Zaman Penjelajahan Samudra

By | April 15, 2021

Zaman penjelajahan samudra dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Bartomeleus Diaz adalah pelopor penjelajah dari bangsa Portugis, dan Christopher Columbus adalah pelopor penjelajah dari bangsa Spanyol. Latar belakang yang mendasari adanya penjelajahan samudra adalah ditutupnya jalur perdagangan dengan Barat (wilayah benua Eropa) oleh Turki Usmani. Penutupan jalur perdagangan tersebut dilakukan Turki setelah berhasil menaklukkan ibu kota Romawi Timur yaitu Konstatinopel. Pada waktu itu, Konstatinopel menjadi pusat perdagangan dunia karena letaknya yang strategis menghubungkan Benua Asia dan Benua Eropa. Adanya penutupan jalur perdagangan tersebut membuat bangsa Eropa kesulitan mendapatkan barang dari Timur yaitu wilayah Asia.

Selain itu, era penjelajahan samudera dilakukan karena beberapa faktor pendorong dan kondisi pendukung yang terjadi pada masa itu. Kebutuhan bangsa Eropa akan rempah-rempah dan berbagai produk dari Asia mendorong bangsa Eropa agar dapat menemukan jalur perdagangan baru. Jalur perdagangan tersebut dicari melalui jalur laut, sehingga dimulailah masa penjelajahan samudra. Setelah melakukan beberapa kali penjelajahan, bangsa Eropa akhirnya dapat menemukan jalur menuju dunia baru sebagai sumber penghasil rempah melalui jalur laut. Selanjutnya, tujuan penjelajahan samudra yang awalnya hanya untuk menemukan sumber rempah-rembah berkembang menjadi beberapa faktor. Faktor dorongan tersebut antara lain adalah keinginan mendapatkan keuntungan secara ekonomi, mengejar kejayaan politik, dan menyebarkan agama.

Zaman Penjelajahan Samudra
sumber gambar: Bartholomeus Diaz

Bagaimana cerita dari latar belakang dimulainya masa penjelajahan samudra? Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendorong penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa? Apa yang dimaksud dunia baru pada masa zaman penjelajahan samudra? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Jalur Sutra – Jalur Perdangan yang Menghubungkan Antara Benua Asia dan Eropa

Faktor Pendorong dan Latar Belakang Dimulainya Penjelajahan Samudra

Jatuhnya Kota Konstantinopel pada tahun 1453 oleh Turki Usmani membuat aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. Penguasa Turki pada waktu itu menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Kondisi tersebut membuat bangsa Eropa menghadapi kendala krisis perdagangan rempah-rempah yang sumbernya berasal dari Asia. Kondisi yang dialami bangsa Eropa tersebut mendorong bermulanya penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa untuk mencari sumber penghasil rempah-rempah. Selanjutnya, tujuan dari penjelajahan samudra tersebut berkembang setelah bangsa Eropa berhasil menemukan sumber penghasil rempah.

Penjelajahan samudra juga dilakukan karena beberapa faktor pendukung dimungkinkannya perjalanan melalui laut. Latar belakang yang menjadi faktor pendorong dimulainya masa penjelajahan samudra mencakup berbagai sektor meliputi ekonomi, politik, agama, dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Latar Belakang Adanya Zaman Penjelajahan Samudra

Baca Juga: Sejarah Lahirnya Pancasila

1. Perkembangan/Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknolongi

Perkembangan teknologi pelayaran memungkinkan pelayaran dan perdagangan yang lebih luas karena dapat menyeberangi Samudra Atlantik. Salah satu teknologi yang mendukung adalah sebuah kapal dengan betuk kecil namum gesit yang disebut kapal karavel. Penemuan kapal tersebut memungkinkan penjelajah samudra dapat melakukan pelayaran dengan laju yang cukup cepat.

Selain di bidang maritim, perkembangan ilmu pengetahun yang mendukung adalah penemuan rasi salib selatan. Rasi bintang Salib Selatan ini dikenal juga sebagai rasi bintang Crux yang berguna sebagai penunjuk arah selatan. Faktor pendorong lainnya adalah ilmu pengetahuan yang mampu menghasilkan peta dan faktor pendukung lain seperti penemuan kompas, teropong, dan mesiu (bahan peledak).

2. Catatan Perjalanan Marco Polo

Marco Polo berasal dari keluarga pedagang yang memiliki hubungan dagang dengan dunia  Timur. Pada masa itu, bangsa Eropa belum mengenal kebudayaan di wilayah Asia Timur dengan baik. Beberapa bangsa Eropa mungkin telah mengetahui negeri China dengan informasi yang sangat terbatas. Sekitar tahun 1271, Marco Polo bersama ayah dan pamannya melakukan perjalanan menuju China karena ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia timur. Setelah perjalanan yang sangat panjang, Marco Polo dan keluarganya berhasil mencapai China. Sesampainya di China, rombongan Marco Polo disambut penguasa dataran pada waktu itu yaitu Kubilai Khan.

Marco Polo mencatat hal-hal menarik selama melakukan perjalanan ke dunia timur dalam Book of various experiences yang mengisahkan tentang keajaiban dunia atau Imago Mundi. Keindahan dunia timur dan kenyataan bahwa wilayah Asia memiliki alam yang menakjubkan, subur, kaya dan indah diterangkan dalam buku Imago Mundi ini.

Marco Polo mempublikasikan rincian dan rute perjalanan yang dapat dilalui untuk mencapai Asia. Buku berjudul The Travels of Marco Polo (Il Milione) menceritakan perjalanan paling terkenal dan berpengaruh sepanjang sejarah yang dilakukan oleh Marco Polo. The Travels of Marco Polo yang dibuat pada abad ke-13 diceritakan melalui empat buku yang memberikan berbagai keteranan tentang wilayah timur.

  • Pertama, buku tentang perjalanannya di Asia tengah yang akhirnya membuat mencapai China atau Republik Tiongkok.
  • Kedua, buku tentang Republik Tiongkok dan wilayah sekitar Mongolia yang pada waktu itu berada dibawah kepemimpinan Kublai Khan (The Court of Kublai Khan)
  • Ketiga, buku mengenai semenanjung di kawasan Jepang, India, Srilanka, Asia tenggara, dan Pantai Timur Afrika. Selain itu, teknologi mereka, mencatat kota dan kebudayaan di sekitar kawasan tersebut.
  • Keempat, buku yang menceritakan tentang perang Mongol melawan berbagai bangsa dari utara, salah satunya adalah Rusia.

Adanya catatan perjalanan tersebut menginspirasi banyak penjelajah samudra untuk menemukan dunia baru.

3. Teori Bumi Bulat

Copernicus mengembangkan model astronomi teori heliosentris yang menyatakan Matahari sebagai pusat tata surya, sedangkan bumi dan planet lain berputar mengelilinginya. Teori heliosentris ini mendapat dukungan dari Galileo yang juga menyatakan bahwa bumi itu bulat seperti bola, matahari merupakan pusat dari seluruh benda-benda antariksa.

Penjelajah samudra tertarik untuk membuktikan teori tersebut. Para penjelajah beranggapan bahwa jika bentuk bumi bulat maka penjelajahan tanpa berputar balik akan membawa kembali ke titik awal keberangkatan.

4. Semangat 3G (Gold, Glory, dan Gospel) Menjadi Semboyan Bangsa Eropa di Zaman Penjelajahan Samudra

Penjelajahan samudra yang awalnya bertujuan untuk menemukan rute baru menuju sumber penghasil rembah berubah menjadi penjajahan kepada bangsa timur. Ketidakpuasan hanya dengan mengatahui letak sumber penghasil rempah menimbulkan ketamakan bangsa barat sehingga memiliki ambisi untuk menguasai daerah timur.

Selanjutnya, penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa Eropa memiliki semboyan 3G yaitu Gold, Glory, dan Gospel. Semboyan dari penjelajahan samudra tersebut pada hakekatnya merupakan praktek imperialisme kuno. Penjelasan dari ketiga semboyan tersebut diuraikan seperti di bawah.

  • Gold: keinginan untuk menambah kekayaan dengan menguasai rempah-rempah, emas, perak, dan bahan tambang yang berujung pada penjajahan terhadap bangsa penghasil rempah tersebut.
  • Glory: berhubungan dengan kejayaan yang ditunjukkan melalui banyaknya wilayah kekuasaan yang berhasil diperoleh
  • Gospel: tujuan yang berkaitan dengan misi suci dalam menyebarkan agama Nasrani. Tujuan Gospel sejalan dengan semangat Reconguesta yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib.

Baca Juga: Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Dunia Baru yang Dimaksud pada Zaman Penjelajahan Samudra

Sebelumnya, bangsa Eropa belum banyak yang melakukan pelayaran dan mengetahui banyak tentang dunia timur. Kondisi tersebut terjadi sampai pertengahan abad ke-15, setelahnya banyak penjelajahan samudra dilakukan dengan berbagai dorongan seperti disebutkan bahasan di atas.

Penemuan dunia baru pada penjelajahan bangsa Eropa tertuju pada dunia timur. Di mana, dunia timur disebutkan dalam catatan perjalanan Marco Polo yang dilakukan sekitar tahun 1271. Catatan perjalanan tersebut kemudian menjadi pedoman bagi penjelajah samudra yang dimulai pada abad ke-15, tepatnya setelah dikuasainya Konstatinopel di bawah Turki pada tahun 1453.

Kawasan wilayah dunia timur ini diyakini sebagai penghasil rempah-rempah yang saat itu sangat diperlukan oleh bangsa Eropa. Bangsa Eropa menggunakan rempah-rempah sebagai bumbu masak dan bahan minuman yang bisa menghangatkan badan. Kebutuhan ini semakin meningkat pada musim dingin. Rempah-rempah yang dicari oleh Bangsa Eropa saat itu di antaranya adalah cengkih, lada dan pala.

Baca Juga: Tokoh-Tokoh Penjelajah Samudra dari Bangsa Eropa

Perkembangan Zaman Penjelajahan Samudra Oleh Bangsa Eropa

Pelayaran pertama difokuskan ke pantai Barat Afrika, Maroko, karena adanya info banyak pedagang Arab menjual emas dan barang dari Asia. Bangsa Portugis selanjutnya dapat menguasai sebuah pelubuhan yang bernama Ceuta, Afrika Utara. Dari sana diperoleh informasi tentang daerah penghasil rempah, yaitu India dan nusantara.

Proses Awal Pencarian Wilayah Penghasil Rempah-Rempah

Zaman penjelajahan dimulai pada pertengahan abad ke-15 yang diawali oleh bangsa Portugis yang pada waktu itu berada di bawah kepemimpinan Pangeran Dom Henrique. Bangsa Portugis pertama kali melakukan penjelajahan di bawah pimpinan Bartholomeus Diaz yang dilakukan pada tahun 1486. Sayangnya, romobongan pelayaran ini terkena badai sehingga terpaksa kembali sebelum berhasil sampai India. Hasil dari pelayaran yang dipimpin Bartholomes Diaz adalah ditemukannya sebuah kawasan yang dinamakan Tanjung Harapan.

Setelah keberhasilan pertama bangsa Portugis menemukan Tanjung Harapan, Spanyol kemudian juga melakukan penjelajahan. Pelopor penjelajahan samudra dari Spanyol adalah Christopher Columbus yang melakukan penjelajahan pada tahun 1492. Penjelajahan yang dilakukan Christopher Columbus berhasil menemukan sebuah daratan yang awalnya diduga sebagai India. Namun, dugaan tersebut salah karena daratan tersebut bukan India. Penduduk daratan tersebut adalah orang berkulit merah yang dinamakan sebagai penduduk Indian. Selanjutnya, nama daratan yang ditemukan Christopher Columbus dikenal dengan nama benua Amerika.

Pada tahun 1494 terjadi perselisihan daerah kekuasaan penemuan daerah baru yang melibatkan Spanyol dan Portugis. Perselisihan antara kedua negara tersebut kemudian didamaikan oleh Paus VI melalui perjanjian Tordesilas. Dalam perjanjian tersebut membahas tentang garis demarkasi yang membagi dunia di luar Eropa menjadi duopoli eksklusif antara Spanyol dan Portugis. Wilayah kekuasaan Spanyol berada di bagian Barat garis, sedangkan daerah kekuasaan Portugis mendapat wilayah kekuasaan di bagian Timur.

Penemuan Wilayah Penghasil Rempah-Rempah

Penjelajahan samudra yang dilakukan Protugis berikutnya dipimpin oleh Vasco da Gama. Pada penjelajahan ini, rombongan Vasco da Gama berhasil samapi di Calicut, India pada tahun 1948. Portugis akhirnya berhasil menemukan salah satu wilayah yang menjadi penghasil rempah-rempah. Namun, bangsa Protugis belum puas dengan pencapaiannya dan ingin melanjutkan penjelajahan untuk menemukan sumber penghasil rempah-rempah lainnya. Selanjutnya, Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511 dengan maksud ingin menguasai perdagangan rempah-rempah di Nusantara di bawah komando Alfonso de Albuquerque.

Setelah menguasai Malaka, Portugis mengirimkan kapal yang dipimpin oleh Antonio de Abreu dan Francisco Serrao dalam pelayaran ke Maluku pada tahun 1512. Wilayah ini disebut sebagai asal muasal rempah-rempah. Setelah perundingan, Portugis diijinkan untuk berdagang oleh Sultan Ternate dan bekerja sama dengan Kerajaan Ternate.

Setelah perjalanan Tordesillas, Spanyol menunjuk Ferdinand Magellans bersama Juan Sebastian del Cano untuk melanjutkan penjelajahan dengan arah ke Barat. Setelah perjalanan panjang, rombongan penjelajah Spanyol berhasil sampai di Filipina dan terlibat peperangan dengan suku Mactan, Filipina. Dalam peperangan ini, Ferdinand Magellans meninggal karena perang. Ferdinand Magellans dianggap berjasa sehingga dianugerahi sebutan sebagai orang pertama yang mengelilingi dunia. Penjelajahan oleh Spanyol kemudian dilanjutkan Juan Sebastian del Cano yang berhasil menacapai Maluku pada tahun 1521 dan bekerjasama dengan Kerajaan Tidore.

Gambaran rute perjalanan penjelajahan samudra dapat dilihat seperti berikut.

Rute Penjelajahan Samudra Oleh Bangsa Eropa

Demikianlah tadi ulasan zaman penjelajahan samudra yang meliputi latar belakang hingga perkembangan penjelajahan samudra yang dilakukan bansa Eropa. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: [Ringkasan Singkat] Kerajaan Majapahit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.