Karakteristik Pasar Oligopoli (+Contoh dan Kelebihan/Kekurangan)

Pasar adalah tempat terjadinya proses hubungan timbal antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga suatu barang/jasa. Pasar oligopoli adalah salah satu bentuk pasar persaingan tidak sempurna. Karakteristik pasar oligopoli salah satunya dapat dilihat dari banyak produsen atau penjual di dalam pasar. Di mana, pada pasar oligopoli hanya terdapat beberapa (antara 2-10) produsen atau penjual dengan banyak pembeli di pasar.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar. Sistem oligopoli dikuasai oleh beberapa perusahaan namun jumlah barang yang ditawarkan tetaplah homogen atau satu jenis saja. Contoh dari pasar oligopoli adalah industri kendaraan bermotor, layanan telekomunikasi, jasa penerbangan, industri air mineral, industri rokok dan lain sebagainya.

Baca Juga: 5 Macam Instrumen yang Diperdagangkan di Pasar Modal

Bagaimana bentuk dan karakteristik pasar oligopoli? Apa saja kelemahan dan kelebihan dari bentuk pasar oligopoli? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Karakteristik Pasar Oligopoli

Ada dua faktor yang menjadi penyebab terbentuknya pasar oligopoli. Kedua faktor tersebut adalah efisiensi skala besar dan kompleksitas manajemen. Tidak banyak perusahaan yang memiliki kemampuan tersebut. Sehingga pada akhirnya hanya terdapat sedikit produsen.

Bentuk dadi pasar dengan sisitem oligopoli dapat dikenali melalui beberapa ciri-ciri atau karakteristik. Beberapa kondisi di bawah merupakan karakteristik pasar oligopoli.

Baca Juga: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

1. Di dalam pasar hanya terdapat beberapa/sedikit penjual yang mendominasi pasar

Tidak ada patokan pasti yang menyebutkan berapa jumlah perusahaan di dalam pasar agar dapat dikatakan oligopoli. Sebagai dasar analisis, biasanya jumlah perusahaan diasumsikan antara dua sampai 10 perusahaan besar.

Dalam kasus tertentu terdapat hanya dua perusahaan yang menguasai pasar. Jika hanya terdapat dua perusahaan yang bertindak sebagai penjual/produsen maka bentuk pasar disebut dengan duopoli yang menguasai banyak pembeli.

2. Terdapat sejumlah kecil perusahan yang memiliki kekuatan pasar (market power)

Pasar oligopoli hanya dikuasai oleh sejumlah kecil perusahaan yang biasanya merupakan perusahaan raksasa. Sedikitnya pilihan yang ada kepada pasar akan membuat produsen memiliki kekuatan untuk mengendalikan pasar. Kekuatan pasar ini dipegang oleh sejumlah kecil perusahaan besar tersebut.

sumber: instagram @pertamina

3. Terdapat hambatan bagi perusahaan baru untuk memasuki pasar (barries to entry)

Pasar dengan sistem oligopoli umumnya menguasai sektor yang membutuhkan modal sangat besar. Teknologi padat modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi hanya akan tercapai dalam skala sangat besar.

Misalnya pada industri mobil, skala efisiensi (biaya rata-rata minimum) baru tercapai jika produksi mobil minimal 50.000 sampai 100.000 unit per tahun. Kondisi tersebut tentu menjadi hambatan untuk masuk (barries to entry) bagi perusahaan-perusahaan pesaing.

4. Adanya saling ketergantungan antar perusahaan dalam pasar (mutual interdependence)

Ada dua macam bentuk hubungan antara perusahaan-perusahaan pada pasar oligopoli yaitu oligopoli dengan kesepakatan dan tanpa kesepakatan.

Kesepakatan antara perusahaan biasanya berupa kesepakatan harga dan produksi. Tujuan dari kesepakatan adalah untuk menghindari perang harga yang akan membawa kerugian bagi masing-masing perusahaan pada kondisi tertentu.

Untuk oligopoli tanpa kesepakatan, persaingan antar perusahaan biasanya berupa perbedaan harga dan jumlah produk yang dihasilkan. Perbedaan harga dan jumlah produksi dilakukan dalam rangka ingin mendapatkan jumlah pembeli dari pesaing yang lebih banyak dari sebelumnya.

5. Produk Homogen atau Terdiferensiasi (Homogen or Diferentiated Product)

Bentuk persaingan antar perusahaan pada pasar oligopoli adalah persaingan harga (pricing strategy) dan non harga (non pricing strategy). Salah satu cara memenangkan persaingan adalah dengan menghasilkan produk homogen dan diferensiasi produk.

Contoh oligopoli yang melakukan diferensiasi produk adalah industri mobil dan rokok. Sedangkan oligopoli yang yang melakukan produk homogen adalah industri baja, pipa, paralon, seng dan kertas.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal dan Moneter

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli

Setiap bentuk pasar memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan bentuk pasar oligopoli. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan sistem oligopoli.

Kelebihan:

  • Memberi kebebasan kepada pembeli untuk memilih barang/jasa yang diminati
  • Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk
  • Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan usaha
  • Adanya penerapan teknologi baru

Kekurangan:

  • Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
  • Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong terjadinya inflasi
  • Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing berkurang
  • Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi
  • Sulit ditembus atau dimasuki perusahaan baru
  • Bisa berkembang ke arah monopoli perusahaan dalam pasar oligopoli

Demikianlah tadi ulasan karakteristik pasar oligopoli beserta kelebihan dan kekurangannya. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Sistem Ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.