Apa Perbedaan Prosa dan Puisi?

Karya sastra tulis dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu prosa dan puisi. Perbedaan prosa dan puisi terdapat pada penggunaan struktur bahasa yang digunakan Prosa memiliki bahasa dan struktur kalimat yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak terlalu ekspresif. Sedangkan puisi banyak menggunakan bahasa kias, kreatif, dan ekspresif sehingga memiliki sajak serta ritme/irama.

Perbedaan prosa dan puisi juga terdapat pada sifatnya, di mana prosa merupakan karya sastra tulis yang bersifat pragmatis/realistis sedangkan sifat sastra tulis puisi adalah kiasan. Sehingga dapat dikatakan bahwa karya tulis berbentuk prosa memiliki makna denotatif atau memiliki arti sebenarnya. Sedangkan karya tulis berbentuk puisi memiliki makna konotatif atau memiliki arti kias yang biasnaya untuk penyampaikan suatu ajaran atau nilai moral.

Perbedaan prosa dan puisi cukup banyak, bahkan dengan melihat bentuknya saja dapat langsung dikenali apakah berupa prosa atau puisi. Di mana dari bentuknya, karya tulis berupa prosa dikenali dari panjang karya tulis yang lebih panjang dari puisi. Selain dari bentuknya, perbedaan prosa dan puisi terdapat pada karakteristik keduanya.

Bentuk karya sastra tulis berbentuk prosa dapat berupa cerita fiksi, teks, wacana naratif, atau bentuk serupa lainnya. Untuk bentuk karya sastra berupa puisi dapat berupa pantun, seloka, gurindam, balada, dan lain sebagainya.

Perbedaan Prosa dan Puisi

Dari sedikit pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan prosa dan puisi terdapat pada struktur bahasa yang digunakan dan sifatnya. Selain itu, perbedaan prosa dan puisi juga dapat dilihat dari karakteristik lainnya.

Apa perbedaan prosa dan puisi lainnya tersebut? Sobat idshool dapat mencari tahu lebih banyak melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Baca Juga: Kalimat Efektif (Contoh Salah dan Contoh Benar)

Pengertian dan Karakteristik Prosa

Prosa merupakan bentuk karya sastra tulisan yang dibuat dengan bahasa alami dan umumnya tidak terikat kata kiasan. Bahasa yang digunakan pada prosa bersifat gramatikal dengan kumpulan kalimat dalam paragraf-paragraf. Penggunaan bahasa yang bersifat gramatikal dan umum membuat prosa biasanya lebih mudah untuk dipahami.

Karya sastra tulis berbentuk prosa dibedakan menjadi dau yaitu prosa lama dan baru. Sastra tulis yang termasuk dalam prosa lama meliputi dongeng, resensi, dan hikayat. Sastra tulis yang termasuk dalam prosa baru meliptui roman, novel, cerpen, dan biografi.

Contoh Prosa
Sumber gambar:
Novel Laskan Pelangi (mizanstore); Hikayat Hang Tuah (Kacio Online)

Prosa dapat berupa fiksi atau nonfiksi yang berbentuk novel, cerita pendek, biografi, esai, buku perjalanan, koran, atau bahkan portal berita online.

Karakteristik prosa:

  • Tidak memperhatikan rima/persajakan dan ritme/irama
  • Banykanya kata dalam penulisan umumnya tidak memiliki batasan
  • Ide-ide ditulis dalam kalimat dengan satu gagasan pokok dikelompokkan dalam paragraf
  • Menggunakan bahasa secara gramatikal
  • Kalimat dibuat dengan makna denotatif atau makna yang sebenarnya
  • Biasanya mudah dipahami
  • Tidak terikat majas

Contoh prosa – cerita pendek:

Alkisah, Kerajaan Wisnuloka dipimpin oleh Dewa Wisnu. Kerajaan Wisnuloka dihuni oleh para dewa dan bidadari. Salah satu bidadari itu bernama Dewi Ratih atau Dewi Bulan.

Kerajaan Wisnuloka sering mendapat ancaman dari para raksasa yang bermukim di Bumi Balidwipa. Di antara para raksasa itu, yang paling menakutkan adalah Kala Rau. Ia bertubuh besar dan kekar. Wajahnya sangat menyeramkan. Ia pun sangat sakti. Kesaktiannya melebihi kesaktian beberapa dewa. Kala Rau mengancam akan menyerang Kerajaan Wisnuloka karena cintanya ditolak oleh Dewi Ratih atau Dewi Bulan.

Berikutnya, simak pengertian dan karakteristik puisi di bawah agar sobat idschool dapat lebih mengerti apa perbedaan prosa dan puisi.

Baca Juga: Prosa Lama dan Prosa Baru

Pengertian dan Karakteristik Puisi

Puisi adalah sebuah karya sastra tulis yang terikat suatu aturan tertentu dengan bahasa konotatif atau kiasan yang indah. Bahasa dalam puisi menggunakan kata-kata yang indah penuh makna. Bentuk sastra puisi sangat mementingkan keindahan dan rimis bahasa untuk menambah penghayatan makna yang ingin disampaikan.

Puisi terdiri dari kumulan baris yang termuat dalam bait-bait, dengan panjang setiap barisnya berbeda-beda begitu juga dengan banyak katanya. Pemilihan kata yang banyak kiasan membuat makna puisi cenderung lebih sulit untuk dimengerti. Puisi biasanya digunakan untuk mengekspresikan sesuatu dengan secara seni dengan memainkan suara dan irama.

Puisi terbagi menjadi dua kelompok yaitu puisi lama dan puisi baru. Bentuk puisi lama terikat dengan jumlah baris, bait, rima/persajakan, dan ritme/irama. Puisi lama dapat meliputi bentuk pantun, karmina, talibun, seloka, gurindam, bidal, dan syair.

Pada puisi baru tidak memiliki aturan seperti yang mengikat puisi lama. Jumlah baris, bait, rima/persakana, dan ritme/irama pada puisi baru tidak memiliki ketentuan yang mengikat. Bentuk puisi baru dapat meliputi balada, romance, himne, epigram, ode, elegi, dan satire.

Karakteristik puisi:

  • Memperhatikan rima/persajakan dan ritme/irama, keduanya merupakan komponen penting dalam puisi
  • Banyak kata yang digunakan terbatas
  • Ide-ide ditulis dalam baris yang dikelompokkan dalam stanzas atau bait
  • Kalimat dibentuk dengan makna konotasi atau buka makna yang sebenarnya
  • Menggunakan bahasa yang bersifat kiasan
  • Makna dari sebuah puisi umumnya lebih sulit untuk dipahami
  • Terikat dengan majas

Contoh karya sastra tulis puisi:
Do’a (Karya: Chairil Anwar)

Puisi Do'a Karya Chairil Anwar

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling

Demikianlah tadi ulasan perbedaan prosa dan puisi, dilengkapi dengan contoh dari keduanya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Kalimat Majemuk Campuran (+Contoh dengan Keterangan Pola SPOK)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *