Faktor yang Mempengaruhi Produksi Urine

By | February 21, 2020

Urin atau air seni adalah sisa metabolisme tubuh dalam bentuk zat cair yang keluar dari tubuh melalui uretra. Ekskresi urin diperlukan oleh tubuh untuk membuang zat – zat dalam darah yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Proses pengeluaran urine dari tubuh kita biasa kita sebut dengan buang air kecil. Produksi urine yang dikeluarkan tubuh berbeda antara individu, bahkan berbeda untuk satu individu dengan kondisi yang berbeda. Kondisi tersebut ternyata wajar karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi produksi urine. Apa saja faktor tersebut? Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mencari tahu beberapa faktor tersebut.

Setelah melalui proses pembentukan urin pada bagian ginjal yang disebut nefron, urin kemudian akan dibawa melalui ureter menuju kandung kemih dan akhirnya akan dibuang keluar tubuh melalui uretra. Komponen urine normal terdiri dari 96% air, 2% urea, dan 2% hasil metabolisme lainnya. Komponen dari hasil metabolik lainnya seperti zat warna dari empedu yang memberikan warna kuning pada urine atau kadar vitamin yang berlebih. Konsumsi makanan dan kondisi tubuh seseorang yang berbeda dapat mempengaruhi produksi urin. Pengaruh tersebut akan berdampak pada jumlah, warna, atau komponen urin yang dikeluarkan.

Faktor yang Mempengaruhi Produksi Urin

Proses pembentukan urine akan selalu melalui tahapan yang sama. Namun, urine yang dihasilkan tidak selalu sama. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produksi urine.

ADH (Antidiuretik Hormon)

Antidiuretik Hormon atau yang sering disingkat dengan ADH adalah hormon yang mempermudah penyerapan air dari tubulus distal ke duktus collecting. Hormon ADH ini berperan dalam menjaga keseimbangan konsentrasi air dalam tubuh.

Jika konsentrasi air menurun, ADH akan dialirkan bersama darah yang mengakibatkan permeabilitas pembuluh darah meningkat. Sehingga, air diserap kembali dan menyebabkan urine terbentuk lebih sedikit. Sebaliknya, apabila konsentrasi air dalam darah lebih tinggi, ADH akan menurun dan menyebabkan penyerapan air di pembuluh distal berkurang. Sehingga, urine menjadi lebih banyak dan encer.

Zat – Zat Diuretik

Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Pada dunia medis, tujuan dari penggunaan diuretik untuk mengobati masalah hipertensi dan jantung yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Penggunaan diuretik pada medis bertujuan untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine.

Terdapat beberapa bahan makanan alami yang mengandung zat diuretik. Seperti selada air, ginkgo biloba, minuman kopi, teh, serta susu. Sifat dari bahan makanan tersebut adalah menghambat proses reabsorbsi ion Na+ yang menyebabkan hormon antidiuretik akan berkurang dan membuat volume urine meningkat.

Jumlah Air yang Diminum

Konsumsi air yang banyak akan membuat darah mengandung lebih banyak air. Banyaknya air dalam darah akan membuat tekanan koloid lebih kecil sehingga proses penyerapan tidak berjalan maksimal. Sehingga, intensitas untuk buang air kecil akan lebih sering saat seseorang mengonsumsi lebih banyak air. Begitu juga untuk kondisi sebaliknya.

Baca Juga: Sistem Ekskresi pada Manusia

Jumlah Konsentrasi Hormon Insulin

Hormon insulin berperan dalam mengontrol kadar glukosa pada tubuh. Glukosa yang tinggi akan membuat viskositas darah menjadi lebih kental sehingga lebih sulit diserap. Kadar gula yang tinggi ini akan mengganggu proses penyerapan kembali pada tubulus distal sehingga menyebabkan sering buang air kecil.

Gejolak Emosi dan Stress

Apabila seseorang sedang mengalami emosi dan stress, tekanan darahnya akan berlangsung lebih cepat sehingga semakin banyak darah yang menuju ke ginjal, kemudian kandung kemih pun akan bereaksi yang pada akhirnya membuat orang tersebut ingin buang air kecil.

Itulah tadi faktor – faktor yang mempengaruhi jumlah produksi urin. Warna urine untuk orang yang sehat adalah bening. Jika seseorang mengalami dehidrasi atau ada bagian tubuh yang terlibat dalam proses pembentukan urine mengalami masalah maka warna urine akan berubah menjadi keruh.

Sobat idschool dapat menandai, apakah tubuh sedang dalam keadaan dehidrasi atau tidak dari urine yang dikeluarkan. Perhatikan skala warna urine yang diberikan di bawah.

Skala Warna Urine

Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: 3 Tahapan pada Proses Pembentukan Urine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.