5 Cara Adaptasi Penguin Hidup Di Daerah Kutub

By | August 27, 2020

Pinguin adalah jenis burung (aves) yang tidak bisa terbang. Penguin atau pinguin merupakan jenis burung yang memiliki sayap tetapi tidak bisa terbang. Sayap yang dimiliki pinguin digunakan untuk berenang. Penguin dapat berenang dengan cepat. Sekelompok pinguin diketahui habitatnya di kepulauan Galapagos. Pinguin di kepulauan Galapagos ini merupakan satu–satunya  spesies pinguin yang ditemukan di sebelah utara khatulistiwa. Habitat sebagian besar pinguin berada di Kutub Selatan yang terletak di belahan bumi selatan.

Pinguin hidup di daerah kutub yang udaranya sangat dingin, untuk menghadapi udara yang sangat dingin, penguin beradaptasi dengan cara hidup berkelompok atau berkoloni. dengan cara inilah udara yang semula dingin menjadi terasa lebih hangat. Pada saat kondisi badai atau angin berhembus kencang, penguin akan berkumpul dan merapat. Cara ini mereka lakukan agar terlindung dari angin serta membuat suhu mereka menjadi lebih hangat.

Cara Adaptasi Penguin agar Dapat Hidup di Daerah Kutub

Selain hidup secara berkoloni, pinguin juga melakukan bentuk adaptasi lain agar dapat hidup di daerah kutub. Apa saja bentuk adapatasi yang dilakukan pinguin agar dapat bertahan hidup di daerah kutub? Beberapa adaptasi yang dilakukan Penguin diberikan seperti pada ulasan di bawah.

Baca Juga: Bentuk Interaksi Makhluk Hidup

1. Warna bulu hitam untuk menyerap panas sinar matahari

Sebagain warna tubuh pinguin memiliki dominasi warna hitam pada bagian punggung dan kepalanya. Hanya beberapa bagian kecil dari tubuh pinguin yang berwarna putih, kuning, atau yang lainnya. Diketahui bahwa warna terang seperti putih merupakan warna yang memantulkan panas cahaya matahari. Sedangkan warna gelap seperti hitam merupakan warna yang dapat menyerap cahaya matahari dengan baik.

Warna bulu bagian punggung yang gelap pada tubuh penguin dapat menyerap panas Matahari dengan baik. Kemampuan menyerap panas yang baik dari warna tubuh pinguin ini dapat meningkatkan suhu tubuh pinguin. Sehingga, pinguin dapat bertahan di daerah kutub yang sangat dingin.

2. Memiliki lapisan lemak dan bulu rapat untuk menjaga suhu tubuh

Bagian bawah permukaan kulit penguin terdapat lemak yg tebal. Keberadaan lemak ini membantu pinguin agar tidak merasa kedinginan. Selain itu, penguin juga memiliki bulu yang rapat dan tidak tertembus air atau angin. Bulu tahan air mampu menahan dingin di air yang dapat mencapai suhu di bawah 0 °C. Keberadaan lapisan lemak dan bulu rapat ini membantu tubuh pinguin memiliki suhu tubuh yang cukup untuk bertahan di daerah dingin.

3. Bentuk tubuh streamline/ramping

Pinguin memiliki bentuk tubuh yang ramping atau streamline. Bentuk tubuh yang dimiliki pinguin ini bermanfaat mengurangi drag/hambatan dari air ketika berenang. Sehingga, seekor penguin dapat berenang dengan cepat di air. Kecepatan berenang pinguin bermanfaat untuk mengejar ikan sebagai makanannya. Manfaat lain dari kecepatan berenang yang dimiliki pinguin adalah untuk menghindari pemangsanya seperti anjing laut.

Baca Juga: Adaptasi Morfologi pada Hewan

4. Bentuk kaki berselaput untuk berenang

Bentuk kaki burung pinguin memiliki selaput seperti pada kaki bebek. Selaput pada kaki burung pinguin tidak jauh berbeda dengan fungsi selaput pada kaki bebek. Bentuk kaki berselaput pada pinguin membantunya dalam berenang. Kaki pinguin yang berselaput akan dirapatkan dengan tubuh untuk menjadi kemudi arah renang pinguin.

5. Bentuk sayap seperti dayung

Sayap penguin memiliki bentuk seperti dayung. Bentuk sayap seperti dayung memberi kemudahan dalam mendayung saat berenang di air. Pada sayap pinguin terdapat otot sayap dan dada yang sangat kuat. Kekuatan otot tersebut digunakan pinguin untuk mendorong di dalam air yang lebih padat daripada udara. Gerakan pinguin berenang menyerupai gerakan burung terbang. Sehingga burung pinguin yang sedang berenang terlihat seperti burung yang terbang di air.

Berenang dengan cepat menjadi kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh pinguin. Pinguin berenang dengan cepat untuk dapat mendapat makanannya berupa ikan. Selain itu, berenang dengan cepat juga diperlukan pinguin untuk menghindari musuhnya.

Demikianlah tadi ulasan cara adaptasi pinguin agar dapat hidup di daerah kutub. Setidaknya ada lima cara adaptasi yang dilakukan pinguin di daerah kutub. Kelima cara adaptasi tersebut meliputi memiliki warna bulu hitam, memiliki bulu yang rapat dengan lapisan lemak tebal, bentuk tubuh ramping/streamline, bentuk kaki berselaput, dan bentuk sayap seperti dayung. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: 10 Ciri – Ciri Makhluk Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.