6 Tahapan Alur/Plot Cerita

By | April 23, 2020

Sebuah cerita disampaikan melalui rangkaian peristiwa – peristiwa yang padu. Urutan jalannya rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita disebut alur/plot. Alur cerita bertanggung jawab atas urutan peristiwa dalam sebuah cerita yang disusun saling berkaitan. Beberapa cerita disampaikan menggunakan urutan waktu. Sebagian cerita lainnya disampaikan melalui hubungan sebab akibat.  Alur cerita yang baik dari sebuah cerita dapat menjadikan sebuah karya tulis menjadi menarik untuk dinikmati.

Alur dihadirkan dalam beberapa unsur seperti pengenalan tokoh, pengenalan masalah, puncak masalah, sampai dengan bagaimana akhir dari cerita. Penyusunan alur dapat disampaikan secara urut dari awal sampai akhir. Dapat juga disusun dengan mengenalkan masalah terlebih dahulu dengan cara flashback ke masa lalau. Atau dapat juga dengan alur campuran. Beberapa cerita ada yang memiliki akhir cerita yang menggantung, tidak memiliki penyelesaian. Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mempelajari ulasan seputar tahapan alur cerita. Bahasan meliputi apa saja rangkaian/tahapan alur cerita, diagram plot, dan contoh soal tahapan alur cerita beserta pembahasannya.

Rangkaian Alur Cerita

6 Tahapan Alur Cerita atau Plot

Sebuah cerita disusun berdasarkan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan melalui alur/plot. Alur cerita disampaikan melalui beberapa tahapan/rangkaian. Ada enam tahapan alur cerita yang biasa diguanan. Keenam tahapan alur cerita tersebut terdiri dari eksposisi, konliks, pengenalan masalah, klimaks, anti klimaks, dan resolusi.

Eksposisi/Orientasi

Eksposisi merupakan bagian pengantar cerita atau pengenalan situasi cerita. Pada bagian ini mulai diperkenalkan siapa karakter utama dalam cerita. Selain itu juga mulai diperkenalkan pengaturan, suasana, dan waktu. Bagian ini juga meliputi penokohan dan pengenalan bibit – bibit masalah dalam cerita. Disertai pula hubungan antar tokoh.

Munculnya Konflik

Konflik merupakan masalah utama yang menjadi penggerak plot sebuah cerita. Bagian ini merupakan peristiwa yang akan diatasi oleh tokoh utama protagonis. Keberadaan konflik dalam sebuah cerita dapat manjdi daya tarik penikmatnya. Seberapa menarik konflik certia yang dihadirkan penulis dapat mempengaruhi minat pembacanya.

Isi cerita pada tahapan ini berupa pemaparan masalah yang dihadapai. Permasalahan dalam cerita mulai diperkenalkan perlahan. Masalah bisa menyangkut persoalan dalam diri sang tokoh, perselisihan dengan tokoh lain, atau antara satu tokoh dan lingkungannya.

Peningkatan Masalah

Bagian peningkatan masalah merupakan bagian lanjutan dari konflik. Pada bagian ini, mulai diceritakan peristiwa yang mengawali timbulnya kegawatan. Pergerakan tokoh dalam cerita mulai terlihat leblih kompleks. Pada bagian ini, karakter setiap tokoh akan mulai lebih terlihat kepribadiannya.

Klimaks

Klimaks adalah peristiwa dimana konflik sampai pada puncaknya. Isi cerita pada bagian ini akan membawa pembacanya terbawa emosi dari jalan cerita. Bagian klimaks memiliki kunci dari jawaban konflik yang diangkat. Karakter dari masing – masing tokoh akan semakin kuat dan terlihat pada bagian ini.

Baca Juga: Tips Membuat Essay

Antiklimaks

Tahapan antiklimaks merupakan bagian cerita dimana konflik sudah mulai memiliki penyelesaian. Masalah yang diangkat sebagai konflik cerita secara perlahan mulai teratasi. Peristiwa – peristiwa yang terjadi pada bagian ini  akan mengarah pada akhir cerita.  Isi cerita pada tahapan ini termasuk penyelesaian poin plot, pertanyaan yang dijawab, dan pengembangan karakter.

Resolusi

Berikutnya adalah bagian akhir dari sebuah cerita yaitu resolusi. Resolusi menjadi tahap penyelesaian akhir dari seluruh rangkaian cerita. Pada bagian ini, semua konflik dalam cerita sudah memiliki solusi. Akhir dari sebuah cerita tidak selalu bahagia. Resolusi dari sebuah cerita dapat juga berupa sesuatu yang menimbulkan pertanyaan ke pembacanya. Beberapa cerita memiliki akhir mengagetkan, puas, frustasi, atau bingung. Tetapi, pada bagian ini selalu menjadi akhir dari cerita.

Baca Juga: Unsur – Unsur Intrinsik pada Cerpen

3 Jenis Alur Cerita Berdasarkan Urutan Waktu

Alur cerita berdasarkan waktu terdiri dari tiga jenis yaitu alur maju, mundur, dan campuran. Rangkaian alur cerita merupakan tahapan peristiwa yang terjadi pada sebuah cerita. Ada tiga jenis alur yang dapat digunakan untuk membangun sebuah cerita. Ketiga alur tersebut terdiri dari alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Perbedaan dari ketiga jenis alur ini terdapat pada urutan tahapan peristiwa dalam cerita.

Alur Maju (Progresif)

Alur maju adalah rangkaian peristiwa sebuah cerita yang urut dari awal sampai akhir. Misalnya cerita perjalanan hidup seseorang dimulai dari lahir sampai menjadi dewasa. Penyampaian cerita dengan alur maju diberikan secara kronologis.

Diagram Plot Alur Maju

Contoh cerita dengan alur maju:

Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus, setiap hari, kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hamper empat belas kilo, ke sekolahnya, di jalan Daendels. Karena banyak jalan menuju ke sekolahnya, Gito bisa memiliki jalan mana yang paling disukainya. Kalau pergi, dia juga lewat jalan – jalan kecil yang lebih jauh, untuk menyenangkan hatinya.

Seperti anak – anak lain, Gito hanya makan satu kali, setelah pulang sekolah. Juga seperti anak – anak lain, Gito tidak mempunyai sandal, apalagi sepatu. Guru-guru pun bertelanjang kaki. Kalau ada guru memakai sepatu atau sandal, pasti sepatu atau sandalnya sudah reyot.

Baca Juga: Informasi Tersurat dan Tersirat dari Bacaan

Alur Mundur (Regresif)

Alur mundur merupakan penyampaian sebuah cerita melalui kisah balik. Peristiwa dengan alur mundur disampaikan tidak dari awal sampai akhir. Penyampaian cerita dengan alur mundur diawali dengan cerita masa lalu yang memiliki klimaks di awal cerita. Rangkaian peristiwa disampaikan dari masa lalu ke masa kini dengan urutan mundur.

Diagram Plot Alur Mundur atau Regresif

Contoh cerita dengan alur mundur:

Desi tampak termenung sendiri di kursi teras rumah. Ia teringat saat kakaknya, Dani. Saat ini, Dani sedang kuliah di luar kota. Desi teringat saat kakaknya membantunya belajar. Desi juga menahan rindu saat teringat Dani yang mengajaknya bermain. Setiap waktu bersama kakaknya dahalu terasa sangat menyenangkan.

Alur Campuran (Progresif – Regresif)

Cerita dengan alur campuran merupakan gabungan dari alur maju dan mundur. Biasanya, cerita dengan alur campuran dimulai dari bagian tengah cerita yang berkembang maju. Pada beberapa bagian, pengembangan cerita disampaikan tentang kisah masa lalu.

Contoh Cerita dengan alur campuran:

Braaaakkkk!! Polin menggebrak meja. Matanya keluar semua, bahkan yang hitamnya semakin masuk ke atas. Dia nampak seperti orang kesurupan. Giginya mengatup mengeluarkan suara gemertak. Dia marah sama Fajar yang telah dianggapnya lalai.

Polin dan Fajar adalah berteman sejak di bangku SD. Pertemanan mereka berlanjut ke SMP bahkan mereka satu kelas. Mereka saling memahami sifat satu sama lainnya.

Fajar meminta maaf kepada Polin. Dia mengakui kecerobohannya. Polin menerima uluran tangan dari Fajar. Polin berpesan supaya lebih hati – hati lagi. Mereka damai kembali dan untuk merayakannya, mereka makan bersama.

Baca Juga: Struktur Kalimat yang Benar

Contoh Soal Menentukan Tahapan Alur

Contoh 1 – Identifikasi Tahapan Alur

Bacalah teks berikut!

Cartim, namanya begitu terkenal di Kampung Bilawong. Orangnya tidak terlalu ganteng bahkan nyaris mendekati jelek. Dia menjadi terkenal setelah dapat menaklukkan ular sanca yang melilit kambing Wa Eto di Desa Pamosangan.

Kutipan teks tersebut merupakan alur bagian ….
A. peleraian
B. pertikaian
C. perkenalan
D. permasalahan

Pembahasan:

Bagian kutipan teks terdapat kalimat yang mengenalkan tokoh, yaitu Cartim. Ditambah keterangan penokohan, orangnya tidak terlalu ganteng bahkan nyaris mendekati jelek. Ada juga keterangan latar tempat yaitu di Kampung Bilawong.

Jadi, kutipan teks tersebut merupakan alur bagian perkenalan.

Jawaban: C

Baca Juga: Ciri – Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya

Contoh 2 – Identifikasi Tahapan Alur Sebuah Cerita

Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan seksama!

Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang aku dapat dari sana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Aku bekerja di sebuah laundry.

Kutipan cerpen di atas merupakan bagian ….
A. Komplikasi
B. Koda
C. Evaluasi
D. Resolusi
E. Orientasi

Pembahasan:

Kutipan pada kalimat pada soal menerangkan akhir dari sebuah cerita. Kondisi tersebut dengan kalimat Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Hikmah pada umumnya diperoleh setelah mengalami suatu kejadian. Sehingga kutipan pada soal menerangkan akhir dari suatu kejadian. Tahapan ini merupakan bagian dari penyelesaian masalah atau resolusi.

Jawaban: D

Demikianlah tadi ulasan materi mengenai tahapan dari alur cerita. Ada enam tahapan alur cerita yang terdiri dari eksposisi, munculnya konflik, peningkatan masalah, klimaks, antiklimaks, dan resolusi. Meliputi juga tiga jenis alur dan contoh soal alur/plot cerita. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Kalimat Ambigu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.