Cara Menentukan Jenis Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Agregatif Sederhana

Dalam upaya pengendalian inflasi perlu melakukan pengamatan tingkat inflasi dan cara menentukan jenis inflasi. Ada empat jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahannya yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan sangat berat (hyper inflation). Cara menentukan jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahannya dapat dilakukan dengan melihat tingkat inflasi. Di mana tingkat inflasi dapat dihitung menggunakan nilai indeks harga. Ada dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung indeks harga yaitu indeks harga agregatif sederhana (tidak tertimbang) dan tertimbang.

Salah satu cara yang cukup mudah untuk mengetahui tingkat inflasi adalah menggunakan indeks harga agregatif sederhana. Bagaimana cara menghitung tingkat inflasi? Bagaiman cara menentukan jenis inflasi yang terjadi berdasar indeks harga agregatif sederhana? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Sekilas Tentang Inflasi

Inflasi adalah suatu keadaan di mana terjadi kenaikan harga secara umum dan berlansung terus-menerus. Inflasi pada umumnya tidak dapat dihindari atau dihilangkan, namun inflasi dapat dikendalikan dengan berbagai upaya pengendalian. Inflasi perlu dikendalikan karena sangat berpengaruh pada tingkat kesehajteraan masyarakat.

Cara mengatasi inflasi dapat dilakukan melalui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Contoh beberapa kebijakan moter untuk mengatasi inflasi adalah menaikkan tingkat suku bunga, menaikkan cadangan wajib minimu, menjual surat berharga, dan melakukankredit selektif. Sementara contoh beberapa  kebijakan fiskal untuk mengatasi inflasi adalah mengurangi pengeluaran pemerintah dan menaikkan tarif pajak.

Terjadinya inflasi diketahui saat jumlah uang beredar (JUB) banyak beredar di masyarakat. Penyebab inflasi dapat terjadi karena dua faktor yaitu meningkatnya permintaan (demand pull inflation) dan meningkatnya biaya produksi (cost push inflation).

Baca Juga: Rumus Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Cara Hitung Tingkat Inflasi dengan Indeks Harga Agregatif Sederhana

Indeks harga agregatif sederhana memiliki kelebihan perhitungan yang cukup sederhana untuk menentukan tingkat inflasi. Saat terjadi inflasi akan menghasilkan nilai indeks harga yang umumnya lebih dari satu atau lebih dari 100%. Dengan kata lain, saat indeks harga lebih dari 100% menunjukkan adanya kenaikan harga barang.

Nilai indeks harga agregatif sederhana sama dengan persentase dari jumlah harga pada suatu periode dengan jumlah harga pada periode dasarnya. Misalkan, jumlah harga barang pada suatu periode adalah ΣPn dan jumlah harga barang pada suatu periode darar adalah ΣP0. Maka nilai indeks harga agregatif sederhana sama dengan (ΣPn : ΣP0) × 100%.

Untuk indeks harga agregatif sederhana IA =  (ΣPn : ΣP0) × 100%, nilai tingkat inflasi sama dengan IA -100%.

Rumus Indeks Harga Agregatif Sederhana

Keterangan:
In = tingkat inflasi
IA = indeks harga agregatif
ΣPn = jumlah harga barang pada suatu periode
ΣP0 = jumlah harga barang pada periode (tahun) dasar

Baca Juga: Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi

Bentuk Umum Rumus Laju Inflasi (Tingkat Inflasi)

Selain dengan indeks harga agregatif sederhana, tingkat inflasi dapat juga ditentukan dengan beberapa cara lain. Metode yang dapat digunakan adalah dengan nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Produk Domestik Bruto (PDB) deflator.

IHK adalah nilai yang digunakan untuk menghitung perubahan harga rata-rata terhadap barang atau jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sementara PDB deflator adalah perbandingan PDB yang diukur berdasarkan harga berlaku (PDB nominal) terhadap PDB harga konstan (PDB riil).

Secara matematis, laju inflasi dapat dihitung dengan persamaan LI = {(IHK sekarang ‒ IHK lalu) : IHK lalu} × 100% atau LI = {(Dfn ‒ Dfn-1) : Dfn-1} × 100%.

Keterangan:
LI = laju inflasi
IHKsekarang = indeks harga konsumen tahun sekarang
IHKlalu = indeks harga konsumen tahun lalu
Dfn = deflator PDB berikutnya
Dfn-1 = deflator PDB sebelumnya

Baca Juga: 4 Macam Sistem Ekonomi

Cara Menentukan Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa ada empat jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahannya. Cara menentukan jenis inflasi dilakukan dengan menyesuaikan nilai tingkat inflasi dengan kriteria jenis inflasi. Empat kriteria untuk jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahannya sesuai dengan tabel berikut.

Jenis InflasiLaju InflasiKondisi
Ringan< 10%Belum mengganggu kegiatan ekonomi
Sedang10% – 30%Dapat menurunkan kesejahteraan bagi yg berpenghasilan tetap
Berat30% – 100%Ekonomi kacau, lebih cenderung menyimpan barang dan enggan menabung
Sangat Berat (Hyper Inflation)>100%Mengacaukan kegiatan ekonomi dan sulit dikenadilikan

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasan bagaimana cara menentukan jenis inflasi. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Cara Menentukan Jenis Inflasi dengan Indek Harga Agregatif Sederhana

Tabel jenis dan harga barang yang terjadi selama 3 tahun sebagai berikut.

Tingkat inflasi tahun 2013 berdasarkan tingkat keparahannya apabila dihitung dengan indek harga agregatif sederhana (tahun dasar 2012) adalah ….
A. inflasi sangat ringan
B. inflasi ringan
C. inflasi sedang
D. inflasi berat
E. hyper inflasi

Pembahasan:
Tingkat inflasi dapat diketahui dengan menghitung persentase indeks harga agregat dikurang 100 persen. Cara mengetahui jenis inflasi yang terjadi dapat dilakukan dengan melihat nilai tingkat inflasi seperti penyelesaian berikut.

Jadi, tingkat inflasi tahun 2013 berdasarkan tingkat keparahannya apabila dihitung dengan indek harga agregatif sederhana adalah inflasi ringan.

Jawaban: B

Baca Juga: Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan

Contoh 2 – Soal Cara Menentukan Jenis Inflasi dengan Indek Harga Agregatif Sederhana

Data tiga macam barang menunjukkan tingkat inflasi seperti berikut.

Jika tahun 2014 menjadi tahun dasar, inflasi yang terjadi pada tahun 2015 dengan indeks harga agregratif sederhana, tergolong jenis ….
A. inflasi sangat ringan
B. inflasi ringan
C. inflasi sedang
D. inflasi berat
E. hyper inflasi

Pembahasan:
Cara menentukan jenis inflasi diperoleh dengan melihat tingkat inflasi yang dihitung dari indeks harga. Salah satu cara menghitung indeks harga dengan perhitungan indeks harga agregatif sederhana seperti penyelesaian berikut.

Jumlah harga ketiga barang pada tahun 2014 (tahun dasar):
ΣP2014 = 4.500 + 7.800 + 10.000
ΣP2014 = 22.300

Jumlah harga ketiga barang pada tahun 2015 (tahun dasar):
ΣP2015 = 4.500 + 8.325 + 14.000
ΣP2015 = 26.825

Indeks harga agregatif sederhana:
IA = ΣP2015 /ΣP2014 × 100%
IA = 26.825/22.300 × 100% = 120,29%

Tingkat inflasi:
In = IA ‒ 100%
In = 120,29% ‒ 100% = 20,29%

Cara menentukan jenis inflasi dengan melihat nilai In atau tingkat inflasi dan mencocokkan dengan kriteria jenis inflasi berdasar keparahan. Di mana In < 10% = inflasi ringan, 10% < In < 30% = inflasi sedang, 30% < In < 100% = inflasi berat, dan In > 100% = hyper inflation (inflasi sangat berat),

Jadi, tingkat inflasi yang ditunjukkan melalui data 3 macam barang tergolong jenis inflasi sedang karena tingkat inflasi In = 20,29% berada di antara rentang 10% ‒ 30%.

Jawaban: C

Contoh 3 –  Soal Cara Menentukan Jenis Inflasi

Perhatikan tabel indeks harga konsumen di suatu negara pada bulan Juli sampai September tahun 2020 berikut!

Bulan (2020)IHK
Juli104
Agustus110
September117

Dari tabel tersebut laju inflasi yang terjadi pada bulan Agustus 2020 adalah sebesar ….
A. 5,75%
B. 5,77%
C. 6,36%
D. 6,73%
E. 6,74%

Pembahasan:
Berdasarkan keterangan yang diberikan pada soal dapat diperoleh beberapa informasi nilai IHK tiga bulan di tahun 2020 berikut.

  • Juli = 104
  • Agustus = 110
  • September = 117

Cara menentukan laju inflasi pada bulan Agustus 2020 dilakukan dengan melihat perubahan IHK dari bulan sebelumnya yaitu Juli 2020. Laju inflasi pada bulan Agustus 2020 dapat dihitung seperti penyelesaian berikut.

Jadi, laju inflasi yang terjadi pada bulan Agustus 2015 adalah sebesar 5,77%.

Jawaban: B

Demikianlah tadi ulasan bagaimana cara menentukan jenis inflasi berdasarkan indeks harga agregartif sederhana dan indeks harga konsumen. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Pengaruh Pajak dan Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Exit mobile version