Senyawa Organik dan Anorganik

By | January 23, 2021

Senyawa adalah suatu zat dengan dua unsur atau lebih yang dapat dipecah menjadi menjadi unsur-unsur pembentukan melalui reaksi kimia. Contoh senyawa yang cukup sering ditemui adalah air (H2O), garam dapur (NaCl), gula (C6H12O6), dan lain sebagainya. Berdasarkan atom-atom penyusunnya, senyawa terbagi menjadi dua yaitu senyawa organik dan anorganik. Kedua jenis senyawa memiliki karakteristik atau sifat yang dapat dijadikan sebagai pembeda. Dengan kata lain, perbedaan senyawa organik dan anorganik dapat dilihat dari karakteristik atau sifat yang terdapat pada senyawa.

Pada awalnya, definisi senyawa organik dan anorganik dibedakan berdasarkan sumber asalnya. Senyawa yang berasal dari makhluk hidup dikelompokkan dalam senyawa organik. Senyawa yang berasal dari benda mati dikelompokkan dalam senyawa anorganik. Contohnya adalah gula (C6H12O6) yang berasal dari tebu dan garam (Na Cl) yang berasal dari laut. Tebu adalah benda hidup, sedangkan air laut merupakan benda mati. Kesimpulannya adalah gula merupakan senyawa orgnaik dan garam merupakan senyawa anorganik.

Senyawa Organik dan Anorganik

Namun nyatanya, pengelompokkan senyawa organik dan anorganik hanya melihat dari sumbernya tidaklah tepat. Beberapa senyawa organik merupakan sintesis senyawa organik dari senyawa anorganik. Contohnya adalaj urea (senyawa organik) dengan rumus kimia (NH2)2CO yang berasal dari ammonium sianat (NH₄SCN).

Lalu, bagaimana cara yang benar untuk mengenali senyawa organik dan anorganik? Apa saja zat yang termasuk senyawa organik? Apa saja zat yang termasuk senyawa anorganik? Sobat idschool dapat mencari tahu ulasan lebih banyak melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Tata Nama Senyawa Kimia (Ionik dan Kovalen)

Senyawa Organik

Definisi awal menyebutkan bahwa senyawa organik adalah senyawa yang berasal dari makhluk hidup. Pengertian tersebut kemudian diperbaiki karena adanya beberapa penemuan senyawa organik sintesis yang berasal dari senyawa anorganik. Berdasarkan hasil analisis senyawa-senyawa organik diperoleh kesimpulan bahwa senyawa organik selalu mengandung C (karbon).

Senyawa organik sudah pasti merupakan senyawa karbon, namun tidak semua senyawa yang memiliki karbon (C) merupakan senyawa organik. Contoh senyawa karbon yang bukan merupakan senyawa organik adalah CO2 (karbon dioksia), Na2CO3 (natrium karbonat), dan KCN (kalium sianida). Sehingga, definisi untuk senyawa organik adalah senyawa berbasis karbon yang disebut juga sebagai senyawa hidrokarbon (senyawa yang tersusun dari karbon dan hidrogen) dan turunannya.

Contoh Senyawa Organik dan Anorganik

Pada umumnya, selain karbon dalam senyawa organik juga disertai dengan kandungan hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), sulfur (S), dan halogen (Cl, Br, I, dan F). Atom karbon (C) dan unsur-unsur lain dalam senyawa organik umumnya memiliki ikatan kovalen. Ikatan karbon dalam senyawa organik bersifat unik karena dapat membentuk rantai karbon dengan bentuk linear, bercabang, atau maupun siklis.

Karakteristik senyawa organik:

  • Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis
  • Mudah terbakar
  • Sebagian besar membentuk ikatan kovalen
  • Strukturnya lebih rumit
  • Mempunyai titik lebur dan titik didih rendah
  • Semua senyawa organik mengandung unsur karbon
  • Hanya dapat larut dalam pelarut organik
  • Umumnya bersifat non elektrolit (tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan baik)

Contoh senyawa organik:

  • Metana (gas alam): CH4
  • Urea: CO(NH2)2
  • Asam Asetat (cuka): CH3COOH
  • Aseton (pembersih kuteks): CH3COCH3
  • Iodoform (antiseptik): CHI3
  • Formaldehida (bahan formalin): HCHO
  • Kloroform (bahan pembius): CHCl3
  • Sukrosa (gula tebu): C12H12O11
  • Glukosa: C6H12O6
  • Alkohol: C2H5OH

Kegunaan senyawa organik dalam kehidupan sehari-hari:

  • Pengatur keasaman pada industri makanan → cuka asam
  • Penyedap rasa atau ditambahkan ke dalam masakan → monosodium glutamate
  • Obat penurun rasa sakit kepala dan meringankan nyeri saat demam → paracetamol
  • Memberantas hama pada tumbuhan → pestisida

Baca Juga: Ikatan Kimia (Ion, Kovalen, dan Logam)

Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik didefiniskan sebagai senyawa dari alam yang pada umumnya menyusun meterial atau benda tak hidup. Dengan kata lain, senyawa anorganik dapat dijumpai pada benda tak hidup seperti sumber daya alam mineral.

Sebagian besar seyawa organik tidak tersusun atas atom karbon (C). Namun, ada beberapa senyawa anorganik yang terdapat atom karbon (C) dalam susunannya. Senyawa anorganik yang terdapat karbon biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana. Contoh senyawa anorganik yang mengandung atom karbon (C) dalam susunannya adalah sebagai berikut.

  • Kabon Dioksida (CO₂), Karbon Monoksida (CO), Karbon Disulfida (CS₂)
  • Silikon Karbida (SiC), Kalsium Karbida (CaC₂)
  • Natrium Karbonat (NaHCO₃), Kalium Karbonat (K₂CO₃), batu kapur atau Kalsium Karbonat (CaCO₃), Magnesium Karbonat (MgCO₃)
  • Karbon Tetraklorida (CCl₄)
  • Hidrogen Sianida (HCN)

Setiap senyawa yang tidak masuk dalam karakteristik senyawa organik maka digolongkan ke dalam senyawa anorganik. Senyawa anorganik memiliki titik didih yang realtif tinggi dan merupakan penghantar panas yang baik. Senyawa yang termasuk dalam senyawa anorganik dapat larut dalam air serta dapat bereaksi dengan ion.

Karakteristik senyawa anorganik:

  • Berasal dari sumber daya alam mineral (bukan makhluk hidup)
  • Tidak mudah terbakar
  • Sebagian besar tersusun membentuk ikatan ion
  • Memiliki struktur yang sederhana
  • Memiliki titik lebur dan titik didih tinggi
  • Umumnya tidak memiliki ikatan karbon, hanya beberapa senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon
  • Lebih mudah larut dalam air atau pelarut polar
  • Umumnya bersifat elektrolit (menghantarkan arus listrik)

Contoh-contoh senyawa anorgnik (tanpa atom C):

  • Natrium Klorida (garam dapur): NaCl
  • Air: H2O
  • Asam Sulfat: H2SO4
  • Silika: SiO4
  • Natrium Hipoklorit: NaClO
  • Silikon Dioksida: SiO2
  • Magnesium Hidroksida: Mg(OH)2
  • Natrium Hidroksida (soda api): NaOH

Kegunaan senyawa anorganik dalam kehidupan sehari-hari:

  • Senyawa anorganik yang menjadi molekul utama penyusun matriks kehidupan → air
  • Sebagai air aki untuk mobil atau motor, tidak dapat dikonsumsi dan bersifat merusak makhluk hidup → asam sulfat (H2SO4)
  • Bumbu masakan untuk konsumsi sehari-hari → garam
  • Bahan pada produk kebersihan seperti untuk membersihkan toilet dan lantai → borax

Secara ringkas, perbedaan senyawa organik dan anorganik dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Sekian ulasan materi senyawa organik dan anorganik beserta masing-masing contohnya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Tata Nama Senyawa Alkana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.