Pengertian Reaksi Eksoterm dan Endoterm (++Ciri2 dan Contoh)

By | November 7, 2021

Reaksi eksoterm dan endoterm adalah dua jenis perubahan kimia dikarenakan adanya perubahan entalpi pada sistem. Entalpi adalah energi yang masuk atau keluar dalam sebuah sistem pada kondisi tekanan tetap. Simbol dari entalpi adalah H dengan satuan Joule. Persamaan entalpi H = U + PV, di mana U adalah energi dalam, P adalah tekanan, dan V adalah volume.

Pengertian dari reaksi kimia sendiri adalah perubahan kimia yang mengalih bentuk satu zat atau lebih menjadi zat baru dan disertai perubahan energi. Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang ditandai dengan terjadinya perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Sedangkan reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang ditandai dengan terjadinya perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan. Pada reaksi endoterm dan eksoterm memiliki perubahan entalpi positif dan negatif.

Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Apa saja reaksi kimia yang termasuk reaksi eksoterm? Apa saja reaksi kimia yang termasuk endoterm? Sobat idschool dapat mencari tahu lebih banyak mengenai reaksi eksoterm dan endoterm melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Penyetaraan Reaksi Kimia

Pengertain Sistem dan Lingkungan pada Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Pada reaksi antara natrium hidroksida (NaOH) dan asam klorida (HCl) yang dicampur dalam sebuah erlenmeyer terdapat sistem dan lingkungan. Campuran larutan NaOH dan HCl merupakan sistem, sedangkan tabung erlenmeyer dan sesuatu selain larutan merupakan lingkungan.

Sistem dapat dipahami sebagai sejumlah zat atau campuran zat yang berada dalam suatu wadah. Bagian luar sistem termasuk wadah/tempat sistem merupakan lingkungan. Sederhananya, sistem adalah segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian dan lingkungan adalah selain sistem.

Sistem dan Lingkungan pada Rekasi Eksoterm dan Endoterm

Antara sistem dan lingkungan dapat terjadi pertukaran kalor/panas. Pertukaran kalor antara sistem dan lingkungan sampai suhu antara keduanya sama.

Pemahaman tentang sistem dan lingkungan dibutuhkan untuk memahami mana reaksi yang termasuk eksoterm atau endoterm. Di mana pada reaksi eksoterm dan endoterm salah satunya dibedakan dari arah pertukaran kalor. Perbedaannya terdapat pada apakah kalor mengalir dari sistem ke lingkungan atau dari lingkungan ke sistem.

Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan penyerapan kalor/panas dari lingkungan ke sistem. Salah satu contoh rekasi endoterm terjadi pada reaksi antara barium oksida dan ammonium klorida. Pada reaksi tersebut terjadi aliran kalor dari lingkungan ke sistem yang dapat dirasakan pada wadah menjadi dingin saat dipegang.

Reaksi endoterm dapat diamati dari kondisi suhu lingkungan yang menjadi lebih dingin (suhu lingkungan turun). Atau dapat dikenali dari diperlukannya energi selama reaksi berlangsung.

Perubahan entalpi pada rekasi endoterm bertanda positif (∆H = +) yang berarti sistem menerima kalor.

Ciri – ciri reaksi endoterm:

  • Disertai penyerapan kalor
  • Pertukaran kalor terjadi dari lingkungan ke sistem
  • Memerlukan energi selama reaksi
  • Entalpi produk (hasil reaksi) lebih besar dari entalpi pereaksi (reaktan)
  • Perubahan entalpi bertanda positif (ΔH > 0)
  • Berlangsung pada suhu tinggi

Contoh-contoh reaksi endoterm:

  • Es batu yang mencair
  • Penguapan air
  • Proses fotosintesis
  • Menggoreng makanan dalam wajan
  • Pembusukan
  • Dekomposisi termal
  • Air keringat menguap ketika berolahraga

Baca Juga: Konsep Mol pada Perhitungan Kimia

Reaksi Eksoterm

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan. Atau reaksi yang ditandai dengan pelepasan energi selama reaksi berlangsung. Misalnya pada reaksi antara NaOH dan HCl yang membuat wadah menjadi panas saat dipegang. Reaksi endoterm dapat diamati dari keadaan suhu lingkungan menjadi lebih panas (suhu lingkungan naik).

Perubahan entalpi pada rekasi eksoterm bertanda negaitif (∆H = –) yang berarti sistem melepas kalor.

Ciri reaksi eksoterm:

  • Disertai pelepasan kalor/panas
  • Melepaskan energi selama reaksi
  • Perpindahan kalor terjadi dari sistem ke lingkungan
  • Entalpi produk (hasil reaksi) lebih kecil dari entalpi pereaksi (reaktan)
  • Perubahan entalpi bertanda negatif (ΔH < 0)

Contoh – contoh reaksi eksoterm:

  • Semua proses pembakaran (kayu, kembang api, bensin, dan lain sebagainya)
  • Kondensasi hujan dari uap air
  • Pembuatan es batu
  • Besi berkarat (korosi)
  • Netralisasi
  • Respirasi

Baca Juga: Cara Menghitung Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Tabel Perbedaan Rekasi Eksoterm dan Endoterm

Pengertian, ciri-ciri, dan contoh reaksi endoterm dan reaksi eksoterm diberikan seperti pada penjelasan di atas. Kesimpulan antara reaksi endoterm dan eksoterm memiliki hubungan yang saling berlawanan. Secara ringkas, perbedaan reaksi endoterm dan eksoterm terdapat pada tabel di bawah.

Tabel Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal dibawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Perhatikan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berikut ini!
(1) Bensin (C8H18) dibakar dalam karburator
(2) fotosintesis pada tanaman
(3) besi berkarat
(4) air keringat menguap ketika berolahraga

Pasangan yang merupakan proses endoterm adalah ….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Pembahasan:

Rekasi endoterm adalah reaksi yang membutuhkan panas yang mengakibatkan menurunnya suhu lingkungan dan suhu sistem naik. Adanya penurunan suhu lingkungan disebabkan adanya aliran kalor lingkungan ke sistem.

  • Pada pembakaran bensin (C8H18) dalam karburator terjadi pelepasan kalor yang ditandai dari lingkungan yang mengalami kenaikan suhu. Kondisi seperti ini dapat terlihat pada keadaan mesin yang menjadi panas. Sehingga, bensin (C8H18) dibakar dalam karburator merupakan reaksi ekosterm.
  • Proses fotosintesis membutuhkan energi matahari. Di mana setiap reaksi yang membutuhkan energi termasuk dalam reaksi endoterm. Jadi, fotosintesis pada tumbuhan membutuhkan energi matahari merupakan reaksi endoterm.
  • Proses besi berkarat (korosi) terjadi karena pengikatan oksigen atau oksidasi yang melepas energi. Reaksi yang melepas energi termasuk dalam reaksi eksoterm. Dengan demikian, besi berkarat adalah reaksi eksoterm.
  • Air keringat menguap ketika berolahraga karena saat berolahraga terjadi pembakaran atau dihasilkan energi. Energi ini kemudian diserap keringat sehingga keringat menguap (endoterm). (air berubah menjadi uap = menyerap panas) Air keringat menguap ketika berolahraga (air berubah menjadi uap = menyerap panas)

Jadi, pasangan yang merupakan proses endoterm adalah (2) dan (4).

Jawaban: D

Contoh 2 – Soal Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Contoh Soal Reaksi Eksoterm dan Endoterm Beserta Pembahasan

Kelompok gambar yang termasuk reaksi eksoterm adalah ….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

Pembahasan:

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor dari dalam sistem ke lingkungan. Kondisi ini terjadi pada sebuah sistem yang mengalami kenaikan suhu. Pada pilihan gambar yang diberikan terdapat dua sistem yang mengalami penurunan suhu dan dua sistem yang mengalami kenaikan suhu.

Pada saat penambahan asam sitrat kedalam air terjadi penurunan suhu dari 26 oC menjadi 15 oC (gambar 3). Dan pada pada saat penambahan es batu kedalam air (gambar 4) terjadi penurunan suhu dari 26 oC menjadi 5 oC. Kedua sistem tersebut tidak mengalami kenaikan suhu sehingga bukan merupakan reaksi eksoterm.

Penambahan Mg pada HCl (gambar 1) membuat sistem mengalami kenaikan suhu dari 25°C menjadi 32°C. Pada gambar 2 terjadi penambahan batu kapur ke dalam air yang membuat sistem mengalami kenaikan suhu dari 26°C menjadi 30oC. Sehingga kedua reaksi ini termasuk dalam reaksi endoterm.

Jadi, kelompok gambar yang termasuk reaksi eksoterm adalah gambar 1 dan 2.

Jawaban: E

Demikianlah tadi ulasan reaksi endoterm dan eksoterm yang disertai dengan contoh-contohnya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Kumpulan Rumus Konsentrasi Larutan dan Cara Menghitungnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.