7 Jenis Bioma di Dunia

By | June 27, 2019

7 jenis bioma di dunia meliputi berbagai jenis ekosistem darat yang ada di dunia. Ekosistem darat atau dikenal juga ekosistem terestrial, merupakan wilayah atau lingkungan fisiknya berupa daratan. Pengelompokan ekosistem darat didasarkan atas tipe struktur vegetasi yang dominan hidup atau dinamakan bioma.

Jenis bioma terdiri atas bioma gurun, bioma padang rumput (stepa), bioma sabana, bioma hutan hujan tropis, hutan gugur, bioma tundra, dan bioma taiga. Bahasan terkait masing – masing bioma yang meliputi bioma gurun, bioma stepa, bioma sabana, bioma hutan hujan tropis, bioma hutan gugur, bioma tundra, dan bioma taiga akan diulas lebih lanjut pada ulasan di bawah.

7 Jenis Bioma di Dunia

Bioma Gurun

Jenis bioma pertama yang akan dibahas adalah bioma gurun. Gurun merupakan daerah kering yang curah hujannya hanya 20 cm per tahun. Bioma yang terletak di belahan bumi sekitar 20° – 30° lintang utara dan lintang selatan atau di daerah tropika yang berbatasan dengan bioma padang rumput.

Ciri-ciri bioma gurun antara lain sebagai berikut:

  1. Curah hujan rendah
  2. Pancaran matahari sangat terik
  3. Penguapan tinggi
  4. Suhu siang hari dapat mencapai 40°C pada musim panas
  5. Perbedaan suhu siang dan malam hari sangat besar
  6. Tanah pasir sangat tandus karena tidak dapat menampung air
  7. Kelembaban udara yang sangat rendah
  8. Vegetasi dominan: kaktus, sukulen, dan berbagai belukar akasia yang berduri
  9. Hewan yang menghuni daerah gurun: serangga, hewan pengerat, ulat, hewan nokturnal, dan kadal

Contoh bioma gurun adalah Gurun Sahara di Afrika, Gurun Gobi di Asia, Gurun Anza Borrego di Amerika.

Bioma Stepa

Jenis bioma kedua adalah bioma stepa. Bioma Stepa adalah hamparan padang rumput yang luas. Biasanya, jenis bioma stepa hanya berada di daerah tropis. Karakteristik dari bioma stepa adalah beriklim sedang dengan curah hujan berkisar antara 25 – 75 per tahun. Vegetasi dominan dari bioma stepa adalah rumput.

Ciri-ciri bioma padang rumput (stepa) antara lain sebagai berikut:

  1. Curah hujan 25 – 50 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur
  2. Vegetasi dominan: rumput.
  3. Hewan penghuni: bison, zebra, kanguru, singa, harimau, anjing liar, ular, rodentia, belalang, elang, burung hantu, luak, dan kelinci

Contoh bioma padang rumput (stepa) antara lain Eropa, Amerika Utara, Rusia, Afrika Selatan, Asia dan Indonesia (Sumbawa).

Baca Juga: Pelestarian In Situ dan Ex Situ

Bioma Sabana

Hampir mirip dengan bioma stepa, bioma sabana juga didominasi oleh vegetasi rumput. Hal yang membedakannya adalah masih terdapat ada kumpulan pepohonan besar pada bioma sabana. Sedangkan pada bioma stepa hanya berupa hamparan rumput.

Sehingga dapat dikatakan bahwa bioma sabana adalah bioma yang dipenuhi semak belukar dan pohon.

Ciri-ciri bioma sabana antara lain sebagai berikut:

  1. Terdapat di daerah khatulistiwa (iklim tropis atau subtropis)
  2. Tergolong daerah panas sepanjang tahun dengan curah hujan 900 – 1.500 mm/tahun atau 90 – 150 cm/tahun
  3. Curah hujan sedang – jarang dan tidak teratur
  4. Porositas (air yang meresap ke tanah) dan drainase (pengarian) cukup baik
  5. Vegetasi dominan: rumput
  6. Hewan yang hidup di dalam bioma sabana: gajah, kuda, dan zarafah

Contoh bioma Sabana dapat ditemukan di sebagian besar permukaan Afrika, India, Australia, dan Amerika Selatan.

Baca Juga: Contoh Pelestarian Ex Situ

Bioma Hutan Hujan Tropis

Jenis bioma berikutnya adalah bioma hutan hujan tropis. Lokasi bioma hutan hujan tropis terdapat di daerah khatulistiwa, termasuk sebagian besar wilayah Indonesia. Temperatur udara bioma hutan hujan tropis cukup tinggi, yaitu sekitar 25°C.

Ciri-ciri hutan hujan tropis antara lain sebagai berikut:

  1. Curah hujan cukup tinggi, yaitu sekitar 200 – 225 cm per tahun.
  2. Suhu rata-rata 25°C
  3. Tumbuhan tumbuh tinggi dan rimbun, membentuk tudung yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan basah.
  4. Tumbuhan khas: liana (rotan) dan epifit (anggrek)
  5. Vegetasi dominan: sangat heterogen (beraneka ragam) seperti jati, meranti, konifer, dan keruing
  6. Hewan penghuni: aneka kera, babi hutan, burung, kucing hutan, bajing dan harimau

Contoh bioma hutan hujan tropisnya adalah hutan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua, dan Brasil.

Baca Juga: Contoh Pelestarian In Situ

Bioma Hutan Gugur

Hutan gugur terletak di 30o – 40o LU dan LS dengan wilayah beriklim sedang. Hutan gugur biasanya terdapat di daerah dengan empat musim, yaitu musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur. Salah satu ciri khas dari bioma hutan gugur adalah pada kebiasaan pepohonannya, yang secara periodik akan menggugurkan daunnya. Seperti pada pohon – pohon sakura di Jepang yang berguguran.

Ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut:

  1. Curah hujan sedang yaitu 75 -150 cm per tahun.
  2. Mengalami 4 musim: musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi
  3. Tumbuhannya mempunyai menggugurkan daunnya pada musim gugur.
  4. Pohon yang tumbuh bercirikan lebar, hijau pada musim dingin, rontok pada musim panas, dan memiliki tajuk yang rapat
  5. Memiliki jumlah/jenis tumbuhan yang relatif sedikit
  6. Musim panas terasa hangat dan musim dingin tidak terlalu dingin. 
  7. Vegetasinya adalah pohon Maple, Oak, Beech, dan Elm.
  8. Hewan yang menghuni pada umumnya adalah Rusa, Beruang, Racon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk.

Contoh bioma hutan gugur adalah Kanada, Amerika, Eropa, Asia Tengah, serta Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang.

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup

Bioma Tundra

Bioma tundra dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu tundra Artik dan tundra Alpin. Untuk tundra artik adalah bioma tundra yang berada dekat daerah kutub utara, terdapat di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara. Sedangkan tundra Alpin adalah tundra yang terdapat di dataran tinggi atau puncak gunung.

Ciri-ciri bioma tundra adalah sebagai berikut:

  1. Curah hujan sekitar 10 cm per tahun.
  2. Iklimnya iklim kutub: musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang terus menerus.
  3. Tidak ada pohon yang tinggi.
  4. Tumbuhan semusim biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa pertumbuhan yang pendek.
  5. Hampir di setiap wilayahnya tertutup oleh salju/es.
  6. Usia tumbuh tanaman sangat pendek, berkisar dari 30 – 120 hari atau 1 – 4 bulan.
  7. Vegetasi: Sphagnum, lumut kerak, perdu, rumput alang-alang, dan lumut daun.
  8. Hewan penghuni bioma tundra: Muskox, rusa kutub, kelinci, serigala, rusa dan domba.

Bioma Taiga

Bioma Taiga memiliki karakteristik beriklim musim dingin yang panjang. Lokasi bioma taiga berada di wilayah utara hutan gugur subtropis dan pegunungan tropis. Vegetasi yang dominan pada bioma taiga adalah tumbuhan pinus, sehingga biasa juga disebut sebagai hutan konifer (pinus). Tumbuhan konifer mampu membuat hutan selalu berwarna hijau sehingga sering disebut sebagai tumbuhan evergreen.

Ciri-ciri bioma taiga adalah sebagai berikut:

  1. Curah hujan sekitar 35 cm per tahun.
  2. Bioma yang biasanya hanya terdiri dari satu spesies pohon, yaitu konifer (pinus).
  3. Masa pertumbuhan flora pada musim panas antara 3 sampai 6 bulan.
  4. Suhu di musim dingin sangat rendah.
  5. Mengalami musim dingin yang panjang dan musim kemarau yang panas sangat singkat (1 – 3 bulan).
  6. Selama musim dingin, air tanah akan berubah menjadi es yang mencapai 2 meter di bawah permukaan tanah. 
  7. Vegetasinya: Sprice (Picca), Alder (Alaus), Birch (Berula) dan Junipce (Juniperus).
  8. Hewan penghuni bioma taiga: moose, beruang hitam, serigala dan morten.

Contoh bioma taiga terdapat di Amerika Utara dan dataran tinggi di berbagai wilayah.

Demikian ulasan materi terkait 7 jenis bioma di dunia yang meliputi bioma gurun, bioma stepa, bioma sabana, bioma hutan hujan tropis, bioma hutan gugur, bioma tundra, dan bioma taiga. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: 4 Jenis Simbiosis – Mutualisme, Parasitisme, Komensalisme, Amensalisme