7 Ciri – Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya

By | April 16, 2020

Tulisan merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi. Melalui tulisan, seseorang dapat bertukar pesan dengan seseorang lainnya. Bentuk tulisan ini biasanya berupa kalimat. Kalimat adalah kumpulan kata yang setidaknya tersusun atas subjek dan predikat. Dalam Bahasa Indonesia dikenal istilah kalimat efektif. Apa itu kalimat efektif? Seberapa pentingkah penggunaan kalimat efektif? Melalui halaman ini sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya.

Sobat idschool secara tidak sadar mungkin sering merangkai kalimat. Misalnya saat bertukar pesan melalui surat kertas atau surat elektronik (email, sms, whatsapp). Biasanya penggunaan kalimat melalui cara tersebut tidak menggunakan kalimat efektif. Karena pesan melalui cara tersebut biasanya ditujukan untuk teman dekat atau kenalan. Sehingga penggunaan kalimat efektif jarang digunakan. Penggunaan kalimat tidak efektif dapat menimbulkan permasalahan. Kondisi ini disebabkan ide/gagasan dari penulis/pembicara tidak tersampaikan dengan baik. Contohnya pada kalimat: Sumbangan ke dua sekolah itu telah dikirimkan. Kalimat tidak efektif ini memiliki seakan memiliki dua arti. Apakah sumbangan untuk kedua sekolah atau sambungan ke dua untuk sekolah.

Ciri - Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya

Penggunaan kalimat tidak efektif seperti contoh di atas bisa menimbulkan salah paham. Untuk itulah diperlukan kalimat efektif dalam berkomunikasi melalui tulisan. Melalui ulasan di bawah, sobat idschool dapat mempelajari bagaimana cara membuat kalimat efektif. Meliputi pengertian apa itu kalimat efektif, ciri – ciri kalimat efektif, dan soal – soal contoh kalimat efektif.

Pengertian Kalimat Efektif

Pada beberapa kejadian, seperti contoh di atas, kalimat tidak efektif bisa menimbulkan salah pesan. Akibatnya, pesan dari pembuat gagasa tidak sampai dengan baik. Oleh karena itu, kalimat efektif memiliki peran cukup penting sebagai penyampai pesan secara tepat.

Kalimat efektif biasa digunakan untuk menuliskan tulisan/karya ilmiah. Beberapa contoh karya ilmiah meliputi essay, jurnal, skripsi, dan lain sebagainya. Penggunaan kalimat efektif cukup penting dalam menyampaikan pesan. Tujuannya adalah agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat, jelas, padat, dan mudah dimengerti dan diartikan.

Kalimat efektif adalah jenis kalimat yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan gagasan/pikiran pembicara/penulis kepada pendengar/pembaca dengan baik. Penyusunan kalimat efektif perlu mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar.

Baca Juga: Macam – Macam Majas

Ciri – Ciri Kalimat Efektif

Syarat dari sebuah kalimat efektif adalah logis, tidak ambigu (makna ganda), hemat, dan sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Panduan EYD menurut kemdikbud diberikan seperti pada halaman ini (http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/pedoman_umum-ejaan_yang_disempurnakan.pdf).

Setidaknya ada 8 ciri kalimat efektif yang perlu sobat idschool ketahui. Ciri – ciri kalimat efektif tersebut berserta penjelasannya diberikan pada ulasan di bawah.

1. Kesepadanan Struktur

Ciri kalimat efektif yang pertama adalah kesepadanan. Kalimat dengan kesepadanan setidaknya memenuhi dua unsur pembentuk kalimat. Dua unsur tersebut adalah Subjek (S) dan Predikat (P). Subjek adalah pokok pembicaraan/bahasan yang melakukan aktivitas. Bentuk subjek bisa meliputi orang, benda, atau tempat. Predikat adalah bagian kalimat yang menerangkan kegiatan. Biasanya, bentuk predikat dalam sebuah kalimat berupa kata kerja.

Perhatikan kalimat: Dalam makalah ini membahas kalimat efektif. Perhatikan juga kalimat: Makalah ini membahas kalimat efektif. Sepintas, dua kalimat tersebut memiliki kemiripan. Nyatanya, struktur dari kalimat tersebut berbeda.  

Perhatikan kembali dua contoh kalimat yang diberikan.

Dalam makalah ini membahas kalimat efektif.

  • Dalam makalah ini: keterangan
  • membahas: predikat
  • kalimat efektif: objek

Pada contoh kalimat pertama ini tidak ada subjek. Sehingga, contoh kalimat pertama ini bukan merupakan kalimat efektif.

Contih berikutnya,

Makalah ini membahas kalimat efektif.

  • Makalah ini: subjek
  • membahas: predikat
  • kalimat efektif: objek

Ada unsur subjek dan predikat dalam kalimat. Sehingga, contoh kalimat yang kedua ini merupakan kalimat efektif.

2. Kelogisan Bahasa

Kelogisan adalah suatu gagasan/ide yang dapat diterima oleh akal. Kelogisan bahasa memiliki pengertian kalimat memiliki arti yang bisa diterima oleh akal. Selain itu penting juga untuk memperhatikan bahwa kalimat mudah dipahami. Logis atau tidaknya kalimat dilihat dari segi maknanya, bukan strukturnya. Suatu kalimat dikatakan logis apabila informasi dalam kalimat tersebut dapat diterima oleh akal/nalar.

Contoh kalimat tidak logis:

  • Jalannya macet!
    Bukan jalan yang macet, tetapi lalu lintas kendaraannya
  • Kepada Saudara pemateri, Waktu dan tempat kami persilahkan.
    Yang dipersilahkan seharusnya pemateri, bukan waktu dan tempat

Contoh kalimat logis:

  • Lalu lintas kendaraan macet
  • Saudara pemateri kami persilahkan

Baca Juga: Kata Ganti ~ Pronomina

3. Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata

Kecermatan dalam pemilihan kata diperlukan untuk menghindari makna ganda. Sehingga, kalimat efektif perlu disusun secara cermat. Kecermatan tersebut meluputi pemilihan, penggunaan, dan penempatan kata.

Contoh:

  • Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. → bukan kalimat efektif
    Memiliki dua arti yaitu mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal atau mahasiswa dari perguruan tinggi yang terkenal.
  • Mahasiswa perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah (benar). → kalimat efektif
    Hanya memiliki satu arti yaitu mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal

4. Kehematan Kata

Pengertian kehematan kata adalah tidak boros kata. Caranya dengan menggunakan kata – kata seperlunya. Kehematan kata tidak berarti harus menghilangkan kata – kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Namun, hindari menggunakan kata yang memiliki fungsi sama dalam sebuah kalimat.

Ada beberapa kriteria penghematan, yaitu

  • Menghilangkan pengulangan subjek.
  • Menghindarkan pemakaian hiponimi kata, misalnya: warna merah hanya ditulis merah (karena merah sudah pasti merupakan warna)
  • Menghindari kesinoniman dalam satu kalimat.
  • Menjamak kata – kata yang berbentuk jamak.

Contoh kalimat tidak hemat dan hemat:

  1. Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke pesta itu. (tidak hemat)
    Karena tidak diundang, ia tidak datang ke pesta itu. (hemat)
  2. Ani memakai celana warna biru. (tidak hemat)
    Ani memakai celana biru. (hemat)
  3. Sejak dari pagi dia bersedih. (tidak hemat)
    Sejak pagi dia bersedih. (hemat)
  4. Para murid – murid sedang berlatih baris – berbaris. (tidak hemat)
    Para murid sedang berlatih baris – berbaris. (hemat)

Baca Juga: Teks Eksplanasi

5. Kesejajaran atau Keparalelan

Kesejajaran/keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, jika bentuk pertama menggunakan nomina, maka bentuk kedua dan selanjutnya juga menggunakan nomina. Jika bentuk pertama menggunakan verba, maka bentuk kedua dan seterusnya juga menggunakan verba.

Begitu pun dengan verba. Adanya sebuah kesamaan kata dan imbuhan dalam sebuah kalimat.

Contoh:

  1. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara bertahap. (tidak sejajar/paralel)

Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara bertahap. (sejajar/paralel)

  • Sebastian memancing ikan dan dimasukkan ke dalam jaring. (tidak sejajar/paralel)

Sebastian memancing ikan dan memasukkannya ke dalam jaring. (sejajar/paralel)

6. Kesatuan atau Kepaduan Gagasan

Kesatuan/kepadua gagasan memiliki pengertian bahwa pernyataan dalam suatu kalimat menyampaikan informasi yang tidak terpecah – pecah. Kalimat padu disusun secara jelas dan tidak bertele – tele. Penggunaan kata tentang atau daripada pada kalimat padu biasanya dihindari. 

Contoh kalimat dengan kesatuan atau kepaduan gagasan:

  1. Liputan ini membahas tentang desain interior pada rumah adat. tidak padu
    Liputan ini membahas desain interior pada rumah adat. padu

7. Ketegasan

Sebuah kalimat memerlukan ide/gagasan yang perlu ditonjolkan. Ketegasan pada suatu kalimat merupakan penekanan atau suatu perlakukan menonjol pada ide pokok kalimat. Ada beberapa cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat, yaitu

  • Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di awal kalimat
  • Membuat urutan kata yang bertahap
  • Melakukan pengulangan kata (repitisi)
  • Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
  • Menggunakan partikel penekanan/penegasan

Contoh kalimat dengan ketegasan:

  1. Harapan Presiden adalah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya.
  2. Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta – juta rupiah telah disumbangkan kepada anak – anak terlantar.
  3. Saya suka akan kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
  4. Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan mujur.
  5. Saudaralah yang harus bertanggung jawab.

Baca Juga: Langkah – Langkah Menentukan Ide Pokok

Contoh Soal Kalimat Efektif

Beberapa contoh soal di bawah merupakan soal kalimat efektif. Pelajari lebih lanjut bagaimana materi kalimat efektif dalam bentuk soal. Simak pembahasan contoh soalnya untuk mendapatkan penjelasan bagaimana jawaban yang benar.

Contoh 1: Soal Kalimat Efektif

Perhatikan kalimat berikut!

Bantuan kepada pengungsi yang dalam bentuk daripada bahan makanan sangat dianjurkan.

Perbaikan kalimat tersebut adalah menghilangkan kata ….
A. yang, daripada
B. dalam, sangat
C. bahan, daripada
D. bentuk, makanan

Pembahasan:

Kata hubung yang digunakan untuk menegaskan kata sebelumnya. Pada kalimat di atas, penggunaan kaya hubung yang tidak tepat karena tidak menjelaskan kata sebelumnya.

Daripada digunakan untuk menghubungkan dua hal yang saling bertentangan. Daripada pada kalimat yang diberikan pada soal tidak sesuai dengan fungsinya.

Kalimat tersebut seharusnya: Bantuan kepada pengungsi dalam bentuk bahan makanan sangat dianjurkan.

Jadi, perbaikan kalimat yang benar adalah menghilangkan kata yang dan daripada.

Jawaban: A

Baca Juga: Cara Membuat Essay yang Menarik

Contoh 2: Memperbaiki Kalimat Efektif

Perhatikan Kalimat Berikut!

Selain daripada itu, masih ada satu truk bantuan sembako.

Perbaikan kalimat tersebut yang tepat adalah ….
A. Daripada selain itu, masih ada satu truk bantuan sembako
B. Selain dari itu, masih ada satu truk bantuan sembako.
C. Daripada itu, masih ada satu truk bantuan sembako.
D. Selain itu, masih ada satu truk bantuan sembako.

Pembahasan:

Kata daripada digunakan untuk menghubungkan dua hal yang bertentangan. Sehingga penggunaan kata daripada diantara selain dan itu adalah hal yang tidak tepat. Jadi, perbaikan kalimat yang tepat adalah Selain itu, masih ada satu truk bantuan sembako.

Jawaban: D

Baca Juga: Contoh Struktur Kalimat yang Benar

Contoh 3: Menentukan Kalimat Efektif

Berikut yang termasuk contoh kalimat efektif adalah ….
A. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
B. Kakeknya mengajar ilmu kedigjayaan di perguruan ini.
C. Tahun ini upeti para penggawa kerajaan baru saja dinaikkan.
D. Petapa itu menceritakan pengalaman masa kecilnya.
E. Di pendopo ini kami dipelajarkan berbagai ilmu berbagagi ilmu kedigjayaan.

Pembahasan:

A: Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. → Kalimat ini tidak jelas karena ada akhiran nya yang tidak jelas untuk siapa. Seharunya menjadi Atas perhatian pemirsa, saya ucapkan terima kasih. (bukan kalimat efektif)

B: Kakeknya mengajar ilmu kedigdayaan di perguruan ini. → Kalimat ini tidak jelas karena ada akhiran nya yang tidak jelas untuk siapa. (bukan kalimat efektif)

C. Tahun ini upeti para penggawa kerajaan baru saja dinaikkan. → Penggunaan tahun ini dan baru saja merupakan pemborosan kata (bukan kalimat efektif)

D. Petapa itu menceritakan pengalaman masa kecilnya. → kalimat efektif

E. Di pendopo ini kami dipelajarkan berbagai ilmu kedigjayaan. → Penggunaan dipelajarkan kurang tepat, seharusnya mempelajari. (bukan kalimat efektif)

Jawaban: D

Itulah tadi ulasan mengenai kalimat efektif. Bahasan meliputi pengertian kalimat efektif, syarat kalimat efektif, dan ciri – ciri kalimat efektif. Di bagian akhir juga dilengkapi contoh soal kalimat efektif dalam soal ujian. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Jenis – Jenis Teks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.