5+ Contoh Teks Anekdot dan Strukturnya

By | August 10, 2021

Teks anekdot adalah bacaan yang lucu namum memiliki pesan moral di dalamnya. Teks anekdot umumnya diberikan secara singkat dan terdapat unsur humor sehingga lebih menarik dibaca. Contoh teks anekdot banyak ditemui pada tulisan kritik atau sindiran yang ditujukan untuk seseorang. Biasanya, tokoh yang menjadi target dari teks anekdot adalah pejabat publik atau orang dengan popularitas. Ringkasnya, cerita dalam teks anekdot digunakan untuk menyampaikan kritik/sindiran kepada orang banyak atau perilaku tokoh publik. Misalnya sindiran terhadap orang kaya yang tidak kebal hukum, kritik untuk kinerja pejabat pemerintahan, dan lain sebagainya. Kritik atau sindiran yang disampaikan melalui teks anekdot disampaikan tidak dengan cara kasar dan menyakiti.

Bagaimana bentuk teks anekdot? Apa saja isi dari setiap struktur teks anekdot? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Contoh-Contoh Teks Anekdot

Secara umum, teks anekdot berisi peristiwa-peristiwa lucu, konyol, atau menjengkelkan sebagai akibat dari krisis yang ditanggapi dengan reaksi. Cerita yang diangkat melalu teks anekdot biasanya tentang kejadian sebenarnya dari orang penting (tokoh masyarakat) atau terkenal. Namun, pelaku cerita, tempat kejadian, dan waktu peristiwa dalam anekdot biasanya merupakan hasil rekaan. Beberapa teks anekdot tidak berasal dari kejadian nyata. Beberapa contoh cerita di bawah merupakan teks anekdot dengan berbagai tema.

Contoh Teks Anekdot 1 – Becak Dilarang Masuk

Contoh Teks Anekdot dengan Judul Becak Dilarang Masuk

Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “Becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalam yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang jalan itu  tidak boleh dimasuki becak.

“Apa kamu tidak melihat gambar itu?” Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak Pak Polisi. “Oh saya melihat Pak. tapi kan gambarnya becak kosong tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.

Contoh Teks Anekdot 2 – Baju Termahal

Di sebuah warung kopi daerah Senayan, para pelanggan mulai berdatangan untuk sarapan pagi atau sekedar minum kopi.

Beberapa diantara mereka terdapat dua orang politisi muda. Yang satu bernama Iqbal dan yang satunya lagi bernama Adam, mereka berdua sedang berbincang-bincang. Lalu mereka berdua pun terlibat percakapan yang seru.

“Dam, teman-teman kita di dunia politik ini sudah banyak yang kaya ya” ujar Adam sambil menyeruput kopinya. “Kalau masalah itu sih aku juga sudah tau sejak dulu, Bal” jawab Adam. “Saking kayanya nih, banyak banget teman kita yang punya baju termahal di Indonesia.” Ujar Iqbal kembali dengan nada sedikit kagum. “Lho, maksud kamu baju termahal itu apa, Bal?” tanya Adam dengan raut wajah bingung. “Ya apalagi kalau bukan baju tahanan KPK” jawab Iqbal santai. “Kok baju tahanan KPK?” tanya Adam yang masih belum mengerti. “Coba deh kamu pikir-pikir, seorang politisi minimal harus nyolong uang negara sebesar 1 milyar dulu baru bisa pakai baju tahanan KPK” ujar Iqbal menjelaskan.

“Ooh, maksud kamu gitu toh, baru ngerti aku, susah juga ya jadi politisi kalau belum siap iman.” ujar Adam sambil mengangguk-angguk mengerti. “Betul sekali itu, ya sudah lah mari kita pesan kopi lagi untuk mengenang teman-teman kita yang sudah bisa pakai baju termahal itu” ajak Iqbal.

Mereka berdua pun melanjutkan mengopi di warung kopi tersebut.

Contoh Teks Anekdot 3 – Sepatu Kulit Buaya

Seorang perempuan sangat ingin mempunyai sepatu dari kulit buaya. Dia pun pergi ke toko sepatu dan kecewa karena mahalnya.

“Mahal amat sih,” tanya si perempuan.
“Kalau ingin murah ya menangkap buaya sendiri sana,” kata si pemilik toko.

Terispirasi oleh perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi ke sungai besar di daerah situ sambil membawa senjata api.

Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum ketika melihat tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai.

Sementara itu si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan senjatanya ke seekor buaya lainnya. Suara tembakan terdengar, kemudia si perempuan menyeret buaya ke empat yang baru ditembaknya ke pinggir dan kemudia menyumpah, ” Sialan! Yang ini juga tidak memakai sepatu.”

Pemilik toko yang baru saja datang dibuat heran dengan kelakuan si perempuan.

Baca Juga: Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

Contoh Anekdot 4 – Singkatan KUHP

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.

Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak…!”

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahamd, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mnegatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak…!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.

Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

Contoh Anekdot 5 – Tips Agar Lulus UN

Seorang wali kelas memberikan nasehat pada murid-muridnya di kelas bahwa jika mereka ingin lulus UN, mereka harus patuh pada perintah. Lalu para murid pun mempertanyakan pernyataan wali kelas tersebut, “Memang apa kaitannya patuh pada perintah dengan lulus UN, Pak?”

Lalu wali kelas pun menjawab, “Setiap soal kan sudah ada perintah yang jelas Pilihlah Salah Satu Jawaban yang Benar! ini yang harus kalian patuhi, maka jangan pilih jawaban yang salah, pasti kalian akan lulus UN.”

Murid: “@#$asdkjg…”

Contoh Anekdot 6 – Cara Keledai Membaca Buku

Alkisah, Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati.

Tetapi Timur Lenk memberi syarat, Ajari terlebih dahulu keledai itu membaca. Dua minggu setelah sekarang, datanglah kembali kemari, dan kita lihat apa yang akan terjadi.

Nasrudin berlalu, sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak, hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.

Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!! Tak lama kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.

Demikianlah, kata Nasrudin, Keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan mulai menginterogasi, Bagaimana caramu mengajari dia membaca?

Nasrudin berkisah, Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalu tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik – balik halaman buku itu.

Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya? tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.

Jadi kalau kita juga membuka – buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan? kata Nasrudin dengan mimik serius.

Baca Juga: Analisis Isi Pokok Teks Anekdot – Cara Keledai Membaca Buku

Struktur Teks Anekdot 

Teks anekdote dibuat dengan langkah-langkah dari menentukan tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur teks anekdote, alur, dan pola penyajian teks anekdot. Tema, tokoh, dan alur merupakan bagian dari unsur intrinsik dari suatu bacaan. Kritik dan kelucuan merupakan bagian dari isi pokok teks anekdot.

Pola penyajian teks anekdote dapat diberikan dalam bentuk narasi/cerita atau dialog. Di mana, setiap pola penyajian teks anekdote mengikuti struktur teks anekdot yang meliputi abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.

Struktur Teks Anekdot

Struktur teks anekdot:

  • Abstraksi: bagian paling awal dari teks anekdot, berisi pengenalan tokoh dan latar dari cerita yang akan diangkat
  • Orientasi: pengenalan konflik
  • Krisis: puncak dari masalah atau tema yang diangkat, biasanya unsur humor teks anekdot terdapat pada bagian ini
  • Reaksi: berisi tanggapan terkait peristiwa yang terjadi pada bagian krisiss
  • Koda: bagian akhir bacaan, isi bagian ini umumnya adalah makna dari cerita atau amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut

Demikianlah tadi ulasan beberapa contoh teks anekdot dan strukturnya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Jenis-Jenis Teks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.