Respirasi Aerob dan Anaerob

By | January 25, 2020

Respirasi aerob dan anaerob adalah dua jenis respirasi yang dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya oksigen dalam proses respirasi. Dalam proses respirasi yang melibatkan oksigen di dalamnya disebut sebagai respirasi aerob. Sedangkan proses respirasi yang tidak melibatkan oksigen di dalam prosesnya disebut sebagai respirasi anaerob. Respirasi sendiri merupakan contoh peristiwa katabolisme yaitu reaksi penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana dengan membebaskan energi.

Bagaimana mekanisme respirasi aerob dan anaerob? Apa perbedaan respirasi aerob dan anaerob? Simak ulasannya melalui bahasan materi respirasi aerob dan anaerob berikut. Jangan lewatkan juga contoh soal respirasi aerob dan anaerob yang biasa diberikan pada soal ujian.

Respirasi Aerob

Respirasi Aerob adalah reaksi katabolisme yang memerlukan reaksi katabolisme yang memerlukan oksigen dalam prosesnya. Hasil dari reaksi aerob adalah energi dengan jumlah yang besar berupa ATP. Respirasi aerob digambarkan dengan reaksi pemecahan 1 molekul glukosa dan 6 molekul oksigen menjadi 6 molekul karbon dioksida, 6 molekul air dan 38 ATP melalui 4 tahapan.

Keempat tahapan dalam respirasi aerob tersebut meliputi glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, daur/siklus krebs, dan transpor elektron.

  • Glikolisis: tahapan pengubahan glukosa (C6) menjadi asam piruvat (C3)
    Tempat: sitoplasma
    Substrat: 1 molekul glukosa
    Hasil: 2 molekul asam piruvat, 2 molekul ATP dan 2 molekul NADH
  • Dekarboksilasi oksidatif: pengubahan asam piruvat (C3) menjadi 2 asetil koA, 2 NADH, dan 2 CO2.
    Tempat: matriks mitokondria
    Substrat : 2 molekul asam piruvat
    Hasil : 2 molekul asetil Ko–A, 2 molekul karbon dioksida, dan 2 molekul NADH
  • Siklus krebs: reaksi penyatuan asetil Ko–A dengan asam oksaloasetat menghasilkan Ko–A, 6 NADH, 2 FADH2, dan 4 CO2.
    Terjadi di : matriks mitokondria
    Substrat : 2 molekul asetil koA
    Hasil : 2 molekul ATP, 4 molekul karbon dioksida, 6 molekul NADH dan 2 molekul FADH2
  • Transfer elektron: reaksi reduksi atau oksidasi NADH dan molekul FADH2 yang menghasilkan ATP dan H2O.
    Tempat: krista mitokondria
    Substrat: 10 molekul NADH, 2 molekul FADH2
    Hasil : 34 ATP dan 6 molekul air/H2O

Bahasan berikutnya adalah jenis respirasi yang tidak melibatkan oksigen dalam prosesnya, yaitu respirasi anaerob.

Baca Juga: Materi Lengkap 4 Tahapan Respirasi Aerob

Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob adalah respirasi yang tidak memerlukan oksigen pada prosesnya. Tempat terjadinya respirasi anaerob berada pada sitoplasma. Tujuan dari respirasi anaerob adalah mengurai senyawa organik. Pada prosesnya, respirasi anaerob terdiri atas dua tahap yaitu glikolisis dan fermentasi. Adanya tahapan glikolisis, membuat kesamaan antara respirasi anaerob dengan aerob, yaitu sama – sama mengalami proses glikolisis. Pada fermentasi, proses yang terjadi adalah produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tidak ada oksigen).

Bagan Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob dicontohkan melalui fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat.

  • Fermentasi alkohol adalah proses biologi di mana gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa diubah menjadi energi seluler yang menghasilkan etanol dan karbon dioksida sebagai produk sampingan.
    Tempat: sitoplasma sel tumbuhan dibantu dengan jamur Saccharomyces sp
    Substrat: 1 molekul glukosa
    Hasil: 2 molekul alkohol, 2 molekul ATP dan 2 molekul karbon dioksida
  • Fermentasi asam laktat adalah respirasi yang terjadi pada sel hewan atau manusia, proses ini terjadi ketika kebutuhan oksigen tidak tercukupi akibat bekerja terlalu berat.
    Tempat: sitoplasma sel hewan dan manusia
    Substrat: 1 molekul glukosa
    Hasil: 2 molekul asam laktat dan 2 molekul ATP

Baca Juga: Praktikum Biologi ~ Cara Kerja Paru – Paru

Perbedaan Repirasi Aerob dan Anaerob

Kesimpulan dari respirasi aerob adalah proses yang memerlukan oksigen, terjadi di sitoplasma dan mitokondria (matriks mitokondria dan membran dalam mitokondria/krista), bertujuan untuk memecah senyawa organik ke anorganik, menghasilkan energi dalam jumlah besar yaitu 38 ATP untuk setiap 1 molekul glukosa.

Sedangkan kesimpulan untuk respirasi Anaerob merupakan proses yang tidak memerlukan oksigen, berlangsung di sitoplasma, tujuannya untuk mengurai senyawa organik, hasil akhir berupa energi tapi dalam jumlah yang sedikit yaitu 2 ATP untuk setiap 1 molekul glukosa.

Berikut ini adalah tabel perbedaan respirasi aerob dan anaerob.

Baca Juga: Proses dan Hasil Akhir Transpor Elektron

Contoh Soal Respirasi Aerob dan Anaerob

Contoh 1 – Soal Respirasi Aerob dan Anaerob

Perhatikan bagan tahap respirasi aerob berikut!

Contoh Soal Respirasi Aerob

Tahap 1 dan 3 adalah ….
A. glikolisis dan dekarboksilasi oksidatif
B. dekarboksilasi oksidatif dan siklus Krebs
C. glikolisis dan siklus Krebs
D. glikolisis dan transpor elektron
E. dekarboksilasi oksidatif dan transpor elektron

Pembahasan:

Pada tahap 1 adalah proses perubahan piruvat (3C) menjadi asetil ko-A(2C). Tahapan pada respirasi aerob yang mengubah asam piruvat menjadi 2 asetil Ko-A terjadi pada proses dekarboksilasi oksidatif. Pada tahap 3 merupakan tahapan dalam sebuah siklus yang disebut sebagai daur/siklus krebs.

Jadi, tahap 1 dan 3 adalah dekarboksilasi oksidatif dan siklus Krebs.

Jawaban: B

Baca Juga: Kumpulan Soal Mekanisme Katabolisme dan Anabolisme

Contoh 2 – Soal Respirasi Aerob dan Anaerob

Pada respirasi anaerob, energi yang dihasilkan lebih kecil daripada energi yang dihasilkan pada reaksi aerob, hal ini terjadi karena ….
A. pada respirasi aerob tidak terjadi glikolisis
B. menghasilkan senyawa – senyawa antara
C. tidak memerlukan oksigen
D. menghasilkan oksigen dan asam laktat
E. glukosa tidak terurai sempurna menjadi air dan CO2

Pembahasan:

Respirasi aerob menghasilkan 38 ATP, sedangkan respirasi anaerob menghasilkan 2 ATP. Kondisi ini terjadi karena glukosa pada respirasi anaerob tidak terurai sempurna menjadi air dan CO2.

Jadi, pada respirasi anaerob, energi yang dihasilkan lebih kecil daripada energi yang dihasilkan pada reaksi aerob, hal ini terjadi karena glukosa tidak terurai sempurna menjadi air dan CO2.

Jawaban: E

Demikianlah tadi ulasan materi respirasi aerob dan anaerob yang meliputi bahasan respirasi aerob, respirasi anaerob, dan perbedaan respirasi aerob dan anaerob. Dilengkapi juga dengan contoh soal respirasi aerob dan anaerob beserta dengan pembahasannya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Praktikum Biologi – Respirasi pada Serangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.