Apa Itu Tekanan Udara?

By | February 15, 2020

Apa Itu Tekanan Udara? – Udara adalah campuran bermacam – macam jenis gas yang yang terdiri dari 3 unsur utama yaitu udara kering, uap air, dan aerosol. Komponen penyusun udara kering pada atmosfer bumi terdiri dari 78,09% nitrogen; 20,95% oksigen; 0,93% argon; 0,04% karbon dioksida; dan sisanya berupa gas – gas lain yang terdiri dari neon, helium, metana, kripton, hidrogen, xenon, ozon, radon. Campuran gas berupa udara yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi memiliki komponen yang tidak selalu konstan.

Biasanya, keberadaan udara di sekitar tidak dapat dilihat dengan mata namun keberadaanya dapat dirasakan. Misalnya keberadaan udara pada saat angin berhembus, karena angin merupakan massa udara yang bergerak baik mengikuti arah horizontal maupun vertikal. Angin dapat berhembus dari satu tempat ke tempat lainnya dikarenakan adanya perbedaan tekanan udara. Angin akan berhembus dari suatu wilayah yang tekanan udaranya tinggi menuju wilayah lain dengan tekanan udara yang lebih rendah. Apa itu tekanan udara? Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya.

Contoh Tekanan Udara dalam Kehidupan

Sebelumnya, perhatikan sebuah peristiwa yang memanfaatkan adanya perbedaan tekanan udara di suatu wilayah. Pernahkah sobat idschool memperhatikan seorang nelayan yang dapat berlayar ke tengah laut untuk mencari ikan, kemudian dapat kembali lagi ke tepi pantai setelah mendapatkan ikan? Peristiwa nelayan berlayar tersebut memanfaatkan perbedaan tekanan udara yang ada di daratan dan laut. Biasanya, nelayan tradisional yang memanfaatkan tenaga angin akan mulai berlayar mencari ikan pada malam hari dengan memanfaatkan angin darat. Dan pada siang keesokan harinya, para nelayan menggunakan angin laut untuk kembali pulang setelah mendapat hasil tangkapan dari laut. Apa itu angin darat dan apa itu angin laut? Apa hubungan kedua jenis angin tersebut dengan tekanan udara?

Contoh Keberadaan Tekanan Udara dalam Kehidupan

Baca Juga: Rumus Besar Tekanan Gas pada Manometer Terbuka

Adanya angin darat dan angin laut tersebut tidak lepas dari adanya perbedaan tekanan udara di suatu wilayah. Sifat daratan adalah cepat menerima panas dan cepat menerima dingin. Angin akan bergerak dari wilayah yang memiliki tekanan udara lebih besar (tempat dingin) ke wilayah dengan tekanan udara lebih rendah (tempat panas). Suhu udara yang tinggi (lebih panas) akan membuat volume molekul udara berkembang sehingga tekanan udara menjadi rendah. Begitu juga untuk kondisi sebaliknya, suhu udara rendah (lebih dingin) akan membuat volume molekul udara mengempis yang membuat tekanan udara menjadi tinggi.

Pengertian Tekanan Udara

Pada malam hari, daratan lebih dingin dibandingkan lautan. Kondisi ini akan membuat tekanan udara di daratan akan lebih tinggi daripada di laut. Sehingga udara melalui angin akan bergerak dari darat ke laut, peritiwa ini disebut angin darat. Pada waktu ini, nelayan akan berangkat untuk pergi melaut.

Pada kondisi sebaliknya yaitu pada siang hari, daratan lebih panas dibandingkan lautan. Akibatnya, tekanan udara di darat lebih rendah dari tekanan udara di laut. Sehingga, angin akan bertiup dari laut ke darat, peristiwa ini disebut angin laut. Jenis angin ini akan dimanfaatkan nelayan untuk kembali pulang ke daratan setelah menangkan hasil

Kesimpulannya,

  • Angin darat: jenis angin yang bergerak dari daratan ke lautan yang terjadi pada malam hari, dimanfaatkan nelayan untuk pergi melaut.
  • Angin Laut: jenis angin yang bergerak dari lautan ke daratan yang terjadi pada siang hari, dimanfaatkan nelayan untuk kembali ke tepi pantai.

Baca Juga: Bagaimana Terjadinya Angin Darat dan Angin Laut?

Itulah tadi contoh tekanan udara yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari – hari. Lalu, sebenarnya apa itu tekanan udara? Untuk mengetahui jawabannya, sobat idschool dapat mencari tahu pengertian tekanan udara, jenis – jenis tekanan udara, dan faktor – faktor yang mempengaruhi tekanan udara melalui masing – masing bahasan berikut.

Pengertian Tekanan Udara

Tekanan udara adalah sebuah tenaga yang menggerakkan massa partikel udara menekan searah gaya gravitasi bumi. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui besar tekanan udara dapat di suatu wilayah adalah Barometer. Besar tekanan udara dinyatakan dalam satuan atm atau cmHg, di mana nilai 1 atm sama dengan 76 cmHg.

Baca Juga: Alat Ukur Tekanan Udara – Barometer

Tekanan udara akan berbanding terbalik dengan ketinggian suatu tempat sehingga semakin tinggi tempat dari permukaan laut maka akan semakin rendah tekanan udaranya. Kondisi ini disebabkan karena semakin tinggi suatu tempat maka akan semakin berkurang udara yang menekannya.

Besar udara tekanan udara di puncak gunung berbeda dengan tekanan udara yang ada di pantai. Kondisi ini disebabkan karena jumlah partikel udara di puncak gunung semakin kecil yang mengakibatkan gaya gravitasinya kecil sehingga tekanan pada udaranya pun akan menjadi semakin kecil.

Jenis – Jenis Tekanan Udara

Ada dua jenis tekanan udara yaitu tekanan udara vertikal dan tekanan udara horizontal.

Tekanan udara vertikal adalah tekanan udara yang semakin keatas semakin turun, hal ini dipengaruhi oleh komposisi gas, sifat udara, dan variasi suhu.

  • Komposisi gas penyusun: semakin ke atas akan semakin berkurang.
  • Sifat udara dapat dimampatkan: kekuatan gravitasi semakin ke atas semakin lemah.
  • Adanya variasi suhu secara vertikal di atas troposfer: semakin tinggi suatu tempat maka suhu akan semakin naik.

Tekanan udara horizontal adalah tekanan udara yang dipengaruhi oleh suhu udara. Suatu wilayah dengan suhu udara tinggi akan memiliki tekanan udara rendah. Dan sebaliknya, wilayah dengan suhu udara rendah akan memiliki tekanan udara tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh lintang tempat, persebaran daratan dan lautan, dan pergeseran posisi matahari tahunan.

Baca Juga: Rumus Tekanan Gas/Udara pada Manometer Tertutup

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Pada bahasan sebelumnya disebutkan bahwa lintang tempat, persebaran daratan dan lautan, serta pergeseran matahari tahunan akan mempengaruhi besar tekanan udara horizontal. Pengaruh sebaran daratan dan lautan sangatlah jelas ada lintang pertengahan, sehingga akan mempengaruhi besar kecilnya tekanan udara.

Temperatur akan membuat tekanan udara menjadi berubah. Apabila temperatur udara tinggi maka volume molekul udara berkembang sehingga tekanan udara menjadi rendah dan berlaku juga untuk kondisi sebaliknya.

Dengan demikian, pengaruh matahari terhadap suhu atau temperatur di suatu tempat juga berpengaruh pada besar atau kecilnya tekanan udara. Faktor yang demikian disebut sebagai faktor geografis suatu wilayah dalam menyerap sinar matahari.

Wilayah yang banyak menerima sinar matahari akan memiliki suhu panas dan tekanan udara rendah, sedang wilayah yang hanya menerima sedikit sinar matahari akan bersuhu dingin namun memiliki tekanan udara tinggi.

Selain volume sinar matahari yang diperoleh suatu wilayah, faktor lain yang juga bermain dalam hal tekanan udara adalah sifat fisis wilayah tertentu. Misalnya, daratan cenderung cepat menerima panas matahari sehingga udara akan cepat terasa panas dan tekanan udara akan menjadi rendah. Kondisi berkebalikan pada daerah lautan atau daerah pantai yang lambat menyerap panas matahari sehingga suhunya lebih dingin dan akan membuat tekanan udara cenderung lebih tinggi.

Namun demikian, daratan juga lebih cepat melepas panas sedang lautan lebih lambat melepasnya. Sehingga pada malam hari, kondisinya akan berkebalikan pada kondisi siang hari.

Baca Juga: Contoh Perpindahan Panas Secara Konveksi

Ketinggian suatu tempat juga akan mempengaruhi besar atau kecilnya tekanan udara suatu wilayah. Semakin tinggi suatu tempat, lapisan udara akan semakin tipis dan semakin renggang sehingga tekanan udara yang ada semakin rendah.

Kesimpulannya, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya tekanan udara di suatu tempat. Faktor – faktor yang mempengaruhi tekanan udara tersebut antara lain diberikan seperti daftar berikut.

  • Sebaran lautan dan daratan
  • Temperatur
  • Volume sinar matahari di suatu wilayah
  • Tinggi rendahnya tempat

Itulah tadi bahasan materi mengenai apa itu tekanan udara yang meliputi bahasan pengertian tekanan udara, jenis – jenis tekanan udara, dan faktor – faktor yang mempengaruhi besar/kecilnya tekanan udara. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Cara Melakukan Konversi Suhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.