8 Jenis Jaringan Epitel pada Manusia dan Hewan

By | January 17, 2020

Jaringan Epitel pada Hewan dan Manusia – Jaringan epitel adalah jaringan yang terdapat pada daerah paling luar dari tubuh. Jaringan epitel yang terdapat di permukaan luar disebut epitelium. Sedangkan jaringan epitel yang terdapat di permukaan bawah disebut endotelium. Susunan jaringan epitel adalah berupa satu atau banyak sel, tersusun kompak, dan tidak mempunyai ruang antarsel. Keberadaan jaringan epitel hanya dapat ditemukan pada manusia dan hewan.

Jaringan epitel mempunyai beberapa fungsi, misalnya jaringan epitel sebagai pelindung organ dan jaringan yang ada di bawahnya seperti pada epitel jaringan kulit dan epitel selaput rongga mulut. Fungsi lainnya dari jaringan epitel yaitu sebagai reseptor, misalnya pada alat – alat indra. Selain itu, jaringan epitel juga dapat berfungsi sebagai kelenjar, misalnya epitel pada saluran pencernaan yang dapat menghasilkan enzim – enzim pencernaan dan sangat berperan dalam proses pencernaan makanan.

8 Jenis Jaringan Epitel pada Manusia dan Hewan

Terdapat dua macam epitel pada tubuh manusia dan hewan yaitu epitel pelindung dan epitel kelenjar. Bahasan dalam halaman ini berfokus pada jaringan epitel pelindung yang selanjutnya pada bahasan ini akan disebut sebagai jaringan epitel saja.

Dalam kelompok besar, jaringan epitel dikelompokkan menjadi dua yaitu epitel simpleks (terdiri dari satu lapis sel) dan epitel kompleks (tersusun atas beberapa lapisan sel). Jaringan juga terdiri dari 3 bentuk yang berupa pipih, kubus, dan silindris.

Pada umumnya, jaringan epitel berdasarkan bentuknya terdiri atas delapan jenis yang meliputi epitel pipih selapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak, epitel silindris bersilia, dan epitel tradisional. Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mempelajari lebih jauh tentang jaringan epitel untuk masing – masing jenis jaringan epitel. Selain itu juga akan diulas di mana saja letak jaringan epitel untuk setiap jenisnya di dalam tubuh. Simak penjelasan masing – masing jaringan epitel melalui ulasan berikut.

1. Jaringan Epitel Pipih Selapis

Karakteristik dari jaringan epitel pipih selapis adalah bentuk berupa selapis sel yang berbentuk pipih, bersifat semipermeabel, kerapatan antarsel sangat dekat, memiliki sitoplasma jernih, dan inti sel bulat yang terletak di tengah. Jaringan epitel pipih selapis merupakan jaringan yang membentuk peritoneum, pembuluh  darah, pembuluh limfa, kapsul glomerulus, dan alveolus.

Jaringan Epitel Pipih Selapis

Fungsi dari jaringan epitel pipih selapis:

  • Pelapis bagian dalam rongga dan saluran (endothelium)
  • Tempat difusi O2/CO2
  • Tempat filtrasi darah
  • Tempat osmosis zat

Letak jaringan epitel pipih selapis: di sepanjang dinding kapiler (pembuluh darah yang sangat kecil), kantung udara pada paru-paru, peritoneum, perikardium, pleura, glomerulus, endotelium jantung, nimfa, dan pembuluh limfe.

2. Jaringan Epitel Pipih Berlapis

Pada jaringan epitel pipih berlapis banyak terdiri atas banyak lapisan sel yang berbentuk pipih dengan susunan sel sangat rapat. Ada dua jenis epitel pipih berlapis yaitu jaringan epitel pipih berlapis dengan struktur lebih keras karena mengandung protein keratin di dalamnya dan jaringan epitel pipih berlapis tanpa protein keratin.

Jaringan Epitel Pipih Berlapis

Fungsi jaringan epitel pipih berlapis:

  • Sebagai perlindungan tubuh dari bahaya dari luar
  • Penghasil mucus
  • Penerima impuls

Letak jaringan epitel pipih berlapis: epidermis, kulit (dengan zat tanduk), rongga mulut, esofagus, laring, varing, ujung uretra, vagina, saluran anus, dan rongga hidung.

Baca Juga: Sistem Gerak pada Manusia (Rangka – Sendi – Otot)

3. Jaringan Epitel Kubus Selapis

Jaringan epitel kubus selapis dapat dikenali melalui bentuknya yang terdiri atas selapis sel yang berbentuk kubus dengan ketinggian yang sama, inti sel berbentuk bulat dan besar, dan letak inti sel terletak di tengah. Tugas utama dari jaringan epitel kubus selapis adalah untuk mempermudah organ tubuh dalam menjalankan proses sekresi dan penyerapan.

Jaringan Epitel Kubus Selapis

Fungsi jaringan epitel kubus selapis:

  • Lapisan pelindung/proteksi
  • Sekresi (mengeluarkan zat yang diperlukan tubuh)
  • Absorpsi (penyerapan zat yang masih dibutuhkan tubuh)

Letak jaringan epitel kubus selapis: permukaan dalam lensa mata, retina mata, permukaan ovarium, saluran nefron ginjal, kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar gondok.

4. Jaringan Epitel Kubus Berlapis

Bentuk dari jaringan kubus berlapis terdiri atas banyak lapisan sel yang berbentuk kubus. Pada jaringan epitel kubus berlapis merupakan jaringan epitel yang membentuk saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit. Selain sebagai jaringan yang berperan dalam proteksi, jaringan epitel kubus berlapis juga berperan dalam proses sekresi.

Jaringan Epitel Kubus Berlapis

Fungsi jaringan epitel kubus berlapis:

  • Lapisan pelindung/proteksi
  • Berperan dalam alat sekresi

Letak jaringan epitel kubus berlapis: pada sekitar kelenjar payudara, kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar ludah, ovarium di masa pertumbuhan, ovarium, testis, buah zakar, dan pangkal esofagus.

Baca Juga: Tabel Perbedaan Otot Polos, Otot Lurik, dan Otot Jantung

5. Jaringan Epitel Silindris/Batang Selapis

Pada jaringan epitel silindris selapis, bentuknya berupa selapis sel yang berbentuk silinder dengan letak inti sel pada bagian tengah. Pada permukaan sel yang berbatasan dengan lumen, membran sel menonjol membentuk mikrovili sehingga permukaan sel menjadi lebih luas. Peran dari permukaan sel yang luas ini akan membantu pengoptimalan absorpsi makanan. Selain perannya sebagai fungsi absorpsi, jaringan epitel silindris selapis berperan juga dalam perlindungan dan sekresi.

Jaringan Epitel Silindris Selapis

Fungsi jaringan epitel silindris/batang selapis:

  • Lapisan pelindung/proteksi
  • sebagai alat sekresi
  • absorpsi
  • pelumas

Letak jaringan epitel silindris/batang selapis: kelenjar pencernaan, saluran pencernaan dari lambung sampai anus (dinding lambung, jonjot usus), kantung empedu, saluran rahim, dan saluran pernafasan di bagian atas.

6. Jaringan Epitel Silindris/Batang Berlapis

Bentuk jaringan epitel silindris berlapis banyak terdiri atas banyak lapisan sel yang berbentuk silinder, pada umumnya banyak terletak pada lapisan luar, sedangkan pada bagian dalamnya biasanya berbentuk tidak teratur atau kubus. Biasanya, jaringan epitel silindris berlapis hanya terdapat pada tubuh jantan. Jaringan epitel silindris berlapis jarang ditemukan pada bagian tubuh manusia, pada umumnya hanya ditemukan pada bagian kecil organ tertentu seperti faring dan uretra pria.

Jaringan Epitel Silindris Berlapis

Fungsi jaringan epitel silindris/batang berlapis:

  • Perlindungan/proteksi
  • Sekresi

Letak jaringan silindris/batang berlapis: saluran kelenjar ludah, kelenjar susu, uretra, dan laring.

Baca Juga: Kingdom Animalia

7. Jaringan Epitel Silindris Bersilia

Jaringan epitel silindris bersilia sering disebut sebagai epitel silindris semu. Bentuk jaringan epitel silindris bersilia hanya terdiri atas selapis sel, namun terlihat seperti tersusun oleh beberapa lapisan sel.

Jaringan Epitel Silindris Bersilia

Fungsi jaringan epitel silindris bersilia:

  • Perlindungan/proteksi
  • Pergerakan
  • Sekresi

Letak jaringan silindris bersilia: saluran reproduksi, saluran pernapasan, dan rongga hidung.

8. Jaringan Epitel Transisional

Berikutnya, ulasan terakhir dari jaringan epitel adalah jaringan epitel tradisional atau yang sering juga disebut sebagai epitel peralihan.

Pada jaringan epitel tradisional, bentuk selnya memiliki banyak lapisan/terdiri lebih dari satu lapisan sel, susunannya berupa kombinasi bentuk kubus dan pipih, bentuknya berubah – ubah terutama pada saat jaringan menggelembung, dan memiliki silia. Jaringan epitel tradisional melapisi dinding membran vesikula urinaria (kandung kemih) yang bisa mengembang dan mengkerut jika terjadi perubahan jumlah urine yang ditampung. Bentuk sel epitel tradisional berubah menjadi pipih saat mengembang dan berbentuk kubus saat mengkerut.

Jaringan Epitel Tradisional

Fungsi jaringan epitel tradisional:

  • Perlindungan/proteksi
  • Pergerakan
  • Sekresi

Letak jaringan epitel tradisional: saluran pernafasan, kandung kemih, ureter, dan ginjal.

Sekian ulasan mengenai 8 jenis jaringan epitel pada manusia dan hewan yang meliputi epitel pipih selapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak, epitel silindris bersilia, dan epitel tradisional. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Macam – Macam Sendi Berdasarkan Sifat Gerakannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.