Manfaat Kultur Jaringan

By | July 14, 2020

Kultur jaringan merupakan salah satu cara mengembangbiakan tumbuhan secara modern. Teknik perkembangbiakan ini dilakukan dengan cara memisahkan bagian tanaman kemudian menumbuhkan secara aseptis (bebas hama) di dalam atau di atas medium budidaya. Bagian tanaman yang dipisahkan dan dikembangkan dalam kultur jaringan disebut eksplan. Bagian tanaman tersebut dapat berupa jaringan tanaman seperti jaringan mesofil atau kambium. Contoh bagian tumbuhan yang dapat dikembangkan melalui kultur jaringan adalah potongan daun, bonggol, potongan akar, biji, bunga, dan beberapa bagian tanaman lainnya.

Prinsip dari pengembangbiakan tumbuhan melalui teknik jaringan didasarkan pada teori sel. Teori sel tersebut menyatakan bahwa sel memiliki sifat totipotensi dan autonom. Teori totipotensi sel menyatakan bahwa setiap sel berpotensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu lengkap seperti induknya. Autonom menyatakan sifat sel yang dapat mengatur aktivitas yang dilakukannya sendiri, seperti melakukan metabolisme. Proses perkembangbiakan tumbuhan melalui tahapan – tahapan yang terdiri dari pembuatan media, inisiasi (pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan), sterilisasi, multiplikasi (memperbanyak calon tanaman), pengakaran (pertumbuhan akar), dan aklimatisasi (memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptik).

Manfaat Kultur Jaringan

Manfaat utama kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tumbuhan baru dalam jumlah banyak dengan waktun relatif singkat. Serta, teknik kultur jaringan mampu menghasilkan keturunan dengan sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan tumbuhan induknya. Selain itu ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari metode perkembangbiakan tumbuhan ini. Apa saja manfaat kultur jaringan beserta penjelasannya dapat dicari tahu melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Apa Itu Metabolisme?

Menghasilkan tanaman yang memiliki sifat seragam dan dalam jumlah besar

Metode kultur jaringan merupakan cara alternatif untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat. Teknik pengembangbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan dapat dilakukan sepanjang waktu, tidak dipengaruhi oleh musim. Salah satu tahapan dalam metode ini menggunakan in vitro.

Teknik in vitro adalah kultur organ atau sel pada medium pertumbuhan yang mengandung nutrisi di dalam suatu wadah terbuat dari kaca/gelas (erlenmeyer, botol kaca). Teknik ini bertujuan agar dapat mengontrol kondisi lingkungan. Teknik perkembangbiakan dengan kultur jaringan berasal dari eksplan saru induk. Kondisi ini membuat keturnannya memiliki sifat yang sama dengan induknya.

Hasilnya, kultur jaringan mampu menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan seragam.

Baca Juga: Sistem Pengolahan Limbah Cair dengan Lumpur Aktif

Menghasilkan tanaman yang bebas virus

Virus dapat mengganggu pertumbuhan tumbuhan, bahkan dapat mengakibatkan berakhirnya usia tumbuhan. Beberapa virus yang merugikan tersebut diantaranya adalah Tobacco mosaic virus (TMV),  Rice tungro bacilliform virus (RTBV), Tomato spotted wilt virus (TSWV), Tomato yellow leaf curl virus (TYLCV), Cucumber mosaic virus (CMV), dan Potato virus Y (PVY). Keberadaan virus – virus tersebut dapat menimbulkan kerugian tentunya.

Perkembangbiakan benih tanaman melalui kultur jaringan dapat menghasilkan tanaman yang bebas virus. Kultur jaringan tanaman diusahakan untuk menanam eksplan berupa bagian tanaman, jaringan sel, sub selular secara in vitro untuk tujuan tertentu. Teknik kultur jaringan adalah suatu teknik untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan dan organ yang ditumbuhkan dalam kondisi aseptik (bebas hama). Sehingga bagian – bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang utuh lagi. Metode ini selain digunakan untuk perbanyakan tanaman, juga digunakan untuk mengeliminasi virus.

Baca Juga: Jenis Narkoba Menurut Efeknya

Melestarikan sifat tanaman induk

Hasil tanaman baru dari perkembangbiakan kultur jaringan adalah jumlahnya yang banyak (dalam waktu singkat) dan sereagam. Sebagai upaya mewujudkan konservasi dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, negara – negara di seluruh dunia mengadopsi beberapa pendekatan yang berbeda untuk mengelola hutan dan keanekaragaman hayati yang ada. Kultur jaringan dengan teknik in vitro tanaman merupakan upaya perbanyakan vegetatif konvensional.

Melestarikan plasma nutfah

Plasma nutfah merupakan substansi pembawa keturunan yang dapat berupa sebagian atau utuh bagian dari suatu tumbuhan atau hewan. Plasma nutfah sangat berharga dalam pengembangan teknologi. Beberapa ahli memanfaatkan teknologi untuk mengambil plasma nutfah dari negara lain yang masih belum bisa mengembangkan plasma nutfah dengan baik. Kondisi ini memungkinkan sebagai upaya melestarikan plasma nuftah.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pengmbangan tanaman dengan kultur jaringan. Sayangnya, teknik ini perlu modal besar dan ilmu khusus yang perlu dipelajari dengan baik. Sehingga belum memungkinkan untuk semua orang dapat melakukan pengembangbiakan tumbuhan ini.

Demikianlah tadi bahasan mengenai manfaat kulltur jaringan. Beberapa manfaatnya diantara lain adalah untuk menghasilkan tanaman yang memiliki sifat seragam dan dalam jumlah besar, menghasilkan tanaman yang bebas virus, melestarikan sifat tanaman induk, serta melestarikan plasma nutfah. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Bioteknologi Konvensional dan Modern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.