Pola Permukiman Penduduk dan Faktor yang Mempengaruhinya

Ada beberapa pola permukiman penduduk yang dilihat dari bentuknya yaitu menyebar, memusat, dan memanjang. Adanya pola permukiman yang terbentuk di suatu daerah dikarenakan adanya faktor yang mempengaruhinya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pola permukiman penduduk di antaranya adalah relief/bentuk permukaan bumi, tingkat kesuburan tanah, keadaan iklim, dan kultur/budaya penduduk.

Permukiman merupakan tempat bagi penduduk untuk tinggal dan melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi alam dan aktivitas penduduk mempengaruhi bentuk penyebaran penduduk yang dapat dilihat dari bentuk pola permukiman. Pengertian penduduk sendiri adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus/kontinu.

Pengertian Penduduk

Baca Juga: Teori Apungan Benua oleh A. L. Wegener

Bagaimana bentuk pola permukiman menyebar dan memusat? Bagaimana bentuk pola permukiman memanjang? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

3 Bentuk Pola Permukiman Penduduk

Pola permukiman penduduk adalah bentuk umum sebuah permukiman penduduk yang terlihat mengikuti suatu bentuk pola tertentu. Di setiap daerah, permukiman penduduk dapat memiliki bentuk yang berbeda-beda. Kondisi tersebut normal terjadi karena setiap daerah memiliki karakteristik sendiri.

Ada tiga bentuk pola permukiman penduduk yaitu tersebar/terpencar, terpusat, dan lurus/linear. Bentuk dari ketiga pola permukiman tersebut sesuai dengan namanya. Terbentuknya pola-pola tersebut dapat dikarenakan karakteristik penduduk, kondisi lingkungan, atau dapat juga karena faktor lainnya.

Pola Permukiman Penduduk

1) Pola Permukiman Memanjang/Menjalur (linear)

Pola pemukiman linear atau memanjang/menjalur adalah bentuk pemukiman yang dibangun berderetan. Pemukiman yang terbentuk antara satu dengan yang lainnya berdekatan secara menyamping ke/dari kiri/kanan. Bentuk pola biasanya mengikuti suatu obyek yang bersifat tetap seperti jalan, rel kereta, sungai, pantai, danau dan lain sebagainya.

Sehingga, permukiman memanjang/menjalur biasanya dapat dijumpai di sepanjang jalan, sepanjang rel kereta, mengikuti sepanjang garis pantai, atau sepanjang obyek tetap lainnya.

2) Pola Permukiman Memusat

Bentuk pola pemukiman terpusat atau memusat/mengelompok berupa permukiman yang saling berdekatan antara satu dengan yang lain. Permukiman penduduk memusat biasanya juga dapat disebabkan keinginan untuk mendekat sumber-sumber penghidupan seperti sumber mata air.

Pola permukiman penduduk dengan bentuk memusat dapat dijumpai di desa. Penduduk yang tinggal di permukiman terpusat biasanya masih memiliki hubungan kekerabatan atau hubungan pekerjaan. Bentuk pola permukiman terpusat memungkinkan dan sangat membantu penduduknya untuk saling berkomunikasi dengan mudah.

3) Pola Permukiman Menyebar

Pola pemukiman menyebar atau tersebar/terpencar adalah pemukiman yang dibangun saling berjauh. Pola pemukiman ini cukup umum ditemukan di desa yang baru berkembang atau di sekitar wilayah curam pegunungan. Bentuk pola permukiman menyebar juga sering dijumpai pada daerah-daerah yang kandungan sumber daya alamnya terbatas.

Baca Juga: Teori Pembentukan Muka Bumi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bentuk Pola Permukiman Penduduk

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam mendirikan dan menempati suatu permukiman. Seseorang yang ingin tinggal di tempat yang sepi maka akan cenderung tinggal di permukiman yang jauh dari jalan besar, begitu juga sebaliknya. Sekelompok orang di desa memilih tinggal berdekatan dengan sanak saudara untuk mempererat tali kekeluargaan. Alasan-alasan tersebut dapat menjadi salah satu faktor penyebab terbentuknya suatu pola permukiman penduduk.

Terbentuknya pola permukiman penduduk dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi pola permukaan penduduk antara lain bentuk permukaan bumi, keadaan tanah, iklim, keadaan ekonomi, dan kultur penduduk.

Bentuk permukaan bumi:
Setiap daerah memiliki bentuk dataran yang berbeda-beda seperti gunung, pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan sebagainya. Kondisi daerah yang berbeda akan membuat aktivitas penduduk juga berbeda. Sebagai contoh, wilayah pantai banyak dilakukan aktivitas mencari ikan oleh nelayan. Contoh lain, di daerah subur banyak dilakukan aktivitas bercocok tanam oleh petani. Pola kehidupan yang berbeda akan membuat penduduk membuat suatu pola permukiman sesuai lingkungan yang ditempatinya.

Keadaan tanah:
Keadaan tanah meliputi kondisi tanah, apakah subur atau tandus. Lahan yang subur dapat menjadi sumber penghidupan penduduk dengan dijadikan lahan pertanian atau semacamnya. Penduduk biasanya akan hidup mengelompok di dekat sumber penghidupan tersebut, dalam hal ini tanah yang subur.

Iklim:
Iklim meliputi curah hujan, intensitas cahaya matahari, suhu udara, dan sebagainya. Setiap daerah memiliki iklim yang berbeda, misalnya iklim daerah khatulistiwa berbeda dengan iklim di daerah kutub. Perbedaan iklim akan membuat kesuburan tanah dan keadaan alam di setiap daerah menjadi berbeda-beda yang akan membuat pola permukiman penduduk juga berbeda.

Keadaan ekonomi:
Kegiatan ekonomi berhubungan dengan aktivitas penduduk yang menghasilkan uang. Aktivitas tersebut biasanya dapat diperoleh di kawasan penting seperti pusat perkantoran, pasar, atau sekolah. Seseorang cenderung akan menempati permukiman yang dekat dengan aktivitas-aktivitas di tempat tersebut dan membentuk suatu pola permukiman.

Kultur penduduk:
Kultur penduduk di Indonesia berhubungan dengan keberadaan suku-suku. Penduduk yang masih tradisional biasanya memiliki bentuk pola permukiman yang cenderung terisolir dari permukiman lain, misalnya suku Badui. Permukiman di daerah tersebut umumnya hanya diperuntukkan bagi mereka yang masih anggota suku atau yang masih berhubungan darah.

Baca Juga: Macam-Macam Tenaga Pembentuk Permukaan Bumi

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasan soal. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Mengenali Bentuk Pola Permukiman Penduduk

Pola pemukiman desa menyesuaikan kondisi fisik lingkungan. Salah satu pola pemukiman di desa yaitu pola pemukiman memanjang di tepi sungai. Pola pemukiman tersebut memiliki resiko .…
A. Fasilitas umum yang kurang memadai
B. Rawan banjir saat musim hujan
C. Angka kriminalitas reltif tinggi
D. Tingkat kepadatan penduduk tinggi
E. Aktivitas ekonomi penduduk beragam

Pembahasan:
Bentuk permukiman di sepanjang sungai biasanya akan mengikuti bentuk aliran sungai. Meskipun memiliki manfaat dekat dengan sumber air, namun permukiman yang dekat dengan aliran sungai juga memiliki resiko.

Pada waktu hujan, sungai menjadi tempat muara air dari berbagai sumber sehingga aliran sungai dapat meluap ke permukiman. Sehingga, salah satu resiko permukiman di sepanjang aliran sungai adalah rawan terkena banjir saat musim hujan. Selain itu, ada juga resiko lain dari permukiman di sepanjang  sungai seperti rawan terjangkit penyakit terutama demam berdarah dan diare karena sumber mata air untuk minum yang kurang baik.

Jadi, pola pemukiman tersebut memiliki resiko rawan banjir saat musim hujan.

Jawaban: B

Contoh 2- Pola Permukiman Penduduk

Pola keruangan permukiman desa di Pulau Kalimantan adalah ….
A. memusat di daerah pertanian
B. menyebar di daerah pertanian
C. memanjang mengikuti sungai
D. melingkar mengikuti danau
E. memanjang mengikuti garis pantai

Pembahasan:
Pulau Kalimantan banyak memiliki sungai-sungai besar seperti Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Daerah permukiman di dekat sungai akan mengikuti bentuk aliran sungai tersebut, sehingga terbentuklah pola memanjang.

Jadi, pola keruangan permukiman desa di Pulau Kalimantan adalah memanjang mengikuti sungai.

Jawaban: C

Contoh 3 – Pola Permukiman Penduduk

Contoh Pola Permukiman Penduduk Bentuk Linear/Memanjang

Pola pemukiman desa yang terbentuk seperti pada gambar adalah ….
A. pola mengelompok
B. pola memanjang
C. pola tersebar
D. pola memusat
E. pola melingkar

Pembahasan:
Pemukiman desa pada gambar yang diberikan pada soal berbentuk deret memanjang dan mengikuti jalur sungai. Bentuk pola berupa dertan pemukiman ke/dari kiri/kanan disebut dengan pola memanjang.

Jadi, pola pemukiman desa yang terbentuk pada gambar adalah pola memanjang.

Jawaban: B

Contoh 4 – Pola Permukiman Penduduk

Perhatikan pola permukiman berikut!

Pola Permukiman Memusat

Dampak positif pola permukiman seperti gambar adalah ….
A. meningkatnya akseslbilitas wilayah
B. mempererat hubungan kekerabatan antarwarga
C. mengurangi penggunaan lahan produktif
D. memengaruhi pola permukiman di luar wilayah
E. mengembangkan kompleks permukiman mandirispace

Pembahasan:
Bentuk pola permukiman yang diberikan pada soal adalah pola mengelompok atau terpusat (nucleated). Tipe pola permukiman tersebut pada umumnya akan mendekati persimpangan jalan atau sumber mata air seperti muara sungai.

Salah satu tujuan dari permukiman dengan pola memusat adalah memungkinkan komunikasi menjadi lebih mudah. Adanya komunikasi yang lancar dan baik akan membuat seseorang menjadi semakin akrab. Sehingga, bentuk pola permukiman memusat dapat mempererat hubungan antar penduduknya.

Jadi, dampak positif pola permukiman seperti gambar adalah mempererat hubungan kekerabatan antarwarga.

Jawaban: B

Demikianlah tadi ulasan pola permukiman penduduk dan faktor yang mempengaruhinya. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Tokoh-Tokoh Geografi Beserta dengan Kontribusinya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.