Fenomena Alam yang Menjadi Bukti Teori Apungan Benua oleh A. L. Wegener

By | May 26, 2021

Salah satu konsep yang menjelaskan bagaimana proses terbentuknya benua di Bumi adalah Teori Apungan Benua atau Continental Drift Theory. Tokoh yang pertama kali menerangkan teori ini adalah Alfred Lothar Wegener, seorang ahli meteorologi dan geofisika dari Jerman. Teori apungan benua menjelaskan benua di bumi menyerupai batu apung yang bergerak seiring dengan pergerakan lempeng di bagian bawah kulit bumi. Benua yang terbentuk dari sial akan terapung di benua yang terbentuk dari sima karena perbedaan berat jenisnya. Konsep teori disampaikan dengan penjelasan melalui beberapa fenomena alam yang dapat memperkuat dan menjadi bukti teori apungan benua.

Hipotesis utama dari teori apungan benua menyatakan bahwa bumi berasal dari satu benua raksasa yang disebut Pangea (semua daratan) yang dikelilingi oleh Panthalassa (semua lautan). Kemudian setelah ratusan juta tahun, Pangea pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil karena adanya pergerakan hingga menuju ke tempatnya seperti saat ini. Pertama, Pangea pecah menjadi dua benua yang ukurannya lebih kecil yaitu Laurasia (bagian utara equator) dan Gondwana (bagian selatan equator). Selanjutnya Laurasia akan pecah menjadi Benua Eropa, Amerika bagian utara, dan Asia bagian utara. Sedangkan Gondwana merupakan cikal bakal menjadi Benua Afrika, Australia, Amerika bagian selatan, dan sebagian Asia lainnya (bagian selatan).

Bukti Teori Apungan Benua

Konsep teori apungan bumi diperkuat melalui fenomena yang terjadi di permukaan bumi. Apa saja bukti-bukti yang mendukung kebenaran dari teori apungan benua? Apa saja contoh fenomena alam di Bumi yang merupakan bukti dari konsep teori apungan benua? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Karakteristik Setiap Lapisan Atmosfer Bumi

1. Kecocokan Beberapa Wilayah Antar Benua

Pada pengamatan melalui peta atau bola dunia dapat terlihat bahwa bentuk-bentuk benua yang berhadapan dan terpisah oleh samudera/lautan memiliki bentuk seperti puzzle. Andai ujung-ujung benua yang saling berhadapan tersebut disatukan akan cocok antara satu dengan yang lain.

Beberapa peneliti menemukan kemiripan antara garis pantai benua di sisi berlawanan dari Samudera Atlantik, khususnya wilayah Amerika Selatan dan Afrika. Contoh kemiripan tersebut menjadi bukti parsial bahwa benua-benua pernah bergabung bersama sebagai satu benua besar yang kemudian terpecah.

Beberapa fenomena kemiripan atau kecocokan wilayah antar benua dapat terlihat pada,

  • Bagian timur pada benua Amerika Selatan dengan bagian barat dari benua Afrika
  • Sisi timur benua Afrika yang berhadapan dengan semenanjung Arabia
  • Sisi timur benua Afrika yang berhadapan dengan pulau Madagaskar

2. Kesamaan Urutan Batuan dan Barisan Pegunungan di Wilayah Benua yang Berhadapan

Selain memiliki kecocokan seperti potongan puzzle, jenis batuan pada wilayah yang berhadapan juga memiliki kesamaan. Kondisi ini juga dijadikan untuk memperkuat teori yang menyatakan bahwa benua-benua awalnya bergabung menjadi satu. Beberapa pegunungan besar mendukung hipotesis pergeseran benua, salah satunya adalah pegunungan Appalachian. Antara pegunungan Appalachian (Amerika Serikat) seperti merupakan satu rangkaian yang berkelanjutan dengan pegunungan Caledonian dan Hercynian di Eropa.

Contoh kesamaan urutan batuan dan barisan pegunungan terdapat pada fenomena yang dapat diamati pada,

  • Batuan yang terdapat di Amerika Selatan dan di Afrika memiliki jenis dan umur batuan yang sama
  • Struktur batuan induk di tepi lautan Atlantik di Afrika, Amerika Utara, dan Eropa memiliki potongan dengan bentuk yang cocok satu sama lain
  • Pegunungan Appalachian di Amerika Serikat dengan pegunungan Caledonian dan Hercynian di Eropa memiliki penampakan seperti satu rangkaian yang berkelanjutan

3. Terjadinya Gunung Berapi dan Gempa Karena Pergerakan Lempeng Tektonik

Diketahui bahwa Benua Amerika perlahan selalu bergerak ke arah barat yang menyebabkan samudra atlantik semakin luas. Selai itu diketahui juga bahwa beberapa daratan bergerak saling menjauh seperti yang terjadi pada Greenland dan Madagaskar.

  • Daratan Greenland menjauh dari Benua Eropa, melalui pengukuran setiap setiap tahunnya, laut pemisah semakin lebar
  • Daratan Madagaskar semakin menjauhi benua Afrika

Pada teori apungan benua menerangkan gempa yang terjadi karena adanya tumbukan atau pergerakan antara lempeng tektonik yang seketika dan besar. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa gempa akan terjadi paling sering pada wilayah yang merupakan pertemuan lempeng-lempeng tektonik. Pernyataan tersebut sesuai dengan fenomena yang terjadi pada lokasi pertemuan lempeng Eurasia (pantai barat Sumatera) dan Indo-Australia (pantai selatan Jawa). Dua wilayah tersebut nyatanya menjadi wilayah yang sangat rawan gempa.

Selain itu juga terdapat sesar San Andreas yaitu batas tektonik antara lempeng Pasifik dan Amerika Utara. Pada wilayah tersebut dikatahui bahawa ada kegiatan seismik di patahan San Andreas.

Baca Juga: Negara-Negara di Asia Timur

4. Bukti Klimatik

Diketahui bahwa terdapat deposit batubara di daerah kutub dan lintang tinggi. Padahal, proses terbentuknya batubara membutuhkan hutan-hutan lebat yang tidak mungkin tumbuh di daerah kutub dan lintang tinggi. Karenanya ada dugaan kuat bahwa daerah-daerah tersebut pernah berada di daerah tropis atau subtropis sehingga dapat terbentuk batu bara di lokasi tersebut.

Posisi atau kedudukan wilayah tersebut di daerah kutub dan lintang tinggi terjadi karena adanya pergerakan lempeng benua. Hal itu sejalan dengan asumsi dari teori apungan benua bahwa benua-benua bisa bergerak.

5. Lokasi Fosil dan Persebaran Spesies

Pada awalnya, benua berupa wilayah daratan yang saling berdekatan, sampai akhirnyat setelah ratusan juta tahun menjadi berjauhan. Salah satu bukti pendukungnya adalah penemuan fosil-fosil makhluk purba yang ditemukan di benua yang saat ini berjauhan, namun pada masa purba berdekatan. Selain fosil, spesies-spesies yang berkerabat dekat juga ditemukan pada benua yang di masa purba berdekatan. Ini menunjukkan spesies ini berasal dari nenek moyang yang berkembang ketika benua ini masih dekat.

Beberapa contohnya penemuan yang dapat menjadi buki adalah:

  • Persebaran Marsupalia yaitu hewan mamalia berkantung yang ditemukan di benua-benua Australia dan Amerika Selatan. Di mana, kedua wilayah ini dulunya merupakan satu daratan yaitu Gondwana.
  • Fosil Cynognathus (reptil yang hidup sekitar 240 juta tahun yang lalu) yang ditemukan di Benua Amerika bagian selatan dan Banua Afrika
  • Fosil Clossopteris (tanaman yang hidup 260 juta tahun yang lalu) dijumpai di Benua Afrika, Amerika bagian selatan, India, Australia, dan Antartika.

Demikianlah tadi ulasan fenomena yang menjadi bukti teori apungan benua yang disampaikan oleh A. L. Wegener. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: 6 Negara Bagian dan 2 Wilayah Teritorial di Benua Australia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.