Analisis Gerakan Semu Tahunan Matahari dan Hubungannya dengan Perubahan Iklim

Gerakan semu tahunan Matahari terjadi akibat adanya gerakan Bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi). Bentuk gerakan semu tahunan Matahari terjadi pada posisi matahari yang seolah-olah terbit dari tempat berbeda dalam satu periode (satu tahun). Nyatanya, posisi Matahari selalu tetap atau tidak mengalami perubahan posisi sesuai dengan Teori Heliosentris.

Coba bayangkan bagaimana Bumi mengeliling Matahari sehingga beberapa wilayah di permukaan Bumi mengalami kondisi yang berbeda. Revolusi Matahari membuat Matahari seolah-olah berpindah tempat. Pada suatu waktu, posisi matahari berada tepat di sebalah timur. Pada waktu lainnya, Matahari seolah-olah terbit dari timur agak bergerser ke utara atau selatan.

Baca Juga: Rangkaian Pegunungan/Gunung Api Sirkum Mediterania dan Pasifik

Bagaimana gerak semu tahunan matahari dapat terjadi? Kapan Matahari akan tepat berada di sebelah timur, agak bergeser ke selatan, atau agak bergeser ke timur? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Daftar Isi

Siklus Gerakan Semu Tahunan Matahari

Rotasi Bumi tidak selalu bergerak dengan arah tegak lurus sepanjang revolusi Bumi. Gerakan perputaran Bumi pada porosnya mengalami perubahan sudut dengan besar kemiringan 231/2o. Perubahan sudut menyebabkan terjadinya gerak semu matahari yang seolah-olah bergerak menuju Bumi belahan utara dan selatan.

Gerakan semu tahunan matahari berupa gerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara (231/2o LU) kembali ke khatulistiwa. Selanjutnya, gerakan semu matahari bergerak ke lintang balik selatan (231/2o LS) dan juga kembali lagi ke khatulistiwa. Begitu seterusnya akan terlihat bahwa matahari seolah-olah bergerak ke bumi bagian utara/selatan.

Gambaran siklus gerak semu tahunan matahari diberikan seperti berikut.

Tanggal 21 Maret:
Matahari tepat berada pada garis khatulistiwa (0o) dari Bumi. Karenanya, Matahari seolah-olah terbit tepat di sebelah timur. Demikian pula, Matahari seolah-olah tenggelam tepat di sebelah barat.

Tangal 21 Juni:
Posisi Matahari tampak bergerak ke Bumi bagian Utara pada 23½o Lintang Utara (LU). Kondisi ini dapat dilihat dari arah terbit Matahari dari Bumi yang seolah-olah agak sedikit bergeser ke utara.

Tanggal 23 September:
Matahari pada saat mendekati atau tepat tanggal 23 September akan tampak kembali berada pada garis khatulistiwa. Matahari pada waktu-wakti ini dari Bumi terlihat seolah-olah kembali terbit tepat di sebelah timur.

Tanggal 22 Desember:
Matahari berada pada 23½o lintang selatan (LS) sehingga seolah-olah Matahari dari Bumi terlihat seolah-olah terbit agak ke selatan.

Baca Juga: Zaman Penjelajahan Samudera

Hubungan Gerakan Semu Tahunan Matahari dengan Perubahan Musim

Gerakan semu tahunan matahari terjadi sebagai akibat gerak revolusi bumi pada sumbu yang miring. Pada 22 Desember – 21 Juni, posisi matahari bergerak ke arah belahan bumi utara, sedangkan pada 21 Juni – 21 Desember kembali bergerak ke Bumi belahan selatan.

Kedudukan Matahari berada di belahan Bumi utara berlangsung selama enam bulan. Begitu juga dengan kedudukan Matahari bagian di Bumi bagian selatan juga berlangsung selama enam bulan. Kedudukan semu matahari membuat beberapa wilayah di Bumi tidak mendapatkan sinar Matahari secara sama.

Pada waktu tertentu, beberapa wilayah Bumi mendapatkan lebih banyak sinar matahari dan eberapa wilayah lain mendapatkan lebih sedikit sinar matahari. Kondisi ini membuat adanya perubahan musim di berbagai wilayah. Selain itu juga menjadikan berbagai wilayah di Bumi memiliki musim yang berbeda. Sehingga, gerak semu tahunan matahari mempunyai hubungan dengan perubahan musim.

Pada wilayah yang mendapat lebih sedikit sinar Matahari akan mengalami musim dingin atau gugur. Sedangkan wilayah yang mendapat lebih banyak sinar Matahari akan mengalami musim panas atau semi. Kondisi ini membuat Bumi belahan utara dan selatan memiliki musim yang saling berlawanan.

Baca Juga: 8 Fase Bulan Akibat dari Adanya Gerakan Bulan dan Bumi

Analisis hubungan gerakan semu tahunan Matahari dengan perubahan iklim diberikan seperti tabel berikut.

Wilayah Indonesia berada di sekitar khatulistiwa yang menyebabkan hanya memiliki dua musim (hujan dan panas). Hal ini dikarenakan wilayah Indonesia mendapat sama banyak sinar matahari sepanjang tahunnya.

Letak Indonesia di sekitar khatulistiwa juga membuat Indonesia tidak banyak memiliki perbedaan waktu antara siang dan malam di sepanjang tahun.

Wilayah di Bumi bagian utara dan selatan memiliki perbedaan waktu siang/malam yang cukup terasa. Pada suatu waktu, waktu malam akan lebih panjang dari waktu siang. Dan pada waktu lain, waktu malam akan lebih pendek dari pada waktu siang.

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasan soal. Sobat idschool dapat menggunakan pemabahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Gerakan Semu Tahunan Matahari

Perhatikan diagram gerak semu tahunan matahari di bawah!

Baca Juga: Tahapan Terjadinya Gerhana Bulan

Pembahasan:

Australia berada di belahan Bumi selatan di mana pada bulan Juli gerak semu tahunan matahari berada di posisi mendekati garis balik utara (Lintang Utara). Kondisi ini membuat belahan bagian selatan mendapatkan lebih (sangat) sedikit sinar matahari. Akibatnya, daerah-daerah yang berada di Bumi bagian selatan mengalami musim dingin.

Jadi, Australia pada Bulan Juli mengalami musim dingin.

Jawaban: D

Contoh 2 – Soal Gerakan Semu Tahunan Matahari

Dampak dari pergerakan semu matahari pada tanggal 23 September sampai 22 Desember bagi belahan Bumi utara dan belaham Bumi selatan adalah ….
A.) belahan Bumi utara mengalami musim semi, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim gugur
B.) belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan mengalami musim panas
C.) belaham Bumi utara mengalami musim kemarau, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim hujan
D.) belahan Bumi utara mengalami musim gugur, sedangkan belahan Bumi selatan mengalami musim semi
E.) belahan Bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahamn Bumi selatan mengalami musim dingin

Pembahasan:

Pada tanggal 23 September-22 Desember posisi matahari berada di Bumi belahan selatan. Kondisi ini membuat Bumi belahan selatan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Sehingga Bumi bagian selatan pada tanggal 23 September-22 Desember mengalami musim panas atau musim semi.

Sebaliknya, belaham Bumi bagian utara pada tanggal yang sama mendapat lebih sedikit sinar matahari. Akibatnya, Bumi bagian utara pada tanggal-tanggal tersebut mengalami musim dingin atau musim gugur.

Jadi, belahan Bumi utara pada tanggal 23 September sampai 22 Desember mengalami musim gugur. Sedangkan belahan Bumi selatan pada tanggal 23 September sampai 22 Desember mengalami musim semi.

Jawaban: D

Demikianlah tadi ulasan gerakan semu tahunan matahari yang disertai dengan contoh soal dan pembahasan. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Perbedaan Angin Darat dan Angin Laut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.