Pelestarian In Situ dan Ex Situ

By | March 12, 2019

Pelestarian in situ dan ex situ akan membahas cara pelestarian makhluk hidup berdasarkan tempat pelestariannya. Banyak upaya yang dilakukan untuk mempertahankan keanekaragaman jenis makhluk hidup. Salah satu caranya melalui pelestarian in situ dan ex situ. Apa perbedaan dari cara pelestarian in situ dan ex situ? Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mempelajari lebih jauh tentang pelestarian in situ dan ex situ.

Pelestarian makhluk hidup in situ dan ex situ dapat ditujukan untuk hewan atau tumbuhan. Pentingnya menjaga keanekaragaman hayati tidak terlepas dari kepentingan manusia yang membutuhkannya. Misalnya pada dunia kedokteran, beberapa bahan obat dibuat dari tumbuhan atau hewan. Selain itu, pelestarian makhluk hidup juga penting untuk menjaga kestabilan ekosistem.

Pelestarian In Situ dan Ex Situ

Diketahui ada dua cara pelestarian seperti yang disebutkan di atas, yaitu pelestarian in situ dan ex situ. Berikutnya simak lebih lanjut ulasan tentang pelestarian in situ dan ex situ pada ulasan masing – masing bahasan berikut.

Pelestarian In Situ

Pelestarian in situ adalah cara pelestarian makhluk hidup yang dilakukan di dalam habitat aslinya. Seperti yang sobat idschool ketahui, habitat adalah tempat tinggal makhluk hidup. Dengan kata lain, cara yang dilakukan untuk melestarikan makhluk hidup melalui pelestarian in situ adalah dengan menjaga makhluk hidup tanpa memindahkan tempat tinggal makhluk hidup tersebut semula.

Contoh Pelestarian In Situ

Suaka Margasatwa

Suaka margasatwa disusun oleh tiga komponen kata yaitu suaka, marga, dan satwa. Arti kata suaka adalah perlindungan, marga memiliki arti turunan, dan satwa berarti hewan. Sehingga, suaka margasatwa dapat diartikan sebagai kawasan alam yang digunakan sebagai tempat melindungi hewan dari kepunahan.

Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan memiliki keunikan jenis satwa. Pembinaan terhadap suatu jenis satwa di dalam suaka margasatwa bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup suatu jenis satwa terhadap habitatnya.

Hutan Lindung

Hutan lindung adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk dilindungi. Tujuan dari penetapan ini dilakukan agar hutan tetap memiliki fungsi ekologisnya, terutama menyangkut tata air dan kesuburan tanah.

Penjagaan kawasan hutan melalui hutan lindung perlu dilakukan agar masyarakat sekitar tetap menikmati manfaat hutan demi kelangsungan kehidupan yang seimbang.

Taman Nasional

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli. Cara mengelola taman nasional menggunakan sistem zonasi. Taman nasional banyak digunakan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, dan pariwisata.

Baca Juga: 10 Contoh Tempat Pelestarian In Situ

Pelestarian Ex Situ

Pelestarian ex situ adalah cara pelestarian makhluk hidup dengan mengeluarkannya makhluk hidup tersebut dari habitat asli dan kemudian dipelihara di tempat lain. Cara pelestarian ex situ dilakukan dengan memindahkan makhluk hidup dari habitat asli ke tempat pelestarian. Tentu saja dengan menyesuaikan tempat pelestarian agar sesuai dengan habitat asli makhluk hidup.

Contoh Pelestarian Ex Situ

Kebun Raya atau Kebun Botani

Kebun raya atau kebun botani adalah suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan untuk keperluan koleksi, penelitian, atau konservasi. Selain itu, kebun botani juga dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung.

Kebun raya memiliki koleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup.
Contoh kebun raya atau kebun botani yang ada di Indonesia adalah kebun raya Bogor dan kebun raya Purwodadi (Jawa Timur).

Taman Safari atau Kebun Binatang

Taman safari atau yang lebih dikenal sebagai kebun binatang adalah tempat hewan dipelihara dan dibina dalam lingkungan buatan. Selain dipelihara dan dibina, hewan yang berada di taman safari juga dipertunjukkan kepada publik.

Fungsi taman safari atau kebun binatang meliputi tempat rekreasi, pendidikan, riset, dan konservasi satwa atau hewan yang terancam punah. Taman safari yang ada di Indonesia cukup banyak, seperti taman safari Bogor, kebun binatang Gembira loka (Yogyakarta), taman margasatwa Ragunan (Jakarta), kebun binatang Bandung, kebun binatang Surabaya, dan lain sebagainya.

Demikianlah ulasan materi pelestarian in situ dan ex situ. Bahasan di atas juga memuat contoh pelestarian in situ dan contoh pelestarian ex situ. Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua jenis cara pelestarian ini adalah tempat pelestariannya. Pelestarian in situ dilakukan di dalam habitat asli makhluk hidup terkait. Sedangkan pelestarian ex situ dilakukan di luar habitat asli makhluk hidup terkait.

Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: