Pemekatan/Pengenceran Larutan pada Pencampuran 2 Larutan

By | October 25, 2021

Pencampuran larutan dilakukan untuk menambah atau mengurangi kepekatan larutan. Tujuan dari pencampuran larutan digunakan untuk pemekatan atau pengenceran larutan dengan konsentrasi tertetntu. Agar konsentrasi larutan yang dihasilkan pada pencampuran sesuai yang diinginkan maka perlu dicampur dua atau lebih larutan dengan konsentrasi yang tepat.

Larutan yang terlalu pekat dapat dikurangi konsentrasinya dengan cara menambahkan air (mengencerkan). Sedangkan larutan yang terlalu encer dapat menjadi lebih pekat dengan menambah larutan dengan konsentrasi lebih tinggi. Pada proses pencampuran larutan akan mengalami perunahan volume (V) dan konsentrasi. Namun, jumlah mol zat terlarut pada larutan akan selalu sama.

Pencampuran Larutan

Apa rumus yang digunakan pada pengenceran larutan untuk mendapatkan suatu nilai konsentrasi? Bagaimana cara pemekatan atau pengenceran laruran agar memiliki suatu nilai konsentrasi? Sobat idschool dapar mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Tata Nama Senyawa Alkuna

Pemekatan atau Pengenceran Larutan

Proses pencampuran emelibatkan dua atau lebih larutan yang sejenis dengan konsentrasi yang berbeda. Misalnya pada pencampuran larutan asam kuat dengan larutan asam lemah. Hasil dari campuran larutan akan memiliki konsentrasi yang bergantung pada kedua volume dan konsentrasi larutan yang digunakan.

Hubungan antara volume dan konsentrasi pada pencampuran larutan dapat dinyatakan dalam sebuah rumus. Di mana rumus tersebut diperoleh dari teori bahwa jumlah mol larutan antara sebelum dan setelah dicampur adalah sama.

Berikut ini adalah rumus untuk mendapatkan volume atau konsentrasi larutan yang sesuai pada pemekatan atau pengenceran larutan.

Rumus Pengenceran Larutan

Baca Juga: Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda)

Rumus Molaritas Campuran

Pada proses pencampuran dapat melibatkan beberapa larutan yang sejenis. Larutan sejenis yang dicampurkan dapat memiliki konsentrasi yang berbeda. Konsentrasi akhir larutan yang didapat dapat ditentukan melalui sebuah persamaan.

Rumus untuk menentukan molaritas campuran pada larutan sejenis berbeda konsentrasi:

Rumus Molaritas Campuran

Pada penjumlahan deret campuran lebih dari dua dapat dilakukan dengan menambahkan hasil perkalian M × V pada pembilang dan menambahkan V pada penyebut.

Baca Juga: Cara Menentukan Rumus Molekul Senyawa

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjaka soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Pengenceran Larutan

Sebanyak 100 mL larutan urea 2 M akan dibuat menjadi larutan urea 0,25 M. Volume air yang harus ditambahkan sebanya ….
A. 800 mℓ 
B. 700 mℓ
C. 600 mℓ
D. 300 mℓ
E. 100 mℓ

Pembahasan:

Keterangan yang diberikan pada soal meliputi informasi-informasi berikut:

  • Volume urea sebelum pencampuran: v1 = 100 mℓ
  • Molaritas larutan urea sebelum pencampuran: M1 = 2 M
  • Molaritas larutan urea sebelum pencampuran: M2 = 0,25 M

Menghitung volume larutan setelah pencampuran (V2):
M1 × V1 = M2 × V2
2 × 100 = 0,25 × V2
0,25V2 = 200
V2 = 200/0,25
V2 = 800 mℓ

Menghitung volume air yang harus ditambahkan:
= 800 mℓ ‒ 100 mℓ
= 700 mℓ

Jawaban: B

Contoh 2 – Soal Pengenceran Larutan pada Pencampuran Larutan dengan Konsentrasi Berbeda

Larutan HCl 0,1 M sebanyak 100 mℓ diencerkan hingga volume larutan menjadi 1 ℓiter. Konsentrasi HCl setelah campuran adalah ….
A. 0,5 M
B. 0,1 M
C. 0,05 M
D. 0,01 M
E. 0,005 M

Pembahasan:

Berdasarkan keterangan yang diberikan pada soal dapat diperoleh informasi-informasi seperti berikut.

  • Konsentrasi HCl sebelum pencampuran: M1 = 0,1
  • Volume HCl sebelum pencapuran: V1 = 100 mℓ
  • Volume HCl sebelum pencapuran: V2 = 1 ℓiter = 1.000 mℓ

Menghitung konsentrasi HCl setelah campuran:

M1 × V1 = M2 × V2
0,1 × 100 = M2 × 1.000
10 = 1.000M2
M2 = 10/1.000
M2 = 1/100 = 0,01 M

Jadi, konsentrasi HCl setelah campuran adalah 0,01 M.

Jawaban: D

Baca Juga: Cara Menghitung Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul/Senyawa Relatif (Mr)

Contoh 3 – Soal Pencampuran Larutan untuk Pengenceran Larutan

Dalam suatu reaksi digunakan 100 mL larutan H2SO3 0,10 M dengan 100 mL larutan KMnO4 yang didapat dari pengenceran 5 mL larutan KMnO4 2,0 M. Konsentrasi larutan MnO4 hasil pengenceran yang digunakan adalah ….
A. 0,01 M
B. 0,05 M
C. 0,1 M
D. 0,15 M
E. 0,12 M

Pembahasan:

Keterangan yang diberikan pada soal memuat informasi-informasi seperti berikut.

  • Volume KMNO4 sebelum diencerkan: V1 = 5 mL
  • Konsentrasi KMNO4 sebelum diencerkan: M1 = 2 M
  • Volume KMNO4 setelah diencerkan: V2 = 100 mL

Konsentrasi larutan MnO4 hasil pengenceran:
M1 × V1 = M2 × V2
2 × 5 = M2 × 100
10 = 100M2
M2 = 10/100
M2 = 1/10 = 0,1 M

Jadi, konsentrasi larutan MnO4 hasil pengenceran yang digunakan adalah 0,1 M.

Jawaban: C

Contoh 4 – Soal Pencampuran Larutan

Sebanyak 150 mℓ larutan HCl 0,1 M dicampur dengan 250 mℓ larutan HCl 0,5 M. Konsentrasi campuran HCl tersebut adalah ….
A. 0,5 M
B. 0,35 M
C. 0,25 M
D. 0,15 M
E. 0,05 M

Pembahasan:

Keterangan yang diberikan pada soal meliputi informasi-informasi seperti berikut.

  • Konsentrasi HCl 0,1 M: M1 = 0,1 M
  • Volume HCl 0,1 M: V1 = 150 mL
  • Konsentrasi HCl 0,5 M: M2 = 0,5 M
  • Volume HCl 0,5 M: V2 = 250 mL  

Menghitung konsentrasi campuran HCl (MC):

Cara Menghitung Molaritas Campuran

Jadi, konsentrasi campuran HCl tersebut adalah 0,35 M.

Jawaban: B

Demikianlah tadi ulasan pemekatan atau pengenceran larutan pada pencampuran larutan. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Hukum Kekekalan Massa – Lovoiser

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.