11 Bentuk Pola Lantai Tari Tradisional dari Indonesia

By | September 6, 2021

Pola lantai tari tradisional adalah pergerakan formasi penari tari tradisional secara teratur sehingga membentuk pola tertentu. Formasi penari kelompok dibuat dalam garis imajiner/bayangan akan membentuk suatu pola lantai. Secara umum, pola lantai pada tari tradisional Indonesia hampir sama yaitu garis lurus dan garis lengkung. Pada setiap pola lantai garis lurus dan lengkung memiliki pengembangan menjadi bentuk lain.

Bentuk pola garis lurus dapat berupa horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Contoh tari tradisional yang dengan bentuk pola lantai tari garis lurus adalah Tari Saman Saman dari Aceh.

Pola Lantai Tradisional

Sumber gambar: Buku Siswa SD Kelas 5 Tema 8 (Lingkungan Sahabat Kita) Edisi Revisi 2017

Gerakan para penari Tari Saman dilakukan dengan duduk bersaf lurus di lantai selama menari. Kekompakan penari Tari Saman menjadi karakter sekaligus daya tarik penontonnya.

Contoh lain tari tradisional dengan pola lantai lurus adalah tari-tari tradisional seperti berikut.

  • Tari Bedaya dari Keraton Surakarta/Yogyakarta
  • Tari Yospan dari Papua
  • Serimpi dari Yogyakarta
  • Baris Cengkedan dari Bali
  • Tari Piring dari Sumatera Barat
  • Seudati dari Aceh
  • Tambun dan Bungai dari Kalimantan Tengah
  • Cakalele dari Maluku

Baca Juga: Komunitas Adat Samin

Bentuk pola lantai garis lengkung dapat berupa pola dengan bentuk angka delapan, garis lengkung ke depan, garis lengkung ke belakang, dan lingkaran. Contoh pola lantai lengkung terdapat pada Tari Legong dari Bali.

Contoh Pola Lantai Tari Tradisional
Sumber gambar: Buku Siswa SD Kelas 5 Tema 8 (Lingkungan Sahabat Kita) Edisi Revisi 2017

Penari legong membentuk pola lengkung dengan permainan gerak mata dan jari tangan yang menarik. Gerakan penari legong seirama dengan musik pengiringnya membuat bentuk pola mengikuti bentuk lingkaran.

Contoh lain tari tradisional dengan pola lantai melengkung adalah tari-tari tradisional seperti berikut.

  • Tari Randai dari Sumatra Barat
  • Kecak dari Bali
  • Tandak dari Riau
  • Pendet dari Bali
  • Sekapur Sirih dari Bengkulu
  • Tari Gawi dari NTT
  • Belian dari Kalimantan Timur
  • Tari Kipas dari Sulawesi Selatan

Baca Juga: Keunikan Gerak Tari Tarian Tradisional dari Indonesia

Pola lantai dapat juga di lakukan dengan cara kombinasi antara garis lurus dan garis lengkung. Contoh tari tradisional dengan pola lantai kombinasi adalah Tari Andun dari Bengkulu. Kombinasi ini dilakukan agar gerak tampak lebih dinamis. Adanya pola lantai pada pertunjukan tari tradisional dapat menjadikan pertunjukan tari lebih indah dan menarik.

Pola lantai suatu tradisional dapat mempunyai makna tertentu, namun ada juga yang tidak memiliki makna. Pola lantai yang mempunyai makna biasanya terdapat dalam tari-tarian klasik yang terdapat di keraton Surakarta dan Yogyakarta

Pada Tari Bedhaya terdapat satu pola lantai yang dikenal dengan nama rakit lajur. Pola lantai rakit lajur memiliki makna untuk menggambarkan lima unsur yang ada pada diri manusia yaitu cahaya, rasa, sukma, nafsu, dan perilaku.

Namun makna pola lantai tidak sebatas hanya pada tari klasik, beberapa tari kreasi juga dapat memiliki pola lantai dengan suatu makna.

Demikianlah tadi ulasan pola lantai tari tradisional yang secara umum terdiri dari dua pola yaitu garis lurus dan lengkung. Di mana pada setiap pola memiliki pengembangannya menjadi berbagai bentuk dengan dasar pola lurus atau lengkung. Ringkasan bentuk pola lantai tari tradisional dapat dilihat seperti pola-pola berikut.

2 Macam Pola Lantai

Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Budaya Malam Satu Suro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.