Cara Reproduksi Saccharomyces cerevisiae

By | February 14, 2020

Saccharomyces cerevisiae merupakan salah satu spesies jamur dari filum Ascomycota. Peran Saccharomyces cerevisiae digunakan sebagai bahan produksi aneka makanan dan minuman, seperti untuk membuat tape, roti, alkohol, dan minuman bir. Meski mempunyai peran yang dapat memberi manfaat untuk manusia, jamur tumbuh sebagai saprofit yang merugikan seperti merusak rumah, pakaian, dan bahan makanan. Oleh masyarakat umumnya, spesies jamur ini lebih dikenal dengan nama ragi/khamir/yeast. Cara reproduksi Saccharomyces cerevisiae terdiri dari dua cara yaitu secara vegetatif/aseksual dan generatif/seksual. Bagaimanakah proses atau tahapan dalam perkembangbiakan Saccharomyces cerevisiae? Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mencari tahu.

Saccharomyces cerevisiae

Sebelum ke pembahasan cara reproduksi Saccharomyces cerevisiae, kenali dahulu spesies jamur dengan nama Saccharomyces cerevisiae.

Pada umumnya, jamur tidak memiliki klorofil yang membuat jamur tidak ter-kelompokan sebagai tumbuhan. Organisme berupa jamur masuk dalam kelompok sendiri dalam kategori kingdom baru, yaitu fungi. Kebanyakan jamur tidak mampu menghasilkan makanannya sendiri  karena tidak memiliki klorofil. Kehidupan jamur bergantung pada zat – zat organik yang tersedia di alam. Jamur mempunyai kemampuan dalam mengurai zat – zat organik untuk menghasilkan energi.

Saccharomyces cerevisiae adalah nama spesies jamur dari genus Saccharomyces dari filum Ascomycota. Keberadaan jamur Saccharomyces banyak dijumpai pada kulit buah – buahan.

Saccharomyces cerevisiae

Alat perkembangbiakan pada Saccharomyces cerevisiae terdiri dari dua jenis yaitu dengan membentuk tunas dan melalui pembentukan askus yang berisi askospora. Tunas akan menjadi alat perkembangbiakan secara vegetatif/aseksual, sedangkan askus dan askospora akan menjadi alat perkembangbiakan secara generatif/seksual. Dengan demikian, kesimpulannya adalah cara reproduksi Saccharomyces cerevisiae meliputi dua cara yaitu secara vegetatif/aseksual dan secara generatif/seksual. Penjelasan masing – masing cara reproduksi Saccharomyces cerevisiae diberikan seperti berikut.

Cara Perkembangbiakan Saccharomyces cerevisiae

Saccharomyces Cereviceae dapat bereproduksi dengan 2 cara yaitu reproduksi vegetatif dan generatif. Secara vegetatif, perkembangbiakannya melalui tunas/kuncup (budding), sementara reproduksi generatifnya dengan cara membentuk askus dan askospora. Bagan cara reproduksi diberikan seperti pada gambar berikut.

Cara Reproduksi Saccharomyces cerevisiae

Baca Juga: Spesies Jamur dalam Filum Ascomycota dan Perannya dalam Kehidupan

Cara Pekembangbiakan Vegetatif

Reproduksi vegetatif/aseksual pada Saccharomyces cereviceae adalah melalui kuncup atau tunas (budding), dengan memisahkan diri dan seringkali tunas tersebut melekat pada induknya dan bertunas lagi sehingga membentuk koloni. Pada kondisi optimal, khamir dapat membentuk lebih dari 20 tunas. Tunas – tunas tersebut semakin membesar dan akhirnya terlepas dari sel induknya. Kemudian, tunas yang terlepas ini kemudian tumbuh menjadi individu baru.

Cara Perkembangbiakan Generatif

Apabila keadaan lingkungan buruk, cara reproduksi Saccharomyces cerevisiae dilakukan secara seksual. Caranya melalui sel ragi yang haploid (n kromosom) bersatu dengan sel ragi haploid yang lain, kemudian akan menghasilkan zigot yang diploid (2n kromosom).

Zigot akan membesar sehingga akan membentuk askus yang terdapat spora dengan sebutan askospora. Kemudian, bagian inti akan mengalami pembelahan meiosis yang menghasilkan 8 buah inti baru haploid kemudian tumbuh menjadi 8 spora haploid (spora askus) yang akan tumbuh menjadi sel baru.

Kesimpulan dari cara reproduksi Saccharomyces Cerevisiae:

  • Dalam kondisi baik: terjadi perkembangbiakan secara aseksual/vegetatif dengan pembentukan tunas
  • Dalam kondisi kurang baik: terjadi perkembangbiakan secara seksual/generatif dengan askus dan askospora

Itulah tadi ulasan cara reproduksi Saccharomyces cerevisiae yang meliputi dua cara yaitu vegetatif/aseksual dan generatif/seksual. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Klasifikasi Jamur – Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.