Isomer Senyawa Hidrokarbon

By | August 26, 2019

Isomer Senyawa Karbon – Deret panjang rangkaian karbon dan hidrogen membentuk rumus senyawa kimia yang biasa disebut sebagai senyawa hidrokarbon. Beberapa susunan atom dalam senyawa hidrokarbon memiliki rumus molekul yang sama dengan jumlah atom sama, namun susunan atomnya berbeda.  Perbedaan susunan atom tersebut membuat senyawa memiliki sifat yang berbeda. Perbedaan susunan atom dalam senyawa hidrokarbon ini dibahas dalam materi isomer.

Sebelumnya, sedikit mengingat kembali atom karbon (C, nomor atom 6) dan atom hidrogen (H, nomor atom 1). Atom karbon (C) memiliki 4 elektron valensi sehingga atom karbon (C) dapat membentuk empat buah ikatan kovalen dengan atom – atom yang lain, misalnya pada senyawa CH4. Atom karbon juga dapat berikatan dengan atom karbon yang lain membentuk rantai karbon. Ikatan atom karbon dengan atom karbon yang lain tersebut dapat membentuk rantai panjang lurus, bercabang, maupun melingkar membentuk senyawa siklis.

Gambar Senyawa Hidrokarbon

Apa itu isomer? Apa saja macam – macam isomer? Sobat idschool dapat menyimak jawaban dari pertanyaan tersebut pada ulasan di bawah.

Apa itu Isomer?

Isomer adalah dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus kimia sama tetapi mempunyai struktur yang berbeda. Secara garis besar isomer dibagi menjadi dua, yaitu isomer struktur, dan isomer geometri.

Pengertian Isomer

Sebagai gambaran, misalnya senyawa hidrokarbon dengan jumlah karbon sebanyak 4 atau yang dikenal sebagai butana. Senyawa hidrokarbon dengan rumus senyawa C4H10 terdiri atas ikatan kimia dari 4 karbon (C) dan 10 hidrogen (H). Posisi 4 karbon yang berikatan membentuk senyawa dengan rantai lurus maka nama senyawa hidrokarbon tersebut adalah n – butana. Namun dengan komposisi jumlah atom yang sama dapat memiliki struktur yang berbeda, misalnya pada senyawa hidrokarbon 2 – metil – propana.

Isomer Senyawa Hidrokarbon

Meskipun memiliki jumlah atom yang sama yaitu 4 atom karbon dan 10 atom hidrogen, namun perbedaan struktur atom senyawa hidrokarbon tersebut membuat senyawa hidrokarbon memiliki sifat yang berbeda.

Selanjutnya, sobat idschool dapat menyimak ulasan apa saja macam – macam isomer dalam senyawa karbon pada pembahasan berikut ini.

Baca Juga: Senyawa Hidrokarbon – Alkana Alkena Alkuna

Macam – Macam Isomer

Perbedaan susunan atom dalam senyawa hidrokarbon dikelompokkan dalam beberapa macam jenis yang dilihat dari posisi, struktur, atau penempatan di dalam ruang (stereoisomer). Macam – macam isomer yang akan diulas di bawah meliputi isomer struktur dan isomer geometri. Dalam isomer struktur terdiri atas isomer rangka, posisi, dan gugus fungsi. Sedangkan dalam isomer struktur geometri terdapat bentuk cis dan trans.

Penjelasan macam – macam isomer lebih lanjut dapat disimak pada pembahasan di bawah.

1. Isomer Struktur

Isomer struktur adalah senyawa dengan rumus molekul sama namun memiliki bentuk struktur yang berbeda. Perbedaan struktur pada isomer struktur dapat dikarenakan kerangka, posisi, atau gugus fungsi yang berbeda. Sehingga, macam – macam isomer struktur meliputi tiga jenis isomer yaitu isomer rangka, isomer posisi, dan isomer gugus fungsi.

Isomer Rangka: adalah senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi kerangkanya berbeda. Contoh isomer rangka terdapat pada isomer alkana, alkena, dan alkuna. Senyawa alkana paling rendah yang dapat memiliki isomer yaitu butana (C4H10). Untuk senyawa alkena, alkena paling rendah yang memiliki isomer yaitu butena (C4H8). Sedangkan senyawa alkuna, alkuna paling rendah yang memiliki isomer yaitu butuna (C4H6).

  1. Isomer Alkana: Butana (C4H10).
    • n – butana: CH3 – CH2 – CH2 – CH3
    • 2 – metil propana
      2 - metil - propana
  2.  
  3. Isomer Alkena: Pentena (C5H10)
    • 1 – pentena: CH2 = CH – CH2 – CH2 – CH3
    • 3 – metil – 1 – butena
      3-metil-1-butena
    • 2 – metil – 1 – butena
      2 - metil – 1 – butena
  4.  
  5. Isomer Alkuna: Pentuna (C5H8)
    • 1 – pentuna: CH \equiv C – CH – CH2 – CH3
    • 3 – metil – 1 – butuna:
      3 - metil - 1 - butuna
 

Isomer Posisi: adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. Contoh isomer posisi terdapat pada senyawa alkena dan alkuna.

  1. Isomer Alkena: Butena (C4H8)
    • 1 – butena: CH2 \equiv CH – CH2 – CH3
    • 2 – butena: CH3 – CH \equiv CH – CH3
     
  2. Isomer Alkuna: Butuna(C4H6)
    • 1 – butuna: CH \equiv C – CH2 – CH3
    • 2 – butuna: CH3 – C \equiv C – CH3

Isomer Gugus Fungsi: adalah senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Contoh isomer gugus fungsi terdapat pada alkuna dan alkadiena, ethanol dan dimethyl ether.

  1. Propuna (C3H4)
    • propuna: CH \equiv C – CH3
    • 1, 2 – propadiena: CH2 = C = CH2
  2.  
  3. C2H6O
    • dimethyl ether
      Isomer Gugus Fungsi - Dimethyl ether
    • Ethanol
      Ethanol - Contoh Isomer Gugus Fungsi

Baca Juga: Reaksi Redoks (Reduksi – Oksidasi)

2. Isomer Geometri

Isomer geometri adalah senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur ruangnya berbeda. Isomer geometri terjadi karena ketegaran dalam molekul. Bentuk isomer geometri hanya terdapat pada senyawa alkena dan siklik. Bentuk isomer geometri pada alkena berupa bentuk cis dan trans.

Karakteristik isomer cis dan trans:

  1. Isomer cis: isomer di mana atom atau gugus atom sejenis terletak pada sisi yang sama.
  2. Isomer trans: isomer di mana atom atau gugus atom sejenis terletak pada sisi berseberangan.

Contoh isomer geometri diberikan seperti beberapa senyawa berikut.

  1. trans 3 – metil – 2 – pentena
    trans 3-metil-2-pentena
  2.  
  3. cis 3 – metil – 2 – pentena
    cis-3-metil-2-pentena

Demikianlah tadi ulasan materi isomer senyawa karbon, meliputi bahasan pengertian dan macam – macam isomer senyawa karbon. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Ikatan Kimia (Ion, Kovalen, dan Logam)