Arti Lambang Pancasila

By | March 11, 2019

Arti lambang Pancasila akan membahas simbol yang terdapat pancasila yang meliputi bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas. Kata Pancasila merupakan dua kata yang diambil dari Bahasa Sansekerta. Meliputi kata pañca berarti lima dan kata śīla berarti prinsip atau asas, gabungan artinya menjadi lima prinsip. Pancasila merupakan lambang negara Indonesia. Tujuan adanya lambang negara tersebut digunakan sebagai identitas suatu negara. Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mempelajari lebih jauh tentang arti lambang Pancasila.

Bentuk Pancasila berupa burung Garuda dengan kepala menghadap ke kanan dengan posisi sayap yang membentang. Pada bagian tubuh Pancasila terdapat perisai berbentuk seperti jantung yang digantungkan di leher burung Garuda. Pada perisai yang dibawa burung Garuda tersebut memuat 5 simbol, meliputi bintang, rantai, pohon beringin, serta padi dan kapas. Di bagian bawah, ada kaki burung Garuda yang mencengkram sebuah pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika. Tulisan itu diambil dari Kakawin Sutasoma, dengan bahasa Jawa kuno. Arti kata tersebut adalah berbeda – beda tetapi tetap satu.

Lambang Pancasila

Sebagai simbol negara Indonesia, Pancasila juga mempunyai nilai sejarah penting terkait kemerdekaan Indonesia. Jumlah bulu pada masing – masing sayang adalah 17 bulu sayap. Pada ekor burung Garuda terdapat 8 bulu ekor. Jumlah bulu yang terdapat di bawah perisai adalah 19 bulu pangkal ekor. Dan jumlah bulu leher burung garuda adalah 45 bulu leher. Komponen jumlah bulu yang terdapat pada burung Garuda sebagai lambang Pancasila melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 – 8 – 1945 (17 Agustus 1945). Selain menyimbolkan hari kemerdekaan Indonesia, arti lambang pancasila juga menjadi simbol dasar negara Indonesia dalam berwarga negara Indonesia.

Salah satu simbol penting dalam lambang pancasila adalah 5 simbol yang terletak pada perisai. Kelima simbol tersebut meliputi bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi dan kapas. Lima simbol pada lambang pancasila tersebut memuat arti yang penting sebagai landasan negara Indonesia. Selanjutnya simak arti dan makna lambang pancasila melalui ulasan masing – masing simbol untuk setiap pembahasan.

Sila Pertama – Bintang

Simbol pancasila sila pertama ini digambarkan sebagai bintang yang memiliki lima sudut dengan warna latar belakang berwarna hitam. Bunyi sila kelima adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bintang
Sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa

Gambar bintang pada simbol Pancasila sila pertama memiliki arti sebagai sebuah cahaya, yaitu cahaya rohani yang dipancarkan oleh Tuhan kepada umat manusia. Kelima cahaya rohani tersebut mewakili agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha.

Warna hitam pada latar belakang Bintang tersebut melambangkan warna alam.

Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sebagai berikut.

  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Sila Kedua – Rantai

Arti lambang Pancasila untuk sila kedua adalah mata rantai emas berbentuk lingkaran dan persegi yang saling berkaitan hingga membentuk suatu lingkaran. Bunyi sila kedua adalah Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Rantai
Sila Kedua – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Mata rantai segi empat merupakan lambang laki-laki dan mata rantai bulat melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkaitan pada simbol tersebut melambangkan hubungan setiap manusia, dimana laki-laki dan perempuan saling membutuhkan. Persatuan ini akan menghasilkan hubungan yang kuat seperti rantai.

Simbol sila kedua ini menunjukkan bahwa hubungan antar individu di masyarakat Indonesia dilakukan secara adil dan beradab. Tidak ada perlakuan khusus antara laki laki atau perempuan. Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin. Tidak memandang perbedaan suku, agama, atau ras. Sehingga hubungan masyarakat secara keseluruhan menjadi lebih kuat.

Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila kedua – Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sebagai berikut.

  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Ketiga – Pohon Beringin

Simbol sila ketiga dari Pancasila adalah Pohon Beringin yang memiliki akar dan sulur. Bunyi Sila ketiga dari Pancasila adalah Persatuan Indonesia.

Pohon Beringin
Sila Ketiga – Persatuan Indonesia

Simbol sila ketiga berupa pohon beringin mengandung makna Pancasila merupakan tempat berteduh atau berlindung bagi seluruh rakyat Indonesia. Sulur dan akar pada gambar pohon beringin merupakan lembang keberagaman suku bangsa di Indonesia.

Sehingga, arti lambang pancasila sila ketiga dapat diartikan sebagai tempat berteduh yang aman dan nyaman untuk keanekaragaman suku bangsa di Indonesia. Semua suku bangsa bersatu dan berlindung di bawah Pancasila.

Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila ketiga – Persatuan Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber – Bhinneka Tunggal Ika.

Sila Keempat – Kepala Banteng

Simbol keempat dari Pancasila adalah Kepala Banteng. Bunyi sila keempat merupakan sila dengan bunyi terpanjang dari sila lainnya dalam Pancasila. Dan bunyi Sila keempat Pancasila adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Kepala Banteng

Banteng adalah hewan yang mempunyai jiwa sosial. Banteng suka berkumpul dengan sesamanya sehingga kelompok banteng menjadi semakin kuat. Dengan berkumpul dengan sesamanya, banteng dapat terhindar dari terkaman hewan pemangsa.

Sehingga, simbol kepala banteng dapat dimaknai bahwa rakyat Indonesia merupakan makhluk sosial yang suka berkumpul dan bermusyawarah untuk bermufakat dalam mengambil suatu keputusan.

Singkatnya, simbol kepala banteng merupakan simbol bahwa segala keputusan yang diambil adalah hasil musyawarah dan mufakat bersama.

Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila keempat – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. adalah sebagai berikut.

  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Kelima – Padi dan Kapas

Simbol kelima dari Pancasila adalah padi dan kapas. Bunyi sila kelima dari Pancasila adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Padi dan Kapas
Sila Kelima – Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Arti lambang pancasila untuk sila kelima melambangkan kebutuhan dasar semua manusia untuk hidup, yaitu kebutuhan akan pangan dan sandang.

Kebutuhan pangan disimbolkan sebagai padi dan kebutuhan sandang disimbolkan sebagai kapas. Adanya simbol kelima dari Pancasila menunjukkan bahwa kemakmuran suatu bangsa dapat tercapai melalui kebutuhan pangan dan sandang.

Simbol sila kelima dari Pancasila menjadikan cita – cita yang harus dipenuhi untuk mewujudkan kemakmuran bangsa.

Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila kelima – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Sekian ulasan arti lambang pancasila. Meliputi ulasan untung masing – masing simbol yang terdiri dari bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi dan kapas. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Sejarah Lahirnya Pancasila