahaya dan arah rangsang.

Cara Kerja Hormon Auksin

Secara ringkas, cara kerja hormon auksin diberikan seperti daftar berikut.

  1. Cahaya matahari mengenai salah satu sisi bagian tumbuhan.
  2. Auksin berpindah pada sisi tumbuhan yang lebih sedikit atau tidak terkena cahaya sehingga memiliki konsentrasi auksin yang tinggi.
  3. Bagian tumbuhan dengan konsentrasi auksin tinggi akan lebih cepat panjang.
  4. Bagian tumbuhan dengan konsentrasi auksin rendah akan lebih lambat untuk panjang.
  5. Terjadi pembekongkan bagian tumbuhan menuju arah datangnua sinar.

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Fungsi Hormon Aukisn

Auksin yang dibentuk pada ujung kecambah dipengaruhi oleh cahaya dan hormon ini berfungsi merangsang pembelahan dan pemanjangan sel-sel tumbuhan. Apabila disinari pada satu sisi saja, maka kecambah tersebut tumbuh ke arah datangnya cahaya. Hal ini disebabkan oleh ….
A. sifat pertumbuhan ujung tanaman
B. cahaya merangsang pembentukan hormon
C. hormon auksin terurai jika kena cahaya
D. tumbuhan peka terhadap cahaya
E. cahaya merangsang pertumbuhan

Pembahasan:

Pada kecambah yang sedang tumbuh terdapat hormon auksin yang bertanggung jawab pada pemanjangan sel-sel tumbuhan. Kerja hormon auksin dapat terganggu karena adanya cahaya matahari.

Cahaya yang mengenai satu bagian/sisi kecambah akan membuat penyebaran auksin menjadi tidak merata. Kondisi ini menyebabkan pemanjangan sel menjadi tidak sama pada setiap bagainnya, sehingga kecambah akan menekuk menuju arah datangnya cahaya.

Jawaban: C

Contoh 2 – Soal Fungsi Hormon Auksin

Contoh Soal Fungsi Hormon Auksin

Pembahasan:

Bagian tumbuhan yang paling banyak terdapat hormon auksin dapat dikenali dengan bagian tumbuhan yang menjadi lebih panjang. Gambar nomor 4 menunjukkan bahwa bagian tersebut lebih panjang dari bagian tumbuhan lainnya. Jadi, daerah yang paling banyak terdapat auksin adalah (4).

Jawaban: D

Contoh 3 – Soal Cara Kerja Hormon Auksin

Perhatikan gambar di bawah!

Contoh Soal Cara Kerja Hormon Auksin

Pernyataan yang tepat sesuai dengan gambar tersebut adalah ….
A) arah pertumbuhan tanaman A dan B berbeda karena intensitas cahaya tidak sama.
B) tanaman A tumbuh lambat, sedangkan tanaman B tumbuh cepat sehingga tanaman B membelok ke arah cahaya.
C) tanaman A tumbuh lurus karena sebaran auksin tidak merata, sedangkan tanaman B tumbuh lebih panjang karena kandungan auksin lebih tinggi.
D) cahaya mempercepat produksi auksiiin pada tanaman A, sedangkan cahaya menghambat produksi auksin pada tanaman B sehingga tumbuh membengkok.
E) tanaman A tumbuh lurus karena sebaran auksin merata, sedangkan tanaman B tumbuh ke arah cahaya karena auksin akan terurai jika terkena cahaya.

Pembahasan:

Bagian tumbuhan yang memiliki konsentrasi auksin merata akan tumbuh lurus karena aktivitas auksin adalah sama. Sedangkan bagian tumbuhan dengan aktivitas auksin lebih tinggi akan membuat bagian tumbuhan menjadi lebih cepat untuk panjang.

Sebaliknya, bagian tumbuhan dengan konsentrasi auksin rendah akan membuat bagian tumbuhan menjadi lebih lambat untuk panjang. Sehingga, perbedaan konsentrasi hormon auksin pada bagian tumbuhan akan membuat tumbuhan mengalami penekukkan. Arah menekuk akan menuju arah datangnya sinar matahari karena bagian yang lebih banyak terkena cahaya akan lebih lama untuk memanjang.

Jadi, pernyataan yang tepat sesuai dengan gambar tersebut adalah tanaman A tumbuh lurus karena sebaran auksin merata, sedangkan tanaman B tumbuh ke arah cahaya karena auksin akan terurai jika terkena cahaya.

Jawaban: E

Contoh 4 – Soal Fungsi Hormon Auksin

Perhatikan grafik hasil percobaan pertumbuhan kecambah di tempat gelap, teduh, dan terang di bawah!

Conoth Soal Peran Hormon Auksin

Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa X dan Z secara berurutan merupakan kecambah di tempat ….
A. terang dan gelap
B. gelap dan terang
C. terang dan teduh
D. gelap dan teduh
E. teduh dan terang

Pembahasan:

Horman auksin lebih aktif pada kondisi gelap sehingga akan membuat batang tanaman tumbuh dengan cepat panjang. Sebaliknya, hormon auksin menjadi kurang aktif pada kondisi terang sehingga membuat tumbuhan lebih lama untuk menjadi panjang.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa X dan Z secara berurutan merupakan kecambah di tempat gelap dan terang.

Jawaban: B

Demikianlah tadi ulasan fungsi hormon auksin pada perkembangan tumbuhan. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Uji Fotosintesis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.