Perkembangbiakan Virus: Daur Litik dan Lisogenik

By | June 22, 2019

Perkembangan virus meliputi dua daur yaitu daur litik dan daur lisogenik. Untuk berkembang biak dan memperbanyak diri, virus memerlukan sel hidup. Bentuk sel hidup tersebut dapat berupa sel manusia, sel hewan, sel tumbuhan, atau sel mikroorganisme. Ada dua daur perkembangan virus yang akan dibahas di sini, yaitu daur litik dan daur lisogenik.

Sebelum ke bahasan terkait perkembangan virus, ingat kembali struktur virus. Pada tubuh bakteriofage tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor. Kepala virus berbentuk polyhedral (segi banyak) yang di dalamnya mengandung DNA atau RNA saja. Dari kepala muncul tubus atau selubung memanjang yang dinamakan sebagai ekor virus. Ekor ini bertugas sebagai alat penginfeksi. Bagian antara kepala dan ekor memiliki selubung yang disebut kapsid. Kapsid tersusun atas molekul-molekul protein, oleh sebab itu disebut sebagai selubung protein atau pembungkus protein, fungsinya sebagai pelindung asam nukleat (DNA dan RNA), dapat membantu menginfeksi virus ke sel inangnya dan menentukan macam sel yang akan dilekati.

Perkembangbiakan Virus

Bagian penting dalam perkembangan virus adalah DNA dan RNA. Setelah proses infeksi melalui ekor virus, DNA dan RNA akan bertanggung jawab pada perkembangbiakan virus. Simak lebih lanjut materi perkembangan virus yang meliputi daur litik dan daur lisogenik pada masing – masing bahasan di bawah.

Baca Juga: Struktur, Sifat, dan Senyawa Penyusun Virus

Replikasi Virus – Daur Litik

Perkembangbiakan virus atau replikasi virus untuk siklus litik merupakan siklus reproduksi pada virus yang puncaknya ditandai dengan matinya sel inang. Pada saast dinding sel inang yang telah terinfeksi pecah/litik, virus – virus baru yang terbentuk di dalam sel inang akan keluar. Kemudian virus – virus baru tersebut siap untuk menginfeksi sel inang yang baru.

Daur litik atau siklus litik pada virus bakteriofage dimulai ketika ekor bakteriofage menancap pada bagian luar permukaan sel inang. Selanjutnya, pembungkus ekor akan masuk lebih dalam menembus membran sel. Melalui ekor tersebut, virus menyuntikkan DNA virus ke dalam sel inang. Sekali DNA virus masuk, sel inang mulai mengartikan gen – gen virus. Salah satu gen pertama yang diartikan oleh sel inang adalah gen untuk menghasilkan enzim penghancur DNA sel inang sendiri.

Setelah DNA sel inang hancur, kemudian DNA virus mengambil alih metabolisme sel inang DNA virus. Selanjutnya, DNA virus memerintahkan berlangsungnya metabolisme sel inang untuk membentuk komponen virus. Sehingga dapat terbentuklah virus – virus baru di dalam sel inang.

Akhirnya, gen dalam DNA virus memerintahkan metabolisme sel inang untuk memproduksi enzim lisozim yang dapat merusak dinding sel bakteri sehingga pecah/litik. Kemudian, virus – virus baru tersebut akan keluar dari dalam sel inang.

Berikut ini adalah tahapan perkembangan virus untuk daur litik:

Tahapan Daur Litik pada Perkembangbiakan Virus

Adsorbsi (penempelan): ditandai dengan adanya ujung ekor virus yang menempel/melekat pada dinding sel inang. Setelah berhasil menempel pada sel inang, kemudian virus mengeluarkan enzim lisozim/enzim penghancur untuk membentuk lubang pada dinding bakteri atau inang.

Injeksi/penetrasi: virus tersebut kemudian menginjeksikan DNA ke dalam sel bakteri. Hanya DNA virus yang masuk ke dalam sel inang. Bagian virus lain tetap tertinggal di luar sel dan selanjutnya akan terlepas dan tidak berfungsi lagi.

Sintesis/Eklifase: DNA virus yang telah diinjeksikan ke sel inang akan menghancurkan DNA sel inang dan kemudian DNA virus mengambil alih peran DNA sel inang. DNA virus akan mereplikasi diri berulang-ulang dengan cara menggandakan diri dalam jumlah yang banyak. Pada tahap ini terbentuk komponen virus seperti kepala, ekor, dan serabut ekor virus.

Perakitan/Pembentukan: bagian – bagian kapsid kepala, ekor, dan rambut ekor virus yang mula-mula terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus kemudian DNA virus masuk ke dalamnya. Terbentuklah tubuh virus yang utuh.

Litik: sel inang mati dan dinding sel inang pecah, kemudian virus – virus baru pun keluar dan siap menginfeksi sel inang yang lain.

Gambar siklus litik pada perkembangbiakan virus dapat dilihat seperti berikut.

Siklus litik pada perkembangbiakan virus

Baca Juga: Cara Menyusun Laporan Hasil Observasi

Replikasi Virus – Daur Lisogenik

Perkembangbiakan virus atau replika virus yang kedua adalah daur lisogenik atau siklus lisogenik. Pada siklus lisogenik atau tenang, sel inang tidak segera mengalami litik/pecah. Asam nukleat virus yang menginfeksi sel inang mereplikasi diri dalam sel – sel bakteri, dari satu generasi ke generasi yang lain.

Meskipun demikian, virus baru yang terbentuk pada siklus secara mendadak menjadi virulen pada suatu generasi berikutnya dan menyebabkan lisis pada sel inangnya.

Sama seperti pada siklus litik, tahap awal dari siklus lisogenik diawali melalui virus bakteriofage menempel pada dinding sel inang. Kemudian, DNA virus masuk pada sel inang melalui ekor virus. Selanjutnya, DNA virus menyisip ke dalam DNA bakteri.

Pada siklus lisogenik, DNA virus bersifat laten (tidak aktif membelah), DNA baru tersebut dinamakan profage. Profage kemudian mengadakan replikasi. Apabila keadaan lingkungan menguntungkan, profage akan memasuki tahap selanjutnya, yakni siklus litik.

Secara singkat, tahapan perkembangan virus untuk daur lisogenik diberikan seperti tahapan berikut.

Tahapan daur lisogenik

Pada daur lisogenik juga mengalami fase yang sama dengan daur litik, yaitu melalui fase adsorbsi dan fase injeksi. Selanjutnya, akan mengalami fase-fase berikut.

Penggabungan: DNA sel inang yang terinfeksi DNA virus mengakibatkan benang ganda berpilin DNA sel inang menjadi putus. Selanjutnya, DNA virus menyisip di antara putusan dan menggabung dengan benang bakteri.
DNA virus yang menjadi satu dengan DNA sel inang menjadi tidak aktif (disebut profage). Akibatnya, sel inang yang terinfeksi akan memiliki DNA virus.

Pembelahan: saat DNA bakteri melakukan replikasi, maka DNA virus yang tidak aktif (profage) juga ikut melakukan replikasi. Jumlah profage DNA virus akan mengikuti jumlah sel inangnya.

Sintesis: dalam keadaan tertentu, jika DNA virus yang tidak aktif (profage) terkena zat kimia tertentu atau terkena radiasi tinggi, maka DNA virus akan menjadi aktif kemudian dapat menghancurkan DNA sel inang dan akan memisahkan diri. Selanjutnya, DNA virus tersebut mensintesis protein sel bakteri (inangnya) untuk digunakan sebagai kapsid bagi virus – virus baru dan sekaligus melakukan replikasi diri menjadi banyak.

Perakitan: kapsid – kapsid dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, yang berfungsi sebagai selubung virus. Kapsid baru virus terbentuk dan DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus – virus baru.

Litik: setelah terbentuk bakteri virus baru terjadilah litik/pecah sel. Virus – virus baru yang terbentuk berhamburan keluar sel inang dan siap untuk menyerang sel inang baru.

Gambar siklus lisogenik dapat dilihat seperti berikut.

Siklus Lisogenik pada Perkembangbiakan Virus

Demikian tadi ulasan terkait materi perkembangbiakan virus yang meliputi daur litik/siklus litik dan daur lisogenik/siklus lisogenik. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Peran Virus dalam Kehidupan