Teori Masuknya Agama Islam di Indonesia

By | April 6, 2021

Masuknya agama Islam masuk ke Indonesia pada awalnya dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang tersebut juga turut mengenalkan ajaran agama Islam kepada masyarakat nusantara. Kedatangan para pedagang ini semakin kuat dengan adanya perkampungan yang didominasi oleh orang asing seperti perkampungan Arab. Kondisi ini membuat hubungan yang terjalin antara penduduk lokal dan orang asing menjadi semakin erat karena adanya interaksi sehari-hari. Di samping itu, mereka melakukan perkawinan dengan orang lokal di nusantara sehingga semakin banyak pemeluk agama Islam di nusantara. 

Selain dari para pedagang, kaum ulama juga turut terlibat dalam penyebaran agama Islam di nusantara. Cataran sejarah menerangkan keberadaan Wali Songo di Jawa dan Datu Talu di Sulawesi merupakan pemuka agama yang turut menyebarkan agama Islam di nusantara. Adanya catatan sejarah tersebut menjadi bukti adanya kaum ulama yang ikut berperan dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.

Masuknya Agama Islam di Indonesia

Bagaimana teori awal masuknya agama Islam di Indonesia? Apa saja cara yang dilakukan sehingga masyarakat berpindah keyakinan mengikuti ajaran agama Islam? Sobat idshcool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Masuknya Ajaran Agama Hindu-Budha ke Nusantara

Masa Awal Masuknya Agama Islam di Indonesia

Masuknya ajaran agama Islam di nusantara diperkirakan terjadi pada sekitar abad ke-7 Masehi. Pada saat itu hanya sedikit orang yang menerima dan juga menganut agama Islam. Masyarakat Indonesia pada saat itu masih banyak yang berada dalam pengaruh kerajaan dengan corak Hindu-Buddha.

Lama penyebaran masuknya agama Islam di nusantara berlangsung selama kurang lebih 6 abad. Para pedagang dari Arab, Pesia, dan Gujarat melakukan perdagangan sekaligus mengenalkan ajaran agama Islam. Kegiatan penyebaran agama Islam dilakukan di daerah mana mereka melakukan transaksi perdagangan dan kawasan dekat tepi pantai. Pada akhir abad ke-13 masehi, masyarakat nusantara semakin banyak yang mendapat pengaruh ajarah agama Islam.

Setelah kehancuran kerajaan-kerajaan dengan corak Hindu-Buddha, seperti Sriwijaya dan Majapahit, perkembangan penyebaran agama Islam di nusantara semakin terlihat. Kondisi ini sejalan dengan adanya kerajaan-kerjaan dengan corak Islam yang tumbuh di Indonesia. Beberapa kerajaan dengan corak Islam di nusantara adalah kerajaan Samudera Pasai, Malaka, Demak, dan beberapa kerajaan lainnya.

Berdirinya kerajaan dengan corak Islam tersebut semakin membuat tambah berkembangnya penyebaran agama Islam di nusantara. Penyebaran agama Islam meluas hingga menjangkau masyarakat pesisir dan pelosok/pedalaman.

Baca Juga: Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

Proses Cara Masuknya Ajaran Agama Islam di Nusantara

Proses masuknya ajaran agama Islam di Indonesia berlangsung secara damai dan menyesuaikan dengan adat-istiadat penduduk lokal. Ajaran Islam yang tidak mengenal perbedaan kasta membuat ajaran ini sangat diterima penduduk lokal. Proses masuknya ajaran agama Islam dilakukan melalui berbagai sektor seperti perdagangan, perkawinan, pendidikan, politik, dan kesenian/kebudayaan lokal.

1. Perdagangan

Indonesia yang saat itu dikenal dengan sebutan nusantara memiliki letak yang sangat strategis karena berada di jalur perdagangan pada masa itu. Kondisi ini membuat Indonesia banyak disinggahi para pedagang dunia termasuk pedagang muslim dari Arab, Persia, dan Gujarat.

Banyak dari pedagang muslim yang akhirnya tinggal dan membangun perkampungan muslim di nusantara. Para pedagang juga sengaja mendatangkan para ulama dari negeri asal untuk mengenalkan ajaran agama Islam. Cara inilah yang diduga memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam di nusantara.

2. Perkawinan

Penduduk lokal beranggapan bahwa para pedagang muslim merupakan kalangan yang terpandang dan kaya. Anggapan tersebut membuat banyak penguasa pribumi yang menikahkan anak mereka dengan para pedagang muslim. Secara tidak langsung, perkawinan ini dapat menghasilkan keturunan yang akan memeluk Islam. Cara inilah yang diduga menambah kelancaran penyebaran ajaran islam.

3. Pendidikan

Setelah perkampungan Islam terbentuk, fasilitas pendidikan berupa pondok pesantren didirikan sebagai tempat belajar-mengajar agama Islam. Guru agama dan para ulama merupakan tokoh yang mengajar dan menyebarkan ajaran agama Islam di sana. Para lulusan pesantren yang pulang ke kampung halaman kemudian akan ikur serta menyebarkan ajaran islam di daerah masing-masing.

Adanya pondok pesantren membuat penyebaran Islam di Indonesia semakin mudah.

4. Kesenian dan Kebudayaan Lokal

Nusantara memiliki beberapa kesenian yang bernuansa Hindu-Budha, misalnya adalah kesenian wayang kulit. Sunan Kalijaga (seorang wali/tokoh Islam) menggunakan pementasan wayang untuk berdakwah. Pada saat penyebaran Islam ke Indonesia, Islam tidak menghilangkan Kesenian tersebut, tetapi merubahnya ke Nuansa Islami.

Selain wayang, masyarakat nusantara khususnya rakyat Jawa sangat suka melakukan semedi/bertapa. Cara ini digunakan tokoh Islam mengenalkan sebuah konsep menyendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang dikenal dengan Tasawuf. Tasawuf kemudian dapat diterima dengan baik karena tujuannya sama yaitu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

5. Politik

Pada masa awal masuknya ajaran agama Islam di nusantara, Raja merupakan penguasa yang ditaati oleh rakyatnya. Apabila Raja masuk agama Islam maka akan memberi pengaruh besar bagi rakyatnya untuk mengikuti apa yang dilakukan raja. Sehingga, secara tidak langsung rakyat dari raja yang memeluk Islam akan ikut memeluk agama Islam.

Demikianlah tadi ulasan sejarah masuknya ajaran agama Islam di Indonesia. Ringkasnya, ajaran agama Islam masuk ke nusantara mulanya dibawa oleh para pedagang Arab, Gujarat, dan Persia yang singgah Kepulauan Nusantara. Cara masuk ajaran agama Islam yang secara damai, bukan dengan cara peperangan atau penjajahan, membuat masyarakat lokal dapat menerima ajaran Islam. Selain itu, Islam berkembang di Indonesia secara damai berkat kegigihan para ulama dan wali. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.