Praktikum Kimia – Hubungan Koefisien Reaksi dengan Jumlah Mol Reaktan

By | August 15, 2019

Praktikum Kimia – Hubungan Koefisien Reaksi dengan Jumlah Mol Reaktan akan mengulas percobaan yang menghasilkan kesimpulan hukum avogadro. Sedikit mengulas tentang hukum Avogadro yang berbunyi bahwa pada temperatur dan tekanan yang sama, volume yang sama dari semua gas mengandung jumlah molekul yang sama. Percobaan yang menghasilkan hukum Avogadro untuk pertama kalinya dilakukan oleh Amedeo Avogadro.

Percobaan tersebut dilakukan dan berhasil menjawab pertanyaan yang muncul dari hukum Gay Lussac yang menyatakan bahwa volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Dari hukum Gay Lussac yang dipublikasikan kemudian timbul pertanyaan mengapa pada tekanan dan temperatur yang sama perbandingan volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana? Selanjutnya melalui hukum Avogadro, pertanyaan tersebut terjawab melalui hukum Avogadro seperti yang diberikan pada bunyi hukum Avogadro.

Praktikum Hukum Avogadro

Pembuktian hukum Avogadro dapat dilakukan melalui praktikum hubungan koefisien reaksi dengan jumlah mol reaktan. Bagaimana caranya? Simak proses dan bahasan praktikum pada bahasan berikut.

Baca Juga: Perhitungan Kimia – Konsep Mol

Tujuan, Alat + Bahan, dan Langkah Praktikum Hubungan Koefisien Reaksi dengan Jumlah Mol Reaktan

Tujuan: Mempelajari hubungan koefisien reaksi dengan jumlah mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi.

Alat dan Bahan:

  1. Rak tabung reaksi Tabung reaksi (6)
  2. Silinder ukur 10 mL
  3. Penggaris
  4. Larutan Pb(NO3)2 0,5 M
  5. Larutan NH4Cl 0,5 M
Praktikum Hubungan Koefisien Reaksi dengan Jumlah Mol Reaktan

Cara Kerja:

  1. Siapkan 6 tabung reaksi yang sama besarnya, beri nomor 1 sampai dengan 6, kemudian isilah tabung-tabung itu sesuai dengan daftar berikut.
     

    Fungsi penambahan air di setiap tabung reaksi (kecuali pada tabung nomor 6) dilakukan agar kesetimbangan volume di setiap tabung sama, yaitu 14 ml.

     

    Catatan: Sebelum digunakan untuk mengambil larutan yang berbeda, silinder ukur harus dicuci dahulu, kemudian bagian luarnya dilap hingga kering sedangkan bagian dalamnya dibilas dengan sedikit larutan yang akan diambil.

  2.  
  3. Guncangkan tabung – tabung itu sehingga isinya benar-benar bercampur
  4.  
  5. Diamkan sampai endapan turun sempurna (larutan di atas endapan menjadi jernih)
  6.  
  7. Ukur tinggi endapan pada setiap tabung.
 

Pertanyaan dan Pembahasan Praktikum Hubungan Koefisien Reaksi dengan Jumlah Mol Reaktan

Pada tabung nomor berapa sajakah endapan sama tingginya?

Perhatikan tinggi endapan yang diperoleh pada keenam tabung reaksi berikut.

Hasil Praktikum Koefisien Reaksi dan Jumlah Mol Reaktan

Endapan berwarna putih yang dihasilkan pada bagian produk adalah PbCl atau PbCl2. Hasil produk tersebut merupakan garam yang sukar larut karena memiliki nilai kelarutan yang kecil dan endapan akan terbentuk jika keadaannya telah mencapai setimbang.

Hitung perbandingan mol pereaksi pada tabung itu!

Menghitung Mr NH4Cl:

    \[ Mr \; NH_{4}Cl \; = \; Ar \; N \; + \; 4 \cdot \; Ar \; H \; + \;  Ar \; Cl \]

    \[ = 14 + 4 \cdot 1 + 35,5 \]

    \[ = 14 + 4 + 35,5 \]

    \[ = 53,5 \; gr/mol \]

Menghitung mol (n):

Diketahui:

  • M = 0,5 M
  • V = 8 ml

Sehingga mol NH4Cl adalah

    \[ n = \frac{M \times V}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5 \times 8}{1.000} \]

    \[ n = \frac{4}{1.000} \]

    \[ n = 0,004 \]

   

Menghitung Mr Pb(NO3)2:

    \[ Mr \; Pb(NO_{3})_{2} \; = \; Ar \; Pb \; + \; 2 \cdot \; Ar \; N \; + \; 6 \cdot Ar \; O \]

    \[ = 207 + 2 \cdot 14 + 6 \cdot 16 \]

    \[ = 207 + 28 + 96 \]

    \[ = 331 \; gr/mol \]

Menghitung mol (n):

Diketahui:

  • M = 0,5 M
  • V = 1 ml, 2 ml, 3 ml, 4 ml, 5 ml, 6 ml

Jumlah mol (n) Pb(NO3)2 1 ml adalah

    \[ n = \frac{M \times V}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5 \times 1}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5}{1.000} \]

    \[ n = 0,0005 \]

Jumlah mol (n) Pb(NO3)2 2 ml adalah

    \[ n = \frac{M \times V}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5 \times 2}{1.000} \]

    \[ n = \frac{1}{1.000} \]

    \[ n = 0,001 \]

Jumlah mol (n) Pb(NO3)2 3 ml adalah

    \[ n = \frac{M \times V}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5 \times 3}{1.000} \]

    \[ n = \frac{1,5}{1.000} \]

    \[ n = 0,0015 \]

Jumlah mol (n) Pb(NO3)2 4 ml adalah

    \[ n = \frac{M \times V}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5 \times 4}{1.000} \]

    \[ n = \frac{2}{1.000} \]

    \[ n = 0,002 \]

Jumlah mol (n) Pb(NO3)2 5 ml adalah

    \[ n = \frac{M \times V}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5 \times 5}{1.000} \]

    \[ n = \frac{2,5}{1.000} \]

    \[ n = 0,0025 \]

Jumlah mol (n) Pb(NO3)2 6 ml adalah

    \[ n = \frac{M \times V}{1.000} \]

    \[ n = \frac{0,5 \times 6}{1.000} \]

    \[ n = \frac{3}{1.000} \]

    \[ n = 0,003 \]

Perbandingan mol Pb(NO3)2 dan NH4Cl adalah

Perbandingan Mol Praktikum Koefisien Reaksi dan Jumlah Mol

Mengapa tinggi endapan pada tabung – tabung berikutnya tidak bertambah?

Adanya perbedaan tinggi endapan dalam setiap tabung yang tidak sesuai dengan jumlah rasio volume zat disebabkan kemungkinan karena kurangnya waktu agar endapan yang terbentuk dapat turun pada bagian bawah tabung reaksi. Selain itu dapat juga dikarenakan adanya kesalahan dalam pengukuran tinggi endapan yang terbentuk disebabkan oleh kekurangtelitiannya penggaris dan tabung reaksi yang miring saat dipegang sehingga endapannya pun juga miring pada satu sisi.

Pada tabung reaksi 6, tinggi endapan yang terbentuk 1,1 cm (tertinggi) dimana hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan NH4Cl untuk melarutkan Pb(NO3)2 dan juga tidak adanya penambahan pelarut lain seperti air.

Adanya perbedaan tinggi larutan setelah direaksikan pada setiap tabung meskipun jumlah larutan jika ditambah semuanya akan sama (14 ml) dikarenakan molaritas yang menyebabkan ketidaktepatan dalam pengukuran volume. Volume suatu cairan dapat berubah sesuai temperatur sehingga molaritas larutan juga dapat berubah tanpa menambahkan atau mengurangi zat apapun. Perbedaan volume tersebutlah yang menimbulkan perbedaan tinggi yang beragam pada setiap tabung.

Reaksi setara untuk percobaan ini yaitu:

NH4Cl (aq) + Pb(NO3)(aq) → NH4(NO3)2 + PbCl

Bagaimanakah hubungan koefisien reaksi dengan jumlah mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi?

Tinggi endapan yang didapat dari praktikum ini bervariasi, hal ini dikarenakan rasio volume larutan yang berbeda – beda.

Dari praktikum mengamati hubungan koefisien reaksi dengan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi, dapat disimpulkan bahwa koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi dimana penentuan jumlah mol zat yang bereaksi di dalam suatu reaksi kimia (perbandingan volume reaktan) sangat berpengaruh dalam menentukan jumlah hasil reaksi dan juga terhadap hasil (tinggi) endapan.

Semakin tinggi atau semakin rendah perbandingan, maka semakin tinggi dan semakin rendah pula hasil dari reaksi tersebut (termasuk tinggi endapan). Tinggi endapan yang didapat dari praktikum ini bervariasi, khususnya pada tabung 6 yang memiliki tinggi endapan tertinggi (1,1 cm), dikarenakan rasio volume larutan yang berbeda-beda.

Kesimpulan Praktikum Hubungan Koefisien Reaksi dan Jumlah Mol Reaktan

Kesimpulan dari praktikum hubungan koefisien reaksi dengan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi adalah koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi. Di mana penentuan jumlah mol zat yang bereaksi di dalam suatu reaksi kimia (perbandingan volume reaktan) sangat berpengaruh dalam menentukan jumlah hasil reaksi dan juga terhadap hasil (tinggi) endapan.

Demikianlah tadi ulasan praktikum kimia hubungan koefisien reaksi dengan jumlah mol zat – zat yang terlibat dalam reaksi. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Praktikum Kimia – Hukum Kekekalan Massa