Tiga Jenis Pelapukan (Mekanik, Organik, dan Kimiawi)

By | August 26, 2020

Pelapukan merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan berbagai benda mengalami perubahan warna, komposisi, atau bentuk. Pada proses pelapukan terjadi kerusakan suatu benda menjadi bagian–bagian yang lebih kecil, bahkan sampai menjadi sangat halus (menjadi tanah).  Benda yang dapat mengalami pelapukan mulai dari batuan, logam, kayu dan benda–benda lain sebagainya. Contoh pelapukan terjadi dan dapat diamati secara langsung pada kehidupan sehari – hari. Perhatikan peristiwa batuan pecah menjadi bagian – bagian kecil, dinding yang ditumbuhi lumut kemudian roboh, atau kayu menjadi keropos karena hewan. Peristiwa – peristiwa yang disebutkan tersebut merupakan contoh pelapukan.

Berdasarkan penyebabnya, pelapukan dibedakan menjadi tiga yaitu pelapukan mekanik, organik, dan kimiawi. Apa perbedaan dari tiga jenis pelapukan tersebut? Cari tahu pengertian dan contoh dari tiga jenis pelapukan beserta penjelasannya melalui ulasan di bawah.

Pelapukan Mekanik (Faktor Temperatur)

Pelapukan mekanik adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu secara mendadak, tekanan, atau pemuaian. Perubahan suhu dapat terjadi karena kondisi cuaca pada suatu daerah. Misalnya, sebuah daerah pada siang hari mengalami panas kemudian turun hujan secara tiba–tiba. Peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya perubahan suhu yang tiba–tiba, dari tinggi ke rendah.

Adanya peristiwa perubahan suhu secara tiba – tiba dapat merusak benda – benda seperti batuan, kayu, dan benda-benda lain. Benda – benda yang mengalami perubahan suhu secara mendadak akan mengalami pelapukan sehingga hancur menjadi bagian–bagian yang lebih kecil.

Pelapukan Mekanik

Baca Juga: Apa Itu Perubahan Fisika, Kimia, dan Biologi?

Pelapukan Organik (Faktor Organisme)

Pelapukan organik adalah pelapukan yang disebabkan oleh organisme atau makhluk hidup. Jenis makhluk hidup yang bertindak sebagai penyebab pelapukan organik bisa tumbuhan, hewan, atau manusia.

Dinding yang berada di daerah lembab biasanya akan mudah ditumbuhi lumut. Proses hancurnya dinding tersebut merupakan contoh pelapukan organik. Contoh lain pelapukan organik terjadi pada akar pohon yang merusak pot atau bangunan.

Pelapukan Organik

Pelapukan organik juga dapat terjadi pada kayu yang mengalami keropos. Penyebab kayu menjadi keropos karena adanya hewan – hewan kecil yang merusak kayu. Beberapa hewan kecil yang dikenal sebagai perusak kayu diantaranya adalah rayap, teter (kumbang bubuk kayu), lebah kayu, dan kumbang pengebor kayu.

Baca Juga: Apa Penyebab Hujan Asam?

Pelapukan Kimiawi (Faktor Zat Pelapuk: Air, O2, CO2)

Pelapukan kimiawi atau yang biasa disebut dekomposisi adalah pelapukan yang terjadi melalui reaksi kimia. Pelapukan kimiawi merupakan proses penghancuran benda yang disertai dengan perubahan struktur kimia benda. Gejala yang terjadi pada dekomposisi adalah terjadi reaksi antara benda dan zat pelapuk seperti air, karbondioksida, atau oksigen.

Pelapukan kimiawi terdiri dari dua macam yaitu oksidasi dan hidrolisis. Reaksi oksidasi terjadi saat suatu unsur/senyawa/ion mengikat oksidator (seperti oksigen). Sedangkan hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O) menjadi kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH).

Contoh peristiwa pelapukan oksidasi dalam kehidupan sehari – hari terjadi pada besi berkarat. Peristiwa tersebut terjadi karena adanya proses oksidasi besi, di mana logam besi (Fe) bereaksi dengan oksigen (O2) di udara menjadi lapisan karat (Fe2O3).

Tiga Jenis Pelapukan

Contoh lain dari adanya pelapukan kimiawi adalah terbentuknya stalagtit dan stalakmit pada gua – gua kapur. Stalaktit dan stalakmit tersebut terbentuk akibat dari proses pelarutan air di daerah kapur yang berlangsung secara terus menerus.

Demikianlah ulasan tiga jenis pelapukan yang meliputi pelapukan mekanik, organik, dan kimiawi. Ringkasnya, pelapukan adalah perusakan karena terpengaruh temperatur, air, dan organisme. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Eutrofikasi dan Bentuk – Bentuk Pencemaran Air Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.