Rumus Kuat Arus Listrik Dinamis pada Hukum Ohm

Kuat arus listrik dinamis adalah besar kuat arus (I) yang mengalir pada muatan listrik bergerak. Listrik dinamis merupakan arus listrik yang dapat bergerak atau mengalir dalam sebuah rangkaian listrik. Kuat arus listrik dinamis pada Hukum Ohm menyatakan hubungan kuat arus (I) dengan tegangan (V) dan hambatan (R) listrik. Karakteristik dari aliran listrik dinamis adalah adanya aliran muatan listrik yang terjadi secara kontinyu (terus-menerus).

Bahasan mengenai besar kuat arus listrik dinamis terdapat pada Hukum Ohm. Bagaimana cara menghitung besar kuat arus listrik dinamis dengan tegangan dan hambatan dalam rangkaian listrik? Bagaiman bentuk rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik dinamis? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: [Ujian Praktik] Mencari hubungan antara kuat arus listrik dan beda potensial 

Arus Listrik Statis dan Dinamis

Gerakan muatan listrik disebabkam perbedaan tegangan yang menyebabkan timbulnya arus listrik. Ada dua jenis listrik berdasarkan gerakan muatan-muatan listrik yaitu listrik statis dan listrik dinamis.

Listrik statis adalah jenis listrik yang memiliki muatan listrik dalam keadaan diam/statis. Pada listrik statis, perpindahan arus listrik bersifat terbatas yang disebabkan ketidakseimbangan muatan pada benda bermuatan listrik.

Perpindahan arus listrik pada listrik statis terdiri dari dua macam arah aliran yaitu aliran muatan listrik positif dan negatif. Aliran muatan listrik positif adalah muatan mengalir dari titik berpotensial yang lebih tinggi ke titik berpotensial yang lebih rendah. Sedangkan aliran muatan listrik negatif mengalir dari titik berpotensial rendah ke titik berpotensial tinggi.

Arah aliran muatan positif
arah aliran muatan listrik postitif
Arah aliran muatan negatif
arah aliran muatan listrik negatif

Besar kuat arus listrik menyatakan nilai kuat arus yang menyatakan perpindahan banyak muatan per satuan awaktu. Untuk besar kuat arus listrik (I) dengan satuan ampere (A), muatan listrik (q) dengan satuan Coulomb (C), dan watuan waktu (t) dalam sekon (s) memenuhi persamaan berikut.

I = q/t

rumus kuat arus listrik

Listrik dinamis adalah jenis listrik yang memiliki muatan-muatan bergerak penyebab timbulnya arus listrik. Aliran muatan-muatan listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif yang disebabkan adanya perbedaan beda potensial antara dua titik tersebut,

Pemanfaatan listrik dinamis terdapat pada rangkaian listrik dalam rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan listrik. Arus listrik mengalir melalui rangkaian listrik pada kawat penghantar yang terhubung ke sumber listrik. Besar kuat arus listrik yang mengalir, tegangan, dan hambatan listrik dijelaskan dalam Hukum Ohm.

Baca Juga: 2 Contoh Cara Menghitung Biaya Pemakaian Listrik

Kuat Arus Listrik Dinamis pada Hukum Ohm

Arus lilstrik akan mengalir melalui penghantar di antara dua kutub (positif dan negatif) jika terdapat beda potensial (tegangan) di antara dua kutub tersebut. Kesimpulan dari percobaan yang dilakukan Georg Simon Ohm mengenai hubungan beda potensial (V) dan arus listrik (I) adalah tegangan sebanding dengan kuat arus.

V ∝ konstanta × I

Hukum Ohm.

Hukum Ohm:
Kuat arus yang mengalir melalui suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar.

Hubungan antara kuat arus listrik dinamis, hambatan listrik, dan beda potensial listrik (V) terdapat pada persamaan berikut.

Rumus Kuat Arus Listrik Dinamis

Keterangan:
I = kuat arus listrik (A)
R = hambatan listrik (Ω = ohm)
V = beda potensial listrik (V)

Baca Juga: Rumus Hambatan Kawat Penghantar Arus Listrik

Contoh Soal Listrik Dinamis dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Penggunaan Rumus Kuas Arus Listrik Dinamis

Besar muatan listrik yang melalui hambatan dalam sebuah rangkaian dengan besar arus listrik 4,0 ampere dalam waktu 10 sekon adalah ….
A. 0,4 C
B. 2,5 C
C. 10,0 C
D. 40,0 C

Pembahasan:
Berdasarkan keterangan yang diberikan pada soal dapat diperoleh informasi-informasi seperti berikut.

  • Besar arus listrik: I = 4,0 A
  • Selang waktu: t = 10 sekon

Menghitung muatan listrik (q):
I = q/t
q = I × t
q = 4 × 10 = 40 C

Jadi, besar muatan listrik yang melalui hambatan dalam sebuah rangkaian dengan besar arus listrik 4,0 ampere dalam waktu 10 sekon adalah 40 C.

Jawaban: D

Contoh 2 – Penggunaan Rumus Arus Listrik Dinamis

Arus listrik 2 A mengalir melalui sebuah kawat penghantar dengan beda potensial di kedua ujungnya adalah 12 V. Hambatan pada kawat tersebut adalah ….
A. 6 Ω
B. 8 Ω
C. 12 Ω
D. 18 Ω

Pembahasan:
Keterangan pada soal memberikan informasi-informasi seperti berikut.

  • Arus listrik: I = 2 A
  • Beda potensial: V = 12 V

Menghitung besar hambatan pada kawat:
V = I × R
12 = 2 × R
2R = 12
R = 12/2 = 6 Ω

Jadi, hambatan pada kawat tersebug adalah 6 Ω.

Jawaban: A
 
Oke, sekian dulu pembahasan mengenai rumus kuat arus listrik dinamis pada Hukum Ohm. Jika ada pertanyaan atau koreksi (kritik dan saran) bisa ditanyakan lewat kolom komentar. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!
 
Baca Juga: Rangkaian Listrik Seri, Paralel, dan Campuran

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *