Perbedaan Resensi dan Sinopsis

Ada beberapa poin yang menjadi dasar dari perbedaan resensi dan sinopsis. Pembeda resendi dan sinopsis terletak pada isi, penulis, kaidah penulisan, tingkat tanatangan, tujuan, dan pola pikir.

Sebuah cerita, baik fiksi atau non fiksi, sering menjadi bahan perbincangan. Misalnya sebuah novel cerita fiksi yang menjadi best seller. Banyak diantara sobat idschool akan memperbincangkan isi novel dengan teman-teman, bukan? Secara resmi, terdapat cara untuk menyampaikan kembali isi cerita. Isi sebuah cerita dapat disampaikan melalui sinopsis dan resensi. Bentuk cerita dapat berupa cerita pendek, buku, novel, film, atau sebuah pertunjukan. Kedua karya tulis ini sama-sama membahas sebuah cerita secara lebih sederhana dengan dua cara berbeda.

Apa saja perbedaan resensi dan sinopsis? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui halaman ini.

Table of Contents

Sebelum membandingkan perbedaan antara resensi dan sinopsis, sebaiknya kembali ingat pengertian keduanya. Apa itu resensi? Dan apa  itu sinopsis? Setelah memahami pengertian dari keduanya, selanjutnya dapatkan perbedaan resensi dan sinopsis.

Pengertian Sinopsis

Pengertian Sinopsis

Sinopsis merupakan sebuah ringkasan detail dari sebuah cerita, dapat berupa karya tulis (buku, novel, dsb) atau pertunjukan (film, drama, dsb). Isi suatu sinopsis menggambarkan keseluruhan cerita dari awal sampai akhir secara ringkas. Biasanya sinopsis diserahkan kepada agen atau penerbit ketika mengajukan sebuah karya berupa cerita. Sinopsis yang bagus menampilkan konflik utama dan penyelesaiannya sekaligus menggambarkan perkembangan emosional karakter utama.

Pembuatan sinopsis perlu dikaukan secara baik karena akan mencerminkan keseluruhan dari suatu karya. Penyampaian sinopsis yang kurang baik akan membuat suatu karya menjadi tidak diminati. Sebaliknya, sinopsis yang baik akan membuat seseorang tertarik untuk mengikuti keseluruhan cerita dari sebuah karya.

Baca Juga: Contoh Sinopsis dan Cara Membuatnya

Pengertian Resensi

Resensi adalah karya tulis yang memberikan suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai tersebut dapat berupa buku dan karya seni film dan drama.

Resensi memiliki tujuan untuk mendeskripsikan dan memberi pertimbangan pada pembaca mengenai buku yang baru saja dibaca. Jadi, sifat tulisan dari resensi ini sangat subjektif sekali. Bisa jadi dua orang yang sama – sama menulis resensi dengan cerita sama tetapi hasilnya berbeda. Misalkan, penulis rensensi pertama menyatakan bahwa buku A bagus. Tapi, hal tersebut belum tentu sama menurut pendapat penulis resensi lain.

Secara sederhana, resensi dapat dianggap sebuah perpaduan antara ringkasan cerita, penilaian, pembahasan, dan kritik terhadap buku.

Baca Juga: 6 Tahapan Alur/Plot Cerita

Perbedaan Resensi dan Sinopsis

Perbedaan resensi dan sinopsis dapat dilihat dari enam segi. Keenam segi tersebut meliputi isi, penulis, kaidah penulisan, tingkat tantangan, tujuan, dan pola pikir. Penjelasan masing – masing perbedaan tersebut dapat dilihat pada ulasan di bawah.

Isi

Isi suatu resensi berisi ulasan pembaca tentang identitas, isi, harga, gambaran jalan cerita, serta kelebihan dan kekurangan suatu buku. Ulasan pada resensi berupa penilaian (baik – buruk) suatu karya.

Sedangkan sinopsis berupa ringkasan cerita dari sebuah novel, buku, film, drama, atau bentuk karya lain. Bisany, sinopsis memuat poin penting dari cerita yang dapat menarik pembaca untuk menyimak keseluruhan cerita. Sinopsis mencakup keseluruhan cerita yang disampaikan secara lebih singkat dan sederhana.

Penulis

Resensi ditulis oleh orang lain dan terpisah dari karyanya. Siapa saja bisa menulis resensi dan meberikan pendapatnya akan sebuah karya. Sedangkan sinopsis ditulis oleh pengarangnya (penulis) dan disajikan bersamaaan dengan karya tersebut. Biasanya, sinopsis digunakan untuk membantu pihak ketiga agar dapat mengetahui keseluruhan cerita secara lebih cepat.

Kaidah Penulisan

Penulisan resensi terikat pada aturan atau struktur dan kaidah kebahasaan yang baku. Aturan penulisan resensi tersebut meliputi pendahuluan, ringkasan, kritik/evaluasi, dan kesimpulan/penilaian. Sedangkan sinopsis tidak memiliki aturan penulisan yang tetap. Bentuk sinopsis hanya berupa ringkasan cerita.

Tingkat Tantangan Menulis

Menulis resensi memunyai tingkat tantangan yang lebih tinggi dari pembuatan sinopsis. Kondisi ini dikarenakan, seseorang perlu untuk menilai, menimbang, dan memberikan pendapatnya terhadap suatu buku. Hasil resensi tersebut, nantinya akan menjadi tolak ukur bagi orang lain untuk turut mengikuti ceritanya atau tidak.

Sedangkan penulis sinopsis tidak perlu mengeluarkan pendapatnya tentang suatu karya. Penulis sinopsis hanya perlu menceritakan kembali keseluruhan cerita dari sebuah karya dengan seringkas mungkin.

Tujuan

Resensi memiliki tujuan untuk memberikan ulasan dan penilaian untuk sebuah karya. Hasil dari resensi ini lah yang kemudian akan menjadi pertimbangan bagi orang lain. Pertimbangan berupa apakah suatu cerita tersebut layak disimak atau tidak bagi orang lain.

Sedangkan sinopsis dibuat untuk menjelaskan keseluruhan cerita dalam sebuah tulisan secara ringkas. Pembuatan sinopsis dilakukan setelah menyelesaikan karya utamanya. Penyampaian sinopsis berupa poin – poin penting di dalam cerita.

Pola pikir

Penulisan resensi mengacu pada subjektivitas dari penulis. Hasil resensi antara satu penulis dengan penulis lain bisa jadi sama bisa juga berbeda. Kondisi ini bergantung pada bagaimana pemahaman cerita oleh pemberi ulasan dalam bentuk resensi. Untuk sinopsis sendiri berupa karya yang berasal dari hasil pemikiran penulis cerita lengkapnya.

Secara ringkas, perbedaan resensi dan sinopsis diberikan seperti pada tabel berikut.

Perbedaan Resensi dan Sinopsis

Demikianlah ulasan perbedaan resensi dan sinopsis. Meliputi bahasan pengertian sinopsis, pengertian resensi, dan perbedaan resensi dan sinopsis. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Unsur Ekstrinsik Cerpen

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *