Contoh Penggunaan Konjungsi yang Tepat Dalam Kalimat

Konjungsi adalah kata hubung, yaitu suatu kata atau kelompok kata yang menghubungkan dua klausa atau lebih. Contoh konjungsi adalah dan, sejak, tidak … tetapi, namun, dan lain sebagainya. Penggunaan konjungsi yang tepat dalam sebuah kalimat memiliki aturan yang harus diikuti agar menghasilkan kalimat yang sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia.

Penggunaan konjungsi dalam sebuah kalimat adalah untuk menghubungkan dua buah kalimat, frasa, atau kata. Contoh penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat: Jika memiliki waktu luang, saya akan pergi ke perpustakaan. Dalam kalimat contoh tersebut terdapat konjungsi ‘JIKA’ yang termasuk dalam konjungsi subordinatif.

Konjungsi dalam sebuah kalimat harus digunakan sesuai aturan yang berlaku. Penggunaan konjungsi yang tidak tepat dapat menyebabkan struktur kalimat menjadi tidak jelas. Sementara salah satu syarat kalimat efektif adalah memiliki struktur kalimat yang jelas. Contohnya: Jika memiliki waktu luang maka saya akan pergi ke perpustakaan. Kalimat contoh ini tidak efektif karena ada penggunaan kata maka dalam kalimat. Konjungsi JIKA dan MAKA tidak bisa digunakan dalam satu kalimat.

Ada dua jenis konjungsi yang bisa digunakaan dalam sebuah kalimat yaitu konjungsi intrakalimat (koordinatif, subordinatif, dan korelatif) dan konjungsi antarkalimat. Bagaimana cara penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat terdapat pada bahasan di bawah.

Konjungsi Intrakalimat

Konjungsi intrakalimat adalah jenis kata hubung yang terletak dalam suatu kalimat untuk menghubungkan kata, frasa, atau klausa yang berbeda dalam kalimat yang sama. Ada tiga macam kelompok konjungsi intrakalimat yaitu koordinatif (setara), subordinatif (bertingkat), dan korelasi.

1) Konjungsi Koordinatif (Setara)

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi untuk menghubungkan dua unsur gramatikal yang setara dalam suatu kalimat. Penggunaan konjungsi koordinatif terdapat pada kalimat majemuk setara.

Ada empat macam konjungsi koordinatif yaitu penambahan, pemilihan, pelanjutan, pertentangan. Contoh macam kata hubung dari empat macam konjungsi koordinatif terdapat pada tabel berikut.

Jenis Konjungsi
Koordinatif
Contoh kata hubung
Penambahandan, serta, lagi
Pemilihanatau, maupun
Pelanjutankemudian, lalu
Pertentanganpadahal, sedangkan,
tetapi, melainkan
  • Contoh kalimat dengan konjungsi koordinatif:
    • Adik menggeleng-gelengkan kepala dan menyatakan tidak.
    • Saya belum membaca buku itu, tetapi sudah mendengar ceritanya.
    • Saya pergi membeli sembako kemudian membawanya ke rumah nenek.
    • Tari Tanggai dibawakan oleh 5 orang, sedangkan tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 orang.

2) Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah kata hubung yang digunakan pada kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk memiliki induk kalimat dan anak kalimat. Kedudukan induk kalimat dan anak kalimat pada kalimat majemuk bertingkat tidak setara.

Konjungsi subordiantif terdiri dari beberapa macam yaitu konjungsi temporal, kausal, kontrastif, kondisional, tujuan, akibat, dan perbandingan. Apa saja masing-masing konjungsi atau kata hubung yang termasuk dalam konjungsi subordinatif terdapat pada tabel berikut.

Jenis Konjungsi
Subordinatif
Contoh kata hubung
Temporalketika, sebelum, setelah, sementara, sejak,
Kausalkarena, sebab, oleh karena itu
Kontrastifmeskipun, walaupun, tetapi
Kondisionaljika, kalau, seandainya
Tujuanagar, supaya, agar jangan
Akibat (konsekutif)sehingga, maka, sampai
Perban-dinganseperti, seumpama
Penjelasyakni, ialah, artinya

Letak konjungsi subordinatif dalam kalimat berada di depan anak kalimat sehingga dapat berada di awal atau di tengah kecuali konjungsi akibat (sehingga, maka, sampai). Letak konjungsi akibat atau konsekutif selalu berada di tengah.

  • Contoh kalimat dengan konjungsi subordinatif:
    • Rani rajin berlatih sehingga memenangi lomba.
    • Kegiatan belajar siswa dilaksanakan secara online sejak merebaknya Covid-19.
    • Saya akan datang jika mereka mengundang saya.
    • Jika sudah kenyang, saya berhenti makan.
    • Setelah makan malam, Beno akan belajar Bahasa Indonesia.

Note: perlu diperhatikan bahwa saat anak kalimat mendahului induk kalimat, akhir anak kalimat diikuti dengan tanda koma (,).

3) Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah dua kata yang digunakan bersama-sama untuk menghubungkan unsur-unsur gramatikal dalam kalimat. Ada beberapa pasangan konjungsi korelatif yang dapat digunakan dalam sebuah kalimat. Beberapa pasangan kata pada konjungsi korelatif meliputi beberapa contoh berikut.

  • Contoh pasangan kata pada konjungsi korelatif:
    • baik … maupun …
    • antara … dan …
    • demikian … sehingga
    • tidak …, tetapi
    • bukan …, melainkan

Penggunaan konjungsi yang tepat untuk konjungsi korelatif tidak boleh tertukar pasangan katanya. Pasangan kata yang tertukar menjadikan kalimat menjadi tidak efektif.

  • Contoh kalimat dengan konjungsi korelatif:
    • Mobil melaju demikian cepat sehingga sangat sulit dikejar.
    • Kita tidak hanya mendengarkan pembicara, tetapi juga ikut menyampaikan pendapat.

Baca Juga: Ciri-ciri dan Contoh Kalimat Logis

Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat adalah jenis konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya. Karakteristik dari konjungsi antarkalimat adalah selalu berada di awal kalimat dan selalu diikuti tanda koma secara langsung.

Konjungsi antarkalimat terdiri dari tambahan, pertentangan, kebalikan, kenyataan, waktu, penguatan, pengecualian, konsekuensi, akibat/hasil. Beberapa contoh kata dalam konjungsi antarkalimat terdapat pada tabel berikut.

Jenis Konjungsi
Antarkalimat
Contoh kata
Tambahanselain itu, di samping itu
Pertentangannamun, walaupun begitu, akan tetapi
Kebalikansebaliknya
Kenyataansesungguhnya
Waktusebelum itu, sesudah itu
Penguatanmalahan, bahkan
Pengecualiankecuali itu
Akibat/hasiloleh sebab itu, dengan demikian
Kondisisementara itu
  • Contoh kalimat dengan konjungsi antarkalimat:
    • Kami berencana bermain sepak bola sore ini. Namun, hujan deras menggagalkan rencana tersebut.
    • Barcelona berhasil menghentikan ambisi AC Milan untuk melaju ke semifinal. Sebelum itu, Barcelona juga menghentikan langkah Bayern Leverkusen di babak 16 besar Liga Champions.
    • Kakak sedang mempersiapkan ujian akhir. Oleh karena itu, ibu meminta adik untuk tidak berbisik.

Baca Juga: Makna Konotasi dan Denotasi

Contoh soal penggunaan konjungsi yang tepat dan pembahasannya

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman cara penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannys.

Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1

“Tidak sempat” adalah alasan yang paling sering dikemukakan oleh orang yang malas berolahraga. …, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Mereka yang sibuk masih sempat berolahraga. …, kata “tidak sempat” jangan dijadikan alasan untuk malas berolahraga.

Kata penghubung antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
A. akan tetapi, oleh karena itu
B. dengan demikian, mungkin saja
C. oleh karena itu, hanya saja
D. meskipun demikian, hanya saja
E. oleh karena itu, dengan demikian

Pembahasan:
Penggunaan konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian kosong yang pertama pada paragraf tersebut adalah konjungsi antarkalimat yang menyatakan pertentangan. Dengan melihat konteks kalimatnya, konjungsi pertentangan yang dapat digunakan adalah akan tetapi.

Selanjutnya, untuk bagian kosong yang kedua juga berupa konjungsi antarkalimat. Dengan melihat kalimat sebelum dan setelahhnya dapat disimpulkan bahwa konjungsi yang tepat untuk mengisi bagian kosong adalah konjungsi yang menyatakan akibat/hasil yaitu dengan demikian.

Jadi, penggunaan konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah oleh karena itu, dengan demikian.

Jawaban: A

Contoh 2

(1)Sejak terjadinya wabah penyakit Covid-19 problematika sampah dan limbah medis menjadi tantangan utama bagi masyarakat dan lingkungan. (2) Tingginya angka penggunaan alat pengamanan diri kesehatan, masker, sarung tangan, dan peralatan kesehatan lainnya membuat limbah medis meningkat secara drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (3) … penumpukan sampah medis tentu tidak dapat dihindari. (4) Upaya penanganan limbah yang kurang optimal akan berefek besar bagi lingkungan. (5)Saat ini banyak rumah sakit yang belum memiliki tehnologi pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun. …

Kata sambung yang paling tepat melengkapi kalimat (3) adalah …. (soal UTBK 2022)
(A) bahkan
(B) akibatnya
(C) selanjutnya
(D) selain itu
(E) sementara itu

Pembahasan:
Penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat dapat dilakukan dengan melihat konteks kalimatnya.

Dengan melihat kalimat sebelumnya dapat disimpulkan bahwa konjungsi yang dapat digunakan adalah konjungsi antarkalimat. Kalimat (3) menyatakan dampak atau akibat yang timbul karena pernyataan pada kalimat (2). Sehingga, konjungsi yang dapat digunakan adalah akibatnya.

Jadi, kata sambung yang paling tepat melengkapi kalimat (3) adalah akibatnya.

Jawaban: B

Demikianlah tadi ulasan mengenai contoh punggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.