Cara Membaca Ampermeter

By | January 21, 2018

Tahukah sobat, besar arus listrik dapat diketahui melalui alat yang disebut amperemeter. Melalui halaman ini, kita akan mempelajari alat ukur listrik, termasuk cara membaca amperemeter. Selain itu, sobat idschool juga dapat melihat bentuk amperemeter yang akan diberikan nantinya.

Arus listrik yang mengalir melalui kawat penghantar dapat kita ketahui besarnya dengan alat yang dinamakan amperemeter. Cara membaca amperemeter cukup sulit, tidak hanya seperti membaca jam dinding.

Meskipun sulit, bukan berarti tidak bisa dilakukan. Sebenarnya bukan sulit, mungkin tidak terbiasa atau belum tahu cara membaca amperemeter saja. Di sini, idschool akan membahas alat ukur listrik dan cara membacanya. Pada bagian akhir akan diberikan juga contoh soal cara membaca amperemeter. Jadi, simak sampai akhir pembahasan di halaman ini, oke?

Apa itu Amperemeter?

Sebagian peralatan elektronik yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan listrik agar berfungsi dengan normal. Memang, listrik sudah menjadi bagian yang penting bagi sebagian besar kepentingan sobat idschool, mulai dari charger handphone, menyalakan komputer, dan sebagainya.

Besarnya listrik yang mengalir melalui sebuah kawat penghantar dapat diketahui melalui sebuah alat. Untuk mengetahui besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah kawat penghantar adalah Amperemeter. Pernyataan ini sekaligus menjawab pertanyaan yang menjadi sub judul di atas, yaitu apa itu Amperemeter.

Amperemeter: alat ukur untuk mengetahui besarnya arus listrik yang mengalir pada suatu kawat penghantar.

Alat ukur listrik tidak hanya amperemeter saja. Terdapat beberapa macam alat ukur listrik. Simak macam-macam alat ukur listrik pada daftar di bawah.

Macam-macam alat ukur listrik:

  1. Alat ukur kuat arus listrik: Amperemeter
  2. Alat ukur beda potensial listrik: Voltmeter
  3. Alat ukur kuat arus yang relatif lemah: Galvanometer
  4. Alat ukur kuat hambatan: Ohm meter

Kesimpulannya, ada beberapa jenis alat ukur listrik. Alat ukur yang akan digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Seseorang yang ingin mengukur kuat arus listrik, gunakan amperemeter. Seseorang yang akan mengukur hambatan listrik, gunakan Ohm meter. Dan lain sebagainya.

Sekarang simak gambar alat ukur, cara membaca amperemeter, dan alat ukur lainnya pada pembahasan di bawah.

Gambar Alat Ukur Listrik

Pada umumnya, bentuk alat ukur listrik adalah sama. Perbedaannya mungkin hanya terlihat pada skala ukuran dan bentuk, atau warna. Biasanya, bentuk dan skala ukur dari alat ukur listrik bergantung pada merek alat ukur tersebut.

Meskipun memiliki skala ukur yang berbeda, namun akan tetap menghasilkan hasil nilai akhir yang sama.

Gambar alat ukur listrik dapat dilihat pada gambar di bawah

amperemeter

 
Untuk mengetahui besar nilai ukurnya, dapat diperoleh melalui persamaan di bawah.
 
Cara Membaca Alat Ukur:

    \[\textrm{Hasil Ukur} = \frac{\textrm{skala ditunjuk}}{\textrm{skala maksimal}} \times \textrm{Batas Ukur} \]

Cara Membaca Amperemeter

Setelah mengetahui bentuk alat ukur listrik pada pembahasan di atas, sekarang mari kita belajar cara membaca amperemeter dan alat ukur listrik lainnya. Untuk mempermudah pemahaman sobat idschool, cara membaca amperemeter akan diberikan dalam kasus contoh soal.

Diberikan sebuah gambar sebuah amperemeter yang digunakan untuk mengukur besar arus yang mengalir melalui sebuah kawat penghantar.

Perhatikan gambar yang diberikan berikut!

Cara Membaca Amperemeter

Dari pengukuran kuat arus listrik menggunakan amperemeter didapatkan skala seperti pada gambar. Hasil pengukuran tersebut adalah ….
A. 0, 12 A
B. 0, 24 A
C. 0, 48 A
D. 0, 60 A

Pembahasan:

Berdasarkan pada gambar yang diberikan pada soal, diperoleh informasi bahwa amperemeter menunjuk angka 60 (angka yang ditunjuk anak panah). Batas maksimal pada amperemeter yang digunakan adalah 100 (angka maksimal pengukuran). Dan satu lagi informasi yang diberikan, yaitu sebuah kabel yang dipasang pada angka 200 mA yang merupakan batas ukur dari amperemeter pada pengukuran seperti di atas.

Sehingga, diketahui data sebagai berikut.

  • Skala ditunjuk = 60
  • Skala maksimal = 100
  • Batas Ukur = 200 mA

Menghitung besar arus listrik:

    \[\textrm{Hasil Ukur} = \frac{\textrm{skala ditunjuk}}{\textrm{skala maksimal}} \times \textrm{Batas Ukur} \]

    \[ = \frac{60}{100} \times 200 \]

    \[ = 120 \; mA \]

    \[ = 0,12 \; A\]

Jadi, besar kuat arus listrik berdasarkan hasil pengukuran tersebut adalah 0,12 A.

Jawaban: A

Baca Juga: Rangkaian Listrik (Seri, Paralel, dan Campuran)

Cara Membaca Voltmeter

Cara membaca voltmeter sama dengan cara membaca amperemeter seperti yang telah diulas di atas. Perbedaannya adalah fungsi dari penggunaan alat. Pada amperemeter digunakan untuk mengukur besar kuat arus listrik yang mengalir pada kawat penghantar. Sedangkan voltmeter digunakan untuk mengetahui besar hambatan.

Untuk lebih jelasnya, lihat ulasan bagaimana cara membaca alat ukur voltmeter berikut.

Perhatikan gambar di bawah!

cara membaca amperemeter

 
Cara membaca besarnya tegangan dalam rangkaian di atas:

  1. Pertama, perhatikan baik-baik pada skala tegangan (perhatikan skala dengan satuan Volt/V).
  2. Kedua, cari hasil yang diperoleh berupa skala yang ditunjuk, skala maksimal, dan batas ukur.
    • Skala yang ditunjuk = 15 V
    • Skala maksimal = 50 V
    • Batas Ukur = 50 V

Maka, besar tegangan yang ada pada rangkaian di atas adalah:

    \[\textrm{\textrm{Hasil Ukur}} = \frac{15}{50} \times \textrm{50} = 15 \; V\]

Sekian penjelasan mengenai cara membaca amperemeter dan cara membaca voltmeter. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Hukum Ohm dan Rumus Kuat Arus Listrik