Fase-Fase Bulan Beserta Penjelasannya

Fase-fase bulan dapat dipahami sebagai bagaimana bentuk bulan yang terlihat dari bumi. Fase-fase bulan terdiri dari bulan baru (new moon), bulan sabit (waxing crescent), bulan perbani (first quarter), bulan cembung (waxing gibbous), dan bulan purnama (full moon). Bentuk bulan yang terlihat berbeda dari bumi dikarenakan hanya bagian bulan yang mendapat sinar matahari. Sementara sisi bulan yang tidak mendapat sinar matahari tidak terlihat dari bumi.

Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Sinar bulan yang terlihat dari bumi merupakan sinar matahari yang dipantulkan oleh bulan. Bentuk bulan beberapa kali akan terlihat berbeda-beda dalam satu bulan menurut sitem penanggalan komariah/hijriah. Ada lima bentuk bulan berbeda yang terlihat dari bumi dalam satu periode putaran bulan. Kelima bentuk tersebut meliputi bulan baru, sabit, perbani, cembung, dan purnama seperti gambaran fase-fase bulan berikut.

Baca Juga: Tahapan Terjadinya Gerhana Bulan Total, Sebagian, Penumbra

Bulan menjadi satu-satunya satelit alami yang dimiliki bumi. Orbit bulan mengelilingi bumi dengan lintasan oval. Adanya revolusi bulan inilah yang juga membuat bentuk bulan yang terlihat berbeda pada waktu tertentu. Bagaimana bentuk bulan dari bumi di setiap fase bulan? Sobat idschool dapat mencari tahu lebih lanjut melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Baca Juga: 2 Bentuk Gerakan Bulan dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan di Bumi

Bentuk Bulan dari Bumi di Setiap Fase-Fase Bulan

Revolusi bulan membuat bentuk bulan terlihat berbeda dari permukaan bumi. Bentuk bulan yang berbeda ini kemudian disebut sebagai fase-fase bulan yang terlihat seperti gambar berikut.

Bentuk bulan terdiri dari lima fase dalam satu kali periode bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan). Kelima fase tersebut adalah bulan baru (new moon), bulan sabit (waxing crescent dan waning crescent), perbani (first quarter dan third quarter), cembung (waning gibbous dan waxing gibbous), dan purnama. Penjelasan masing-masing bentuk dan fase bulan diberikan pada ulasan berikut.

1) Bulan Baru (New Moon)

Bulan baru disebut juga bulan mati merupakan fase bulan pertama. Fase bulan baru ini terjadi pada saat Bulan berada antara Matahari dan Bumi dalam posisi sejajar. Bulan baru biasanya terjadi pada siang hari sehingga tidak dapat melihatnya karena sinar matahari lebih terang.

Pada fase bulan ini, bagian permukaan bulan yang terkena sinar matahari matahari berada di bagian belakang (permukaan bulan yang tidak menghadap bumi). Bagian bulan yang lain yaitu bagian yang tidak mendapat sinar matahari menghadap Bumi. Sehingga, bentuk bulan pada fase pertama tidak terlihat seluruhnya.

2) Bulan Sabit (Waxing Crescent dan Waning Crescent)

Sinar matahari mengenai bagian bulan yang menghadap bumi semakin bertambah pada pekan pertama awal fase bulan. Pada fase bulan sabit, bagian bulan yang mendapat sinar matahari kurang dari setengahnya.

Bentuk bulan sabit yang terlihat dari bumi dapat terlihat saat dua fase yaitu fase waxing crescent (bulat sabit awal) dan waning crescent (bulat sabit akhir). Bentuk bulan pada fase waxing crescent dan waning crescent terlihat mirip dari permukaan bumi. Perbedaan antara keduanya terlihat pada kekuatan sinar yang dipancarkan bulan.

Pada fase bulan sabit akhir atau waning crescent, sinar bulan semakin memudar karena sinar matahari semakin menjauh dari posisi menerangi bulan yang bisa terlihat dari bumi.

3) Bulan Perbani (Kuartal Pertama/First Quarter dan Seperempat Ketiga/Third Quarter)

Bentuk bulan perbani dalam satu peride fase bulan terjadi dalam dua fase yaitu pada kuartal pertama (first quarter) dan seperempat ketiga (third quarter). Fase bulan ini terjadi ketika bulan berada pada sudut 90o antara bumi dan matahari.

Pada fase ini, bentuk Bulan dari permukaan bumi terlihat setengah bulan terang dan setengah bulan dalam bayangan. Sehingga, fase bulan perbani biasa juga disebut sebagai fase setengah bulan.

Posisi bulan di fase ini yang menyebabkan pasang air laut terendah/surut yang disebut disebut pasang perbani. Peristiwa tersebut disebabkan posisi matahari, bumi, dan bulan membentuk sudu 90⁰ sehingga gaya tarik bulan dan matahari tidak optimal.

4) Bulan Cembung (Waxing Gibbous dan Waning Gibbous)

Bentuk bulan cembung terlihat hampir pada seluruh bagian bulan yang menghadap bumi. yang disinari oleh matahari terlihat bersinar. Bentuk bulan cembung dapat terlihat dalam dua fase pasa satu periode fase bulan yaitu pada bagian awal (waxing gibbous) dan bagian akhir (waning gibbous).

Bentuk bulan cembung pada fase waning gibbous dan fase waxing gibbous terlihat sama. Meskipun demikian, fase waxing gibbous dan waning gibbous memiliki perbedaan.

Pada fase waxing gibbous, sebagian kecil pada sisi kiri bulan terlihat gelap. Sedangkan pada fase waning gibbous, sebagian kecil pada sisi kanan bulan terlihat gelap. Bagian gelap tersebut merupakan bagian permukaan bulan menghadap bumi yang tidak mendapat sinar matahari.

5) Bulan Purnama (Full Moon)

Pada bulan purnama, bulan, bumi, dan matahari juga berada pada posisi yang sejajar seperti bulan baru. Posisi pada fase ini bulan berada pada sisi yang berlawanan dari bumi sehingga seluruh bagian bulan yang diterangi matahari menghadap ke bumi. Bagian yang tidak diterangi tersembunyi sepenuhnya.

Bulan purnama biasanya terjadi di antara hari ke–14  dan hari ke–5 dalam kalender lunar. Pada fase ini, posisi bulan menyebabkan pasang air laut terbesar di bumi yang disebut pasang purnama.

Peristiwa pasang purnama terjadi karena posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Kondisi tersebut menyebabkan gaya tarik bulan dan matahari menjadi optimal, sehingga permukaan bumi mengalami pasang tertinggi.

Urutan fase-fase bulan dalam satu periode: Bulan Baru (New Moon) → Bulan Sabit Awal (Waxing Crescent) → Bulan Perbani (First Quarter) → Bulan Cembung Awal (Waxing Gibbous) → Bulan Purnama (Full Moon) → Bulan Cembung Akhir (Waning Gibbous) → Bulan Perbani (Third Quarter) → Bulan Sabit Akhir (Waning Crescent)

Baca Juga: Gerhana Matahari Total, Cincin, dan Sebagian

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat membantu sobat idschool dalam memahami materi fase-fase  bulan di atas. Setiap contoh soal dilengkapi dengan pembahasan soal. Pembahasan tersebut dapat sobat idschool gunakan sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Menentukan Fase-Fase Bulan yang Sesuai Gambar

Perhatikan gambar berikut!

Fase bulan sabit ditunjukkan oleh posisi bulan nomor ….
A. 1 dan 5
B. 2 dan 8
C. 3 dan 7
D. 4 dan 6

Pembahasan:
Keterangan bentuk bulan dan nomor yang sesuai pada fase-fase bulan pada soal diberikan seperti daftar berikut.

  • Bulan baru: nomor 1
  • Bulan Sabit: nomor 2 dan nomor 8
  • Bulan Perbani: nomor 3 dan 7
  • Bulan Cembung: nomor 4 dan nomor 6
  • Bulan Purnama: nomor 5

Jadi, fase bulan sabit ditunjukkan pada nomer 2 dan 8.

Jawaban: B

Contoh 2 – Soal Pengaruh Fase-Fase Bulan Terhadap Kondisi Permukaan Bumi

Perhatikan gambar di bawah ini!

Kedudukan bulan yang menyebabkan pasang air laut tertinggi ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 1) dan 4)
D. 2) dan 4)

Pembahasan:
Gravitasi bulan mempengaruhi kondisi pasang surut surut air laut pada permukaan bumi. Posisi bulan yang menyebabkan pasang air laut terbesar terjadi saat berada pada satu garis dengan matahari dan bumi. Posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus akan menyebabkan gaya tarik bulan dan matahari menjadi optimal.

Kondisi tersebut terjadi pada fase bulan purnama (nomor 1) dan bulan baru (nomor 3).

Jawaban: B

Contoh 3 – Soal Fase-Fase Bulan

Waktu yang dibutuhkan oleh bulan mulai dari fase bulan baru hingga bulan purnama adalah sekitar ….
A. 30 hari
B. 29 hari
C. 15 hari
D. 1,5 hari

Pembahasan:
Fase bulan purnama terjadi pada sekitar hari ke – 14 atau ke – 15 dari fase bulan baru. Jadi, waktu yang dibutuhkan oleh bulan mulai dari fase bulan baru hingga bulan purnama adalah sekitar 15 hari.

Jawaban: C

Demikianlah ulasan materi fase-fase bulan yang menyebabkan bentuk permukaan bulan terlihat berbeda. Bentuk bulan pada fase-fase bulan tersebut meliputi bulan baru (new moon), sabit (waxing crescent dan waning crescent), cembung (waxing gibbous dan waning gibbous), perbani (first quarter dan third quarter), dan purnama. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: 8 Bukti Bahwa Bentuk Bumi adalah Bulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.