Cara Membaca Ampermeter dan Voltmeter Analog

Besar arus listrik pada suatu rangkaian dapat dihitung menggunakan sebuah alat ukur yang disebut dengan amperemeter. Cara membaca amperemeter dilakukan dengan mengamati angka skala/nilai yang ditunjuk, skala/nilai maksimal, dan batas ukur yang ditetapkan.

Hasil nilai dari cara membaca amperemeter adalah besar kuat arus (I) yang terdapat pada suatu rangkaian listrik tertutup. Satuan nilai besar arus listrik dinyatakan dalam satuan ampere (A).

Cara membaca volmeter sama seperti cara cara membaca amperemeter. Bedanya terdapat pada jenis alat ukur yang digunakan dan cara merangkainya. Satuan nilai beda potensial dalam suatu rangkaian dinyatakan dalam volt.

Cara membaca amperemeter digunakan untuk mengetahui nilai besaran kuat arus. Sementara cara membaca voltmeter digunakan untuk mengetahui beda potensial. Bagaimana cara membaca amperemeter dan voltmeter? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Rumus Kuat Arus (I), Hambatan (R), dan Beda Potensial dalam Rangkaian Listrik Tertutup

Apa itu Amperemeter dan Voltmeter?

Amperemeter adalah alat untuk mengukur besar kuat arus (I) dalam suatu rangkaian listrik tertutup. Alat ukur amperemeter dirangkai secara seri dengan hambatan dalam suatu rangkaian rangkaian.

Voltmeter adalah alat ukur untuk mengetahui besarnya tegangan/beda potensial pada suatu kawat penghantar. Alat ukur voltmeter dirangkai secara paralel dengan hambatan dalam suatu rangkaian rangkaian.

Cara Merangkai Voltmeter

Ada beberapa jenis alat ukur listrik yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Macam-macam alat ukur listrik diberikan seperti daftar berikut.

  1. Alat ukur kuat arus listrik: Amperemeter
  2. Alat ukur beda potensial listrik: Voltmeter
  3. Alat ukur kuat arus yang relatif lemah: Galvanometer
  4. Alat ukur kuat hambatan: Ohm meter

Sebagai contoh, seseorang ingin mengukur kuat arus listrik, gunakan amperemeter. Sementara seseorang yang ingin mengukur hambatan listrik menggunakan Ohm meter.

Baca Juga: Rumus Besar Hambatan Kawat Penghantar Arus Listrik

Bentuk Alat Ukur

Bentuk alat ukur listrik yang biasanya digunakan ada dua jenis yaitu analog dan digital. Kedua bentuk alat ukur tersebut dapat dibedakan dari layar yang menunjukkan hasil ukur.

Pada amperemeter/voltmeter analog menggunakan jarum untuk menunjuk angka. Sementara amperemeter/voltmeter digitl menunjukkan digit angka.

Pada bahasan cara membaca amperemeter di sini digunakan untuk alat ukur listrik analog. Untuk alat ukur digital tidak dibahas di sini karena penggunaan amperemeter/voltmeter digital cukup dengan membaca hasil yang diberikan.

Untuk alat ukur listrik analog umumnya memiliki bentuk seperti gambar dan keterangannya berikut.

Bagian-Bagian Amperemeter

Skala maksimal dan batas ukur ditetapkan sebelum pengukuran. Sedangkan skala ditunjuk akan didapat setelah melakukan pengukuran.

Dari nilai skala ditunjuk, skala maksimal, dan batas ukur perlu dihitung untuk mendapat besaran kuat arus (I) atau beda potensial (V). Perhitungan pada cara membaca aperemeter dan voltmeter (alat ukur listik) menghasilkan hasil ukur dengan persamaan berikut.

Rumus Cara Membaca Amperemeter Analog

Cara Membaca Amperemeter

Setelah mengetahui bentuk alat ukur listrik pada pembahasan di atas, sekarang mari kita belajar cara membaca amperemeter. Untuk melihat bagaimana cara membaca amperemeter akan ditunjukkan melalui sebuah contoh soal di bawah.

Diberikan gambar sebuah amperemeter yang digunakan untuk mengukur besar arus yang mengalir dalam rangkaian listrik tertutup.

Contoh Cara Membaca Amperemeter Analog

Dari pengukuran kuat arus listrik menggunakan amperemeter didapatkan skala seperti pada gambar. Hasil pengukuran tersebut adalah ….
A. 0, 12 A
B. 0, 24 A
C. 0, 48 A
D. 0, 60 A

Pembahasan:
Berdasarkan keterangan gambar yang diberikan pada soal diperoleh informasi bahwa amperemeter menunjuk angka 60 (angka yang ditunjuk anak panah).

Batas maksimal pada amperemeter yang digunakan adalah 100 (angka/skala maksimal pengukuran). Satu lagi informasi yang diberikan yaitu sebuah kabel yang dipasang pada angka 200 mA yang berarti batas ukur pengukuran.

Sehingga, diketahui data sebagai berikut.

  • Skala ditunjuk = 60
  • Skala maksimal = 100
  • Batas Ukur = 200 mA

Cara menghitung besar arus listrik:

Cara Membaca Amperemeter

Jadi, besar kuat arus listrik berdasarkan hasil pengukuran tersebut adalah 0,12 A.

Jawaban: A

Baca Juga: Rangkaian Listrik (Seri, Paralel, dan Campuran)

Cara Membaca Voltmeter

Cara membaca voltmeter sama dengan cara membaca amperemeter seperti yang telah diulas di atas. Bedanya, cara membaca voltmeter digunakan untuk mengetahui besaran tegangan (voltase) atau beda potensial.

Untuk lebih jelasnya, lihat contoh bagaimana cara membaca voltmeter berikut.

Cara Membaca Alat Ukur Listrik

 
Cara membaca besarnya tegangan dalam rangkaian di atas:

  1. Pertama, perhatikan baik-baik pada skala tegangan (perhatikan skala dengan satuan Volt/V).
  2. Kedua, cari hasil yang diperoleh berupa skala yang ditunjuk, skala maksimal, dan batas ukur.
  3. Dari pengamatan dapat diperoleh:
    Skala yang ditunjuk = 15 V
    Skala maksimal = 50 V
    Batas Ukur = 50 V

Besar tegangan yang ada pada rangkaian dapat dihitung seperti cara di bawah.

Hasil ukur tegangan
= skala ditunjuk/skala maks × batas ukur
= 15/50 × 50
= 15 V

Sekian penjelasan mengenai cara membaca amperemeter dan cara membaca voltmeter. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Rumus Kuat Arus Listrik Dinamis pada Hukum Ohm

4 thoughts on “Cara Membaca Ampermeter dan Voltmeter Analog”

  1. Richard Tarongki

    Dikoreksi min ada salah ketik diatas, Voltmeter digunakan untuk mengukur Besarnya Voltase /Tegangan Listrik bukan Hambatan

    1. Halo Richard, terima kasih koreksinya! Benar, voltmeter digunakan untuk mengukur besarnya voltase/tegangan atau beda potensial. Salam sukses selalu :)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.