Kingdom Plantae: Lumut, Paku, Tumbuhan Berbiji

By | June 26, 2019

Kingdom Plante atau yang dapat disebut juga sebagai dunia tumbuhan mencakup semua organisme multiseluler, autotrof, dan fotosintetik. Biasanya hidup di daratan (tanah) namun ada juga tumbuhan yang hidup di air seperti teratai. Pengelompokkan pertama kingdom plantae adalah melihat ada tidaknya pembuluh pada tumbuhan. Pembuluh ini berperan dalam mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh tumbuhan. Melalui halaman ini, sobat idschool dapat mempelajari aneka ragam makhluk hidup dalam kingdom plantae yang meliputi tumbuhan golongan lumut, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji.

Ciri – ciri umum makhluk hidup dalam kingdom plantae bersifat eukariotik, multiseluler, mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis, memiliki alat reproduksi multiseluler, serta dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, kingdom Plantae dibagi dalam beberapa divisio meliputi tumbuhan golongan lumut, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji. Klasifikasi kingdom plantae lebih lengkapnya disajikan melalui peta konsep berikut.

Kingdom Plantae

Simak ulasan masing – masing klasifikasi makhluk hidup pada kingdom plantae pada bahasan berikut.

Lumut

Kelompok tumbuhan lumut merupakan tumbuhan autotrof fotosintetik, tak berpembuluh, tetapi sudah memiliki batang dan daun yang jelas dapat diamati, namun akarnya masih berupa rizoid. Sehingga tumbuhan lumut dianggap sebagai peralihan antara tumbuhan talus ke tumbuhan kormus. Alasannya karena memiliki ciri talus berupa rizoid dan kormus yang telah menampakkan adanya bagian batang dan daun.

Lumut dapat dengan mudah dijumpai di tempat yang lembab atau basah, seperti menempel pada pohon dan di permukaan batu bata. Di daerah kutub, lumut merupakan penyusun ekosistem tundra (padang lumut).

Lumut mengalami pergiliran keturunan atau yang biasa disebut metagenesis. Dalam daur hidupnya, lumut mengalami dua fase kehidupan yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid). Alat perkembangbiakan jantan berupa anteridium dan alat perkembangbiakan betina berupa arkegonium.

Dalam daur hidup lumut, misalnya lumut daun, generasi gametofit (haploid) merupakan generasi yang dominan. Generasi sporofitnya lebih kecil dan hidup lebih pendek. Generasi sporofit (diploid) menghasilkan spora haploid melalui pembelahan meiosis dalam suatu struktur yang disebut sporangium. Spora yang kecil, apabila menyebar dan menemukan tempat yang sesuai akan berkembang menjadi tumbuhan gametofit yang baru.

Baca lebih lanjut mengenai daur hidup tumbuhan lumut

Klasifikasi pada tumbuhan lumut meliputi Musci (lumut daun), Hepaticae (Lumut Hati), dan Anthocerotaceae (Lumut Tanduk).

Lumut Daun – Musci: dapat ditemukan di tempat yang basah atau lembap, menempel pada permukaan batu bata, tembok dan tempat-tempat terbuka. Tubuhnya berukuran kecil, berbatang semu tegak dan lembaran daunnya tersusun spiral. Contoh golongan lumut daun adalah Polytrichum sp. dan Sphagnum sp. (lumut gambut).

Lumut Daun – Polytrichum sp

Lumut Hati – Hepaticae: dapat ditemukan pada tebing-tebing yang basah. Bentuk lumut hati berupa lembaran (talus), rizoidnya tidak bercabang terdapat di bawah tangkai atau lembarannya. Contoh lumut hati adalah Ricciocarpus sp. dan Marchantia sp.

Marchantia polymorpha

Lumut Tanduk – Anthocerotaceae: banyak dijumpai hidup di tepi danau, sungai atau di sepanjang selokan. Lumut ini juga mengalami pergiliran keturunan antara generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofitnya membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros sp.

Lumut tanduk

Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku dikenal juga dengan nama pakis yang biasanya dijadikan sebagai tanaman hias. Karakteristik tumbuhan paku adalah merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji. Pada tumbuhan paku dapat ditemui susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tumbuhan yang lain.

Tumbuhan paku termasuk tumbuhan yang berpembuluh, memiliki daun, batang, dan akar yang terdapat daun tumbuhan paku memiliki berkas pengangkut xilem dan floem.

Klasifikasi pada tumbuhan paku meliputi Lycophyta (paku kawat), Sphenophyta (paku ekor kuda), dan Pterophyta (paku sejati).

Tumbuhan Paku

Paku KawatLycophyta : bentuk tumbuhan paku kawat berdaun kecil, tersusun spiral, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul di ketiak daun, serta memiliki batang seperti kawat. Contoh tumbuhan paku kawat adalah Lycopodium sp. (paku tanduk rusa, sebagai tanaman hias), dan Lycopodium clavatum (sebagai bahan obat-obatan).

Paku Kawat

Paku Ekor KudaSphenophyta: memiliki karakteristik berdaun kecil, tunggal, dan tersusun melingkar. Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda).

Paku Ekor Kuda

Paku SejatiPterophyta: biasanya disebut juga sebagai tumbuhan pakis. Pterophyta merupakan plantae sejati, karena sudah memiliki pembuluh, dan kormus secara lengkap. Memiliki karakteristik berdaun besar, daun muda menggulung, sporangium terdapat pada sporofil. Contoh: Alsophilla glauca (paku tiang), Adiantum cuneatum (suplir), dan Asplenium nidus (paku sarang burung), dan Marsilea crenata (semanggi).

Paku Sejati

Cara berkembangbiak tumbuhan paku dilakukan melalui spora. Letak spora berada pada daun tumbuhan paku yang khusus menghasilkan spora. Daun tumbuhan paku yang disebut sporofil. Sedangkan daun tumbuhan paku yang tidak dapat menghasilkan spora disebut tropofil.

Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dengan dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit.

Fase pembentukan spora dalam daur hidup tumbuhan paku disebut generasi sporofit dan fase pembentukan gamet disebut generasi gametofit. Pada tumbuhan paku terdapat kotak spora yang disebut sporangium. Fungsi dari sporangium adalah untuk menghasilkan spora. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut sorus, yang dilindungi oleh suatu selaput indusium.

Berdasarkan jenis sporanya, tumbuhan paku dibedakan menjadi tumbuhan paku homospora, heterospora, dan peralihan homospora – heterospora.

Tumbuhan paku homospora menghasilkan spora dengan ukuran sama yang tidak dapat dibedakan antara spora jantan dan betina, misalnya Lycopodium sp. (paku kawat).

Tumbuhan paku heterospora menghasilkan spora berbeda ukuran. Spora jantan berukuran kecil disebut mikrospora dan spora betina besar disebut makrospora. Contoh tumbuhan paku dengan heterospora adalah Selaginella sp . (paku rane), Marsilea sp. (semanggi).

Tumbuhan paku peralihan menghasilkan spora jantan dan betina yang sama ukurannya, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

Baca lebih lanjut mengenai daur hidup tumbuhan paku

Tumbuhan Berbiji

Semua tumbuhan berbiji merupakan heterospora yang berarti memiliki dua jenis sporangia berbeda. Dua spora tersebut adalah megasporangia dan mikrosporangia. Megasporangia menghasilkan megaspora yang akan menjadi gametofit betina. Mikrosporangia menghasilkan mikrospora yang akan menjadi gametofit jantan.

Megaspora terbentuk dalam megasporangium yang dilindungi oleh integumen, yang secara keseluruhan struktur tersebut disebut ovulum atau bakal biji. Perkembangan megaspora inilah yang akan membentuk sel telur (ovum), jika ovum dibuahi oleh sel sperma maka akan tumbuh menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi embrio sporofit. Keseluruhan bakal biji akhirnya berkembang membentuk biji.

Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, tumbuhan berbiji digolongkan menjadi dua golongan yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

Tumbuhan Berbiji Terbuka dan Tertutup

Baca Juga: Klasifikasi Protista

Tumbuhan Berbiji TerbukaGymnospermae: meliputi divisi Coniferophyta (konifer), Cycadophyta (Sikas), Ginkgophyta (ginkgo), dan Gnetophyta (melinjo).

  1. Coniferophyta (konifer): Pinus, Cupressus, Araucaria, Agathis, Sequoia, Juniperus, Taxus.
  2. Cycadophyta (Sikas): Cycas rumphii (pakis haji)
  3. Ginkgophyta (Ginko): Ginkgo biloba (Ginko)
  4. Gnetophyta: Gnetum gnemon (melinjo),

Tumbuhan Berbiji TertutupAngiospermae: meliputi divisi Monocotyledonae (monokotil) dan Dicotyledonae (dikotil).

  1. Monocotyledonae (Monokotil): berkeping biji tunggal, batang bagian atas tidak bercabang, pada umumnya berdaun tunggal ( kecuali pada golongan palma/kelapa, palem) dengan tulang daun melengkung atau sejajar. Jaringan xilem dan floem pada batang dan akar tersusun tersebar dan tidak berkambium. Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 3, bentuk tidak beraturan dan berwarna tidak menyolok.
  2. Dicotyledonae (Dikotil): memiliki 2 kotiledon (berkeping biji dua), daun dengan pertulangan menjari atau menyirip, Batangnya berkambium, pembuluh xilem dan floem tersusun melingkar (konsentris), akar berupa akar tunggang ujung akar lembaga tidak dilindungi selaput pelindung, jumlah bagian-bagian bunga berkelipatan 4 atau 5.

Demikian tadi materi terkait kingdom plantae (kingdom tumbuhan) yang meliputi lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup