Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup 2, 3, 4, 5, dan 6 Kingdom

Klasifikasi adalah cara pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri dan perbedaan yang dimilikinya menjadi tingkat-tingkat hierarki. Cabang biologi yang khusus mempelajari tentang klasifikasi adalah taksonomi.

Dalam sejarah klasifikasi makhluk hidup, Aristoteles adalah tokoh pertama nyang mengelompokkan makhluk hidup dalam dua kelompok besar yaitu hewan (animalia) dan tumbuhan (plantae). Namun Aristoteles belum mengenalkan sistem kingdom dalam melakukan klasifikasi makhluk hidup.

Sistem klasifikasi terus berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan penemuan alat-alat teknologi. Seorang tokoh ilmuwan dari Swedia bernama Carolus Linneaus mengenalkan sistem kingdom.

Awalnya, ada dua kingdom yang dikenalkan yaitu animalia (dunia hewan) dan plantae (dunia tumbuhan). Sampai akhirnya, tercatat bahwa perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup sampai pada enam kingdom. Apa dan bagaimana saja klasifikasi makhluk hidup pada sistem kingdom terdapat pada ulasan di bawah.

Baca Juga:

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup dalam 2 Kingdom

Klasifikasi sistem kingdom yang pertama mengelompokkan makhluk hidup dalam dua kelompok besar yaitu animalia dan plantae. Dua kelompok tersebut dipisahkan oleh ciri keberadaan dinding sel dan kemampuan menghasilkan makanan sendiri karena memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis.

Kelompok makhluk hidup yang memiliki dinding sel dan klorofil masuk dalam kingdom plantae. Sementara makhluk hidup yang tidak memiliki dinding sel dan klorofil masuk dalam kingdom animalia.

Sitem Klasifikasi Makhluk Hidup 2 Kingdom

1) Animalia (dunia hewan)

  • Ciri-ciri: tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, mampu bergerak bebas
  • Anggota: semua jenis hewan, makhluk hidup yang bia bergerak bebas

2) Plantae (dunia tumbuhan)

  • Ciri-ciri: memiliki dinding sel, berklorofil, mampu berfotosintesis
  • Anggota: semua jenis tumbuhan

Tokoh: Carolus Linnaeus

Sitem Klasifikasi Tiga Kingdom

Terdapat penemuan makhluk hidup yang tidak termasuk dalam ciri kingdom animalia dan plantae yaitu Euglena dan jamur lendir. Ernst Haeckel kemudian mengenalkan kindom untuk mengelompokkan dua makhluk hidup tersebut dengan nama kingdom protista.

Anggota protista terdiri dari tiga kelompok yaitu protozoa (protista mirip hewan), alga (protista mirip tumbuhan), dan protista mirip jamur.

Sistem klasifikasi tiga kingdom:
1) Animalia: heterotrof, eukariot multiseluler, dapat bergerak bebas
2) Plantae: autrotof, eukariot multiseluler, berklorofil, mampu berfotosintesis
3) Protista: organisme uniseluler (bersel satu) dan organisme multiseluler sederhana

Tokoh: Ernst Haeckel

Sistem Klasifikasi Empat Kingdom

Sistem klasifikasi makhluk hidup 4 kingdom muncul setelah ditemukannya mikroskop elektron. Dari suatu penelitian menggunakan mikroskop tersebut diketahui bahwa organisme ada organisme yang tidak memiliki membran inti (prokariot) dan memiliki membran inti (eukariot).

Dari penemuan tersebut, makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti masuk dalam satu kingdom lain yang disebut monera.

Sistem klasifikasi empat kingdom:
1) Animalia
2) Plantae
3) Protista
4) Monera: kelompok makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti (prokariotik)

Tokoh: Herbert Copeland

Sistem Klasifikasi Lima Kingdom

Dalam perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup, seorang tokoh bernama Robert H. Whittaker mengusulkan bahwa fungi (jamur) tidak seharusnya berada di kingdom plantae. Alasannya karena fungi tidak dapat melakukan fotosintesis dan dinding selnya berbeda dengan dinding sel pada tumbuhan.

Dinding sel pada jamur berupa zat kitin, sedangkan dinding sel pada tumbuhan berupa ___ .

Sistem klasifikasi 5 kingdom:
1) Animalia
2) Plantae
3) Fungi  
4) Monera  
5) Fungi (Jamur): eukariotik, heterotrof, tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin

Tokoh: Robert H. Whittaker

Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Carl Woese, menemukan bahwa beberapa organisme monera memiliki komponen dinding sel dan RNA ribosomnya.

Beberapa organisme dari kingdom monera dengan ciri khusus seperti Aspergillus niger dan Bacillus stearothermophilus masuk dalam kingdom lain yang disebut Archaebacteria. Sementara organisme dari kingdom monera yang tidak memiliki ciri khusus tadi masuk dalam kingdom Eubacteria.

Ciri khusus yang membedakan Archaebacteria dengan Eubacteria adalah RNA polimerasenya. Pada Archaebacteria memiliki lebih dari satu RNA polimerasi. Sementara pada Eubacteria memiliki satu RNA polimerase yang sederhana (terbentuk dari empat peptida).

Sistem klasifikasi makhluk hidup 6 kingdom:
1) Animalia
2) Plantae
3) Fungi  
4) Protista
5) Eubacteria: monera dengan satu RNA polimerase
6) Archaebacteria: monera dengan lebih dari satu RNA polimerase

Tokoh: Carl Woese

Demikianlah tadi ulasan sistem klasifikasi makhluk hidup yang terdiri dari dua kingdom (Carolus Linnaeus), tiga kingdom (Ernst Haeckel), empat kingdom (Herbert Copeland), lima kingdom (Robert H. Whittaker), dan enam kingdom (Carl Woese).

Namun sistem klasifikasi standar yang banyak digunakan saat ini adalah klasifikasi lima kingdom. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 thoughts on “Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup 2, 3, 4, 5, dan 6 Kingdom”

  1. hidayat

    maaf, salah konsep. kenapa Virus masuk Klasifikasi Makhluk hidup ?. seharusnya Monera sudah tidak ada. Terbagi menjadi Archaebacteria dan Eubacteria. itu sistem 6 kingdom.

    1. Halo Hidayat, Ya benar! Virus tidak masuk dalam klasifikasi makhluk hidup dan monera terbagai menjadi Arcahebacteria dan Eubacteria. Terima kasih atas kunjungan, komentar, dan koreksinya. Salam sukses selalu :)

  2. roma marta

    Saya sangat tertarik dengan artikel ini, dan membuat saya mengerti.
    Terimakasih buat Kru yang membuat artikel ini. :):):)

Exit mobile version