Contoh Struktur Kalimat yang Benar

By | October 11, 2018

Contoh Struktur Kalimat yang Benar – membahas seputar penyusunan kalimat yang benar sesuai dengan aturan penulisan dalam Bahasa Indonesia. Ulasan diberikan dalam contoh kalimat dalam berbagai kombinasi struktur. Penulisan kalimat yang benar diawali dengan huruf kapital (hurug besar) dan diakhiri dengan titik (.), tanda tanya(?), atau tanda seru(!). Sesuai dengan kebutuhan penyusunan kalimat. Komposisi struktur kalimat yang benar memuat sekurang-kurangnya atas satu subyek dan predikat. Kalimat yang memuat kedua komonen ini, subjek dan predikat, disebut dengan kalimat lengkap.

Melalui halaman ini, sobat idschool akan mempelajari contoh struktur kalimat yang benar. Sebelum ke contoh struktur kalimat yang benar, apakah sobat idschool sudah tahu apa yang dimaksud struktur kalimat? Struktur kalimat adalah rangakaian kata yang membentuk sebuah kalimat dan dibangun oleh unsur-unsur yang sifatnya relatif tetap, berupa subyek, predikat, obyek, pelengkap, dan keterangan.

Contoh Struktur Kalimat yang Benar

Subyek merupakan unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan dalam suatu kalimat, dapat berupa kata atau frase benda. Sebagian besar subyek berada di depan predikat. Namun, ada beberapa struktur kalimat yang meletakkan subyek setelah predikat. Jenis kalimat dengan struktur seperti ini disebut sebagai kalimat inversi.

Predikat ialah unsur kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek. Karakteristik dari predikat dapat dilihat dari perannya dalam menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh subyek. Dalam susunan kalimat, predikat yang biasa digunakan berupa kata kerja, baik atif atau pasif.

Obyek dan pelengkap pada sebuah kalimat biasanya sama-sama terletak di belakang predikat. Kesamaan letak dari kedua jenis struktur kalimat ini membuat keduanya sering dianggap sama. Padahal nyatanya berbeda. Perbedaan antara objek dan pelengkap terletak pada perannya dalam membuat kalimat pasif. Sebuah objek dapat menjadi subyek pada kalimat pasif. Namun, pelengkap tidak dapat menjadi subyek dalam kalimat pasif.

 
 

Mengenali Jabatan Kata padaKalimat

Setelah mengetahui unsur-unsur yang terdapat struktur kalimat, yaitu berupa subyek, predikat, obyek, pelengkap, dan keterangan. Selanjutnya, idsschool akan memperkenalkan jabatan kata dalam sebuah kalimat. Apakah kata terebut termasuk ke dalam subyek, predikat, obyek, pelengkap, atau keteranga. Sekarang, coba perhatikan cara menguraikan struktur kalimat pada contoh struktur kalimat yang benar.

Jabatan Kata dalam Struktur Kalimat yang Benar

Ayah Budi bertindak sebagai subyek, yaitu potongan kata yang melakukan kegiatan. Ayah budi melakuakn pekerjaan berupa sering menulis, sehingga jabatan kata sering menulis pada kalimat di atas adalah predikat. Dalam kalimat ini, jabatan kata novel adalah obyek. Mengapa novel bukan sebagai pelengkap? Karena kata novel dapat menjadi subyek pada kalimat pasif, yaitu Novel sering ditulis Ayah Budi di ruang kerja. Jadi, jabatan kata yang tepat untuk novel adalah obyek. Sedangkan jabatan untuk kaya di ruang kerja adalah keterangan, yaitu keterangan tempat.

Cukup mudah bukan cara mengurainya? Selanjutnya, simak contoh struktur kalimat yang benar dalam berbagai pola kalimat yang akan diberikan pada contoh-contoh kalimat di bawah.

 
 

Contoh Struktur Kalimat Berpola S – P

Seperti yang telah disinggung pada bagian awal. Struktur kalimat pada kalimat lengkap, minimal terdiri atas subyek (S) dan predikat (P). Berikut ini adalah contoh struktur kalimat lengkap dengan komponen paling minimal, yaitu kalimat dengan pola SP.

  1. Ibu memasak.
    • Subyek = Ibu
    • Predikat = memasak
  2. Adik sedang makan.
    • Subyek = Adik
    • Predikat = sedang makan
  3. Kakak bermain.
    • Subyek = Kakak
    • Predikat = bermain

 
 

Contoh Struktur Kalimat Berpola S – P – O

Bahasan di atas sudah mewakili struktur kalimat lengkap, yaitu kalimat yang terdiri atas subyek dan predikat. Meskipun struktur kalimat yang terdiri atas subyek dan presikat sudah dapat mewakili kalimat lengkap, namun keberadaan obyek juga cukup penting. Adanya obyek pada sebuah kalimat dapat membuat kalimat menjadi lebih memiliki makna/arti.

Berikut ini adalah contoh kalimat yang disusun dengan pola Subyek – Predikat – Obyek.

  1. Ibu memasak mie goreng.
    • Subyek = Ibu
    • Predikat = memasak
    • Obyek = mie goreng
  2. Adik sedang makan buah mangga.
    • Subyek = Adik
    • Predikat = sedang makan
    • Obyek = buah mangga
  3. Kakak bermain catur.
    • Subyek = Kakak
    • Predikat = bermain
    • Obyek = catur

 
 

Contoh Struktur Kalimat Berpola S – P – Pelengkap

Struktur kalimat yang terdiri atas subyek – predikat – pelengkap memiliki bentuk yang hampir sama dengan pola sebelumnya, yaitu kalimat dengan pola S – P – O. Jika tidak hati-hati, sobat idschool bisa salah dalam menguraikan jabatan kata yang seharusnya pelengkap jadi obyek.

Kata kunci untuk membedakan jabatan kata setelah predikat berupa obyek atau pelengkan adalah dengan cara membuatnya menjadi kalimat pasif. Di mana subyek pada kalimat tersebut dikenai tindakan, sedangkan obyek pada kalimat aktif akan menggantikan posisi subyek. Jika kata setelah predikat dapat menjadi subyek pada kalimat pasif, maka jabatan kata tersebut adalah obyek. Sebaliknya, jika kata setelah predikat tidak dapat menjadi subyek pada kalimat pasif, maka jabatan kata tersebut adalah pelengkap.

Masih bingung? Perhatikan contoh kalimat berikut.

Kasus pertama: jabatan kata setelah predikat adalah obyek.

Diberikan sebuah kalimat aktif: Dia makan bakso. Bentuk kalimat pasif nya adalah, Bakso dimakan dia. Terlihat bahwa kata bakso pada kalimat tersebut dapat menjadi subyek. Sehingga jabatan yang tepat untuk bakso adalah obyek.

Kasus ke dua: jabatan kata setelah predikat adalah pelengkap.

Sebuah kalimat aktif: Dia makan dengan lahap. Bentuk kalimat pasif dari kalimat aktif tersebut adalah, Dengan lahap dimakan dia. Terlihat aneh bukan? Bahwa kata dengan lahap pada kalimat tersebut tidak dapat menjadi subyek. Posisi kata tersebut menjadi subyek membuat kalimat menjadi tidak bermakna. Sehingga jabatan yang tepat untuk dengan lahap adalah pelengkap.

Contoh struktur kalimat yang berpola S – P – Pel dapat dilihat pada daftar di bawah:

  1. Ibu memasak dengan senang.
    • Subyek = Ibu
    • Predikat = memasak
    • Pelengkap = dengan senang
  2. Adik sedang makan dengan lahap.
    • Subyek = Adik
    • Predikat = sedang makan
    • Pelengkap = dengan lahap
  3. Kakak bermain sampai lelah.
    • Subyek = Kakak
    • Predikat = bermain
    • Pelengkap = sampai lelah

 
 

Contoh Struktur Kalimat Berpola S – P – O – K

Ulasan yang terakhir adalah kalimat dengan struktur subyek – predikat – obyek – keterangan. Kalimat yang mempunyai kombinasi struktur kalimat seperti ini dapat dikatakan sebagai kalimat sempurna. Semua komponen penyusun kalimat berada di sana. Jabatan kata untuk keterangan pada suatu kalimat dapat berupa keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan cara, keterangan kondisi, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah struktur kalimat yang berpola SPOK:

  1. Ibu memasak mie goreng di dapur.
    • Subyek = Ibu
    • Predikat = memasak
    • Pelengkap = mie goreng
    • Keterangan tempat = di dapur
  2. Adik sedang makan buah mangga di ruang makan.
    • Subyek = Adik
    • Predikat = sedang makan
    • Pelengkap = buah mangga
    • Keterangan tempat = di ruang makan
  3. Kakak bermain catur di malam hari.
    • Subyek = Kakak
    • Predikat = bermain
    • Pelengkap = catur
    • Keterangan waktu = di malam hari

Demikianlah ulasan tentang contoh struktur kalimat yang benar. Memuat contoh struktur kalimat lengkap dan contoh struktur kalimat sempurna. Terimakasih sudah mengunjungi idschool (dot)net, semoga bermanafaat.

Baca Juga:

  1. Contoh Kalimat Majemuk Setara
  2. Kalimat Majemuk Bertingkat
  3. Kalimat Majemuk Campuran