Perbedaan Teks Argumentasi dan Persuasi

By | December 26, 2018

Perbedaan Teks Argumentasi dan Persuasi – Ada jenis teks yang sekilas terlihat memiliki kemiripan, yaitu teks argumentasi dan persuasi. Hampir tidak ada perbedaan yang mencolok antara kedua jenis teks ini. Sehingga, tidak sedikit yang terbalik dalam menentukan jenis bacaan. Kedua jenis teks ini sama-sama memiliki tujuan untuk mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembacanya. Namun jika dilihat lebih teliti lagi, ada bagian yang menjadi pembeda dari kedua teks ini. Untuk menentukan perbedaan kedua jenis teks ini, perlu mengetahui perbedaan teks argumentasi dan persuasi.

Teks argumentasi dibentuk dari 3 (tiga) struktur yaitu pendahuluan, tubuh argumen, dan kesimpulan. Begitu juga dengan teks persuasi yang dibentuk dari 3 (tiga) struktur utama yaitu lead (alinea pembuka), batang tubuh (alinea penjelas), ending (alinea penutup). Kemiripan struktur yang dimiliki keduanya membuat kedua jenis teks ini semakin membingungkan pembaca dalam menggolongkan jenis teks tersebut. Kemiripan ciri-ciri antara keduanya juga membuat kedua jenis teks ini sangat terlihat mirip.

Teks argumentasi dan persuasi

Melalui halaman ini, idschool akan mengulas perbedaan teks argumentasi dan persuasi. Sebelumnya, akan diulas terlebih dahulu ulasan singkat tentang keduanya. Setelah mengulas keduanya, sobat idschool dapat melihat perbedaan teks argumentasi dan persuasi yang diberikan pada akhir pembahasan.

Teks Argumentasi

Teks argumentasi adalah bacaan yang bertujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca agar memiliki pemikiran yang sama dengan penulis. Penulisan teks argumentasi dapat berupa ide, gagasan, pendapat dengan disertai analogi, contoh, penjelasan argumen yang kuat sehingga membuat pembaca terpengaruh dengan isi yang ada dalam bacaan.

Ide pokok paragraf argumentasi berupa pendapat atau gagasan penulis. Kemudian ide pokok tersebut diperluas dengan menyertakan ulasan pendapat yang dilengkapi dengan alasan logis.

Paragraf argumentasi atau teks argumentasi memiliki 3 struktur utama yang harus ada. Ketiga struktur tersebut adalah pendahuluan, tubuh argumen, dan kesimpulan.

Bagian pendahuluan dari teks argumentasi memuat argumen yang akan disampaikan atau menunjukkan dasar dari sebuah argumentasi yang akan disampaikan oleh penulis. Bagian ini perlu dibuat sangat menarik agar dapat memikat perhatian pembaca.

Pada bagian tubuh argumen, isi yang disampaikan berfokus pada usaha untuk membuktikan pendapat atau gagasan yang telah ditulisakan pada bagian pendahuluan. Tulisan pada teks argumentasi dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan jalan pikir yang logis. Sehingga, nantinya dapat dicapai kesimpulan yang benar.

Struktur teks argumentasi yang terakhir adalah kesimpulan atau ringkasan. Tujuan dari bagian ini adalah untuk menunjukkan kepada para pembaca bahwa gagasan yang diberikan sesuai dengan kebenaran.

Teks argumentasi dapat dikenali melalui ciri-ciri teks argumentasi yang dimilikinya.

Ciri-Ciri Teks Argumentasi:

  1. Memuat ide, gagasan, pandangan, atau pendapat penulis
  2. Disertai alasan logis, data, dan fakta
  3. Disampaikan secara analisis dan analogi
  4. Berakhir dengan kesimpulan

Contoh Teks Argumentasi: Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Pendahuluan:
Pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia dapat dikatakan sangat tidak merata. Pada umumnya, kualitas pendidikan di daerah kota lebih unggul dari wilayah yang jauh dari perkotaan atau daerah pelosok. Kondisi ini didukung dengan fasilitas kota yang lebih madai daripada wilayah pelosok. Hal ini membuat banyak wilayah pelosok yang susah berkembang.

Tubuh Argumen:
Seperti yang telah sedikit disinggung di atas bahwa fasilitas yang diberikan di wilayah kota lebih memadai. Sebut saja beberapa universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Surabaya, dan Universitas Padjajaran. Kelima universitas tersebut berada di wilayah perkotaan. Sehingga, rakyat kota dengan mendapatkan akses yang mudah dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Sedangkan masyarakat di wilayah pelosok, mereka perlu merantau untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak seperti di kelima universitas tersebut.

Belum lagi ditambah fasilitas penujang lain yang sangat lengkap seperti adanya perpustakaan, rekreasi edukatif, dan fasilitas penujang lain yang dimiliki daerah perkotaan. Bahkan masyarakat kota juga didukung oleh akses pendukung lain, misalnya jalan dan transportasi umum. Sebagian besar, fasilitas tersebut tidak dimiliki oleh masyarakat di daerah pelosok.

Kesimpulan:
Kualitas pendidikan di Indonesia yang tidak merata dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, penyebab utama dari kurang meratanya pendidikan Indonesia disebabkan oleh fasilitas untuk mendapatkan pendidikan tersebut. Wilayah kota memiliki banyak akses dan kemudahan untuk mendapatkan pendidikan. Kondisi yang sebaliknya terjadi di wilayah pelosok. Perlu upaya yang harus dilakukan untuk melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun fasilitas dan akses yang mudah untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Teks Persuasi

Teks persuasi adalah karya tulis yang berisi bujukan atau ajakan untuk pembacanya. Penulis membuat teks persuasi untuk meyakinkan pembaca agar terpengaruh bacaan sehingga memiliki pemikiran yang sama. Isi tulisan pada teks persuasi bersifat subjektif, dibuat dari sudut pandang pribadi penulisnya. Untuk meyakinkan pembaca, bisanya di dalam bacaan juga disertakan data-data pendukung lain. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meyakinkan pembaca akan kebenaran isi tulisan teks persuasi yang dibuat.

Terdapat 3 (tiga) struktur teks persuasi yang menyusun teks persuasi. Ketiga struktur teks tersebut adalah lead (alinea pembuka), batang tubuh (alinea penjelas), dan ending (alinea penutup).

Salah satu ciri umum dalam paragraf persuasi terdapat kata yang sering muncul di dalamnya. Contoh kata yang sering digunakan untuk menyusun paragraf persuasi adalah ayo, mari, lakukanlah, dan lain sebagainya. Kata tersebut mengindikasikan ajakan untuk mengikuti apa yang tercantum dalam bacaan.

Selain beberapa ciri-ciri umum yang telah diulas sedikit pada dua paragraf di atas, ada ciri-ciri lain yang dapat digunakan untuk mengenali jenis teks persuasi.

Setidaknya ada 5 (ciri-ciri) teks persuasi yang dapat digunakan untuk menggolongkan sebuah bacaan ke dalam teks persuasi.

Berikut ini adalah ciri-ciri teks persuasi.

  1. Adanya bujukan, pengaruh, atau himbauan kepada pembaca
  2. Paragraf disusun oleh kalimat yang menyertakan alasan yang kuat disertai data dan fakta.
  3. Isi paragraf digunakan untuk meyakinkan pembacanya atau mempercayai yg ditulis oleh penulis.
  4. Banyak menggunakan kata-kata ajakan, seperti mari, ayo, lakukanlah, dsb.
  5. Biasanya menghindari konflik agar kepercayaan pembaca tidak hilang.

Cara membuat teks persuasi diawali dengan mengetahui struktur teks persuasi terlebih dahulu. Struktur teks persuasi telah diberikan pada ulasan yang lebih awal di halaman ini. Struktur teks persuasi tersebut dapat digunakan untuk merangkai paragraf dalam membuat teks persuasi.

Contoh Teks Persuasi 1 (Judul): Marilah Saling Tolong Menolong

Alinea Pembuka:
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu membutuhkan individu yang lain dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Tidak ada individu yang mampu melakukan semua kegiatannya sendiri. Hal ini sudah menjadi kondisi alamiah dari setiap individu.

Alinea Penjelas:
Individu ditakdirkan hidup saling berdampingan antara yang satu dengan yang lainnya. Misalnya masyarakat kota yang membutuhkan berbagai kebutuhan pokok dari masyarakat desa. Contoh kebutuhan pokok yang masyarakat kota butuhkan adalah beras dan berbagai jenis bahan makanan. Begitu juga masyarakat desa yang membutuhkan banyak produk yang dihasilkan masyarakat kota seperti perabot rumah tangga, barang-barang elektronik, dan lain sebagainya.

Alinea Penutup:
Jelas terlihat bahwa antara satu individu akan membutuhkan individu yang lain dalam memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Oleh karena itu, marilah kita saling tolong menolong antar sesama agar tercipta kehidupan yang harmonis.

Perbedaan Teks Argumentasi dan Persuasi

Setelah membahas masing-masing jenis teks argumentasi dan teks persuasi seperti yang telah diberikan pada ulasan di atas. Sekarang lihat perbedaan teks argumentasi dan persuasi yang akan diberikan seperti tabel di bawah.

Perbedaan teks argumentasi dan persuasi

Persamaan teks argumentasi dan persuasi terdapat pada bentuk tulisan yang berupa pendapat. Perbedaan teks argumentasi dan persuasi terletak pada bukti yang digunakan teks persuasi.

Intinya, pada teks argumentasi berisi pendapat-pendapat penulis yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca. Sedangkan pada teks persuasi berisi pendapat namun disertai bukti yang bertujuan untuk mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu (persuasif) yang telah diberikan pada bacaan.

Sekian ulasan perbedaan teks argumentasi dan persuasi dari idschool. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Jeni-Jenis Teks (Deskripsi, Narasi, Persuasi, Eksposisi, Eksplanasi, Argumentasi)