Rumus Kekuatan Lensa Cembung dan Cekung

Rumus kekuatan lensa cembung dan cekung digunakan untuk menghitung seberapa besar kekuatan memfokuskan cahaya dari sebuah lensa. Simbol kekuatan lensa pada rumus kekuatan lensa cembung dan cekung adalah P (dari kata power). Satuan kekuatan lensa cembung dan lensa cekung dinyatakan dalam dioptri. Nilai kekuatan lensa cembung dan cekung berkaitan dengan kemampuan lensa dalam memfokuskan cahaya.

Kemampuan kekuatan lensa cembung dan lensa cekung digunakan untuk menolong penderita mata rabun. Caranya dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan lensa yang seperti digunakan pada kacamata atau softlens. Penderita mata rabun biasanya tidak bisa melihat benda dengan jelas pada jarak tertentu.

Dengan bantuan kacamata atau softlens, penderita mata rabut dapat melihat benda dengan jelas. Lensa pada kacamata atau softlens yang digunakan memiliki kekuatan lensa berbeda-beda. Di mana kekuatan lensa yang digunakan bergantung pada tingkat rabun yang dialami.

Besar kekuatan lensa yang dibutuhkan seseorang dapat diketahui melalui rumus kekuatan lensa cembung dan cekung. Bagaimana bentuk rumus kekuatan lensa cembung? Bagaimana bentuk rumus lensa cekung? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Proses Pembentukan Bayangan pada Mata

2 Bentuk Kelainan pada Lensa Mata

Salah satu anggota bagian mata yang berperan penting dalam penglihatan adalah lensa mata. Lensa mata berguna untuk memfokuskan cahaya agar bayangan benda yang dilihat mata dapat jatuh tepat pada retina.

Bayangan benda yang jatuh tepat pada retina akan membuat seseorang dapat melihat suatu benda dengan baik. Jika bayangan yang dihasilkan tidak jatuh tepat pada retina mata maka bayangan benda yang terbentuk akan terlihat kabur (tidak jelas).

Seseorang yang memiliki daya akomodasi mata yang baik dapat melihat suatu benda dengan baik tanpa alat bantu apapun. Sedangkan seseorang dengan daya akomodasi lensa mata yang kurang baik membutuhkan alat bantu agar dapat melihat dengan baik.

Cacat mata yang dapat terjadi pada lensa mata dibedakan menjadi dua yaitu miopi (rabun jauh) dan hipermetropi (rabun dekat). Miopi adalah cacat mata yang ditandai dengan ketidakmampuan mata melihat benda jauh. Hipermetropi adalah cacat mata yang ditandai dengan ketidakmampuan mata melihat benda dekat.

Kedua bentuk cacat mata yang dapat dialami seseorang tersebut dapat ditolong menggunakan lensa cembung atau lensa cekung. Kekuatan untuk memfokuskan cahaya yang dimiliki lensa cembung dan cekung berguna untuk membantu aktivitas kerja sehari-sehari.

Baca Juga: Kumpulan Sifat-Sifat Bayangan pada Cermin dan Lensa

Miopi (Rabun Jauh) – Ditolong dengan lensa cekung

Seorang penderita miopi tidak bisa melihat benda pada jarak jauh dengan baik. Dari mata seseorang yang mengalami miopi (rabun jauh), benda dengan jarak jauh akan terlihat kabur. Miopi atau rabun jauh disebabkan kurangnya kemampuan lensa mata untuk menipis sehingga bayangan benda jatuh di depan retina.

kacamata pada penderita rabun jauh atau miopi

Solusi bagi penderita miopi adalah menggunakan kacamata dengan lensa cekung (negatif). Penderita miopi biasanya dialami oleh orang yang biasa melihat dekat seperti pelajar, penjahit, dan lain sebagainya.

Rumus Kekuatan Lensa Cekung

Mata mampu melihat dengan baik jika lensa mata memiliki daya akomodasi yang baik. Daya akomodasi mata adalah kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis sehingga mampu memfokuskan cahaya. Bentuk lensa mata paling tipis terjadi saat mata sedang tidak berakomadasi.

Persamaan berikut merupakan rumus kekuatan lensa cekung.

P = ‒ 100/PR

kukuatan lensa cekung

Keterangan:
P = rumus kekuatan lensa kacamata (D atau dioptri)
PR  = Punctum Remotum atau titik jauh mata (cm)
sn = titik dekat mata normal (biasanya 25 cm)

Baca Juga: Sifat Bayangan pada Lensa Cekung dan Rumus Jarak Bayangan (s’)

Hipermetropi (Rabun Dekat) – Dapat ditolong dengan lensa cembung

Seorang penderita hipermetropi tidak bisa melihat benda pada jarak dekat dengan baik. Dari mata seseorang yang menderita hipermetropi (rabun dekat), benda pada jarak dekat akan terlihat kabur. Hipermetropi atau rabun dekat ditandai dengan kurangnya kemampuan lensa mata untuk menebal sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina.

kacamata pada penderita rabun dekat atau hipermetropi

Solusi bagi penderita hipermetropi adalah menggunakan kacamata dengan lensa cembung (positif). Penderita hipermetropi biasanya dialami oleh orang yang biasa melihat jarak jauh seperti masinis, pilot, nahkoda, dan lain sebagainya.

Rumus Kekuatan Lensa Cembung

Persamaan yang sesuai dengan rumus kekuatan lensa cembung diberikan seperti berikut.

P = 100/sn ‒ 100/PP

kekuatan lensa cembung

Keterangan:
P = rumus kekuatan lensa kacamata (D atau Dioptri)
PP = Punctum Proksimum atau titik dekat mata (cm)
sn = titik dekat mata normal (biasanya 25 cm)
 
Baca Juga: Sifat Bayangan pada Lensa Cekung dan Rumus Jarak Bayangan

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1: Soal Cacat Mata Miopi

Perhatikan gambar pembentukan bayangan pada mata berikut!

Contoh soal cacat mata miopi dan hipermetropi

Jenis cacat mata dan kacamata yang dapat menolong penderita cacat mata seperti gambar di atas adalah ….
A. miopi, cekung
B. miopi, cembung
C. hipermetropi, cekung
D. hipermetropi, cembung

Pembahasan:
Pada gambar yang diberikan terlihat bahwa bayangan pada mata jatuh di depan retina. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa seseorang menderita rabun jauh atau miopi. Penderita miopi dapat ditolong dengan kacamata cekung (negatif).

lensa cekung pada penderita miopi

Jadi, jenis cacat mata dan kacamata yang dapat menolong penderita cacat mata seperti gambar di atas adalah miopi, cekung.

Jawaban: D

Contoh 2: Soal Cacat Mata Hipermetropi

Seseorang dapat membaca dengan jelas pada jarak paling dekat 50 cm. Agar ia dapat membaca dengan jelas pada jarak 30 cm, kekuatan lensa kacamata yang diperlukan adalah ….
A. 1/3 dioptri
B. 2/3 dioptri
C. 3/4 dioptri
D. 11/3 dioptri

Pembahasan:
Orang tersebut tidak dapat melihat dengan jelas pada jarak kurang dari 50 cm. Dia adalah penderita rabun dekat (hipermetropi) sehingga dapat ditolong menggunakan kacamata dengan lensa cembung.

Diketahui:
PP = 50 cm
sn = 30 cm

Tanya:
Kekuatan lensa yang diperlukan: P = ?

Mencari kekuatan lensa cembung yang dibutuhkan:
P = 100/sn ‒ 100/PP
P = 100/30 ‒ 100/50
P = 50/15 ‒ 10/5
P = 50/15 ‒ 30/15
P = 50 ‒ 30/15 
P = 20/15 = 15/15 = 15/15 dioptri

Jadi, kekuatan lensa kacamata yang diperlukan adalah 11/3 dioptri.

Jawaban: D

Contoh 3: Penggunaan Rumus Kekuatan Lensa

Perhatikan gambar di bawah!

Contoh Penggunaan Rumus Kekuatan Lensa

Berdasarkan gambar di atas catat mata jenis lensa dan kekuatan lensa berturut-turut adalah ….
A. miopi, lensa cekung, -0,5 dioptri
B. miopi, lensa cembung , +0,5 dioptri
C. hipermetropi, lensa cekung, -2 dioptri
D. hipermetropi, lensa cembung, + 2 dioptri

Pembahasan:
Berdasarkan keterangan yang diberikan pada soal dapat diperoleh informasi-informasi seperti berikut.

  • Bayangan benda jatuh di depan retina
  • Titik jauh mata: PR = 2 m = 200 cm

Dari gambar sebelum menggunakan lensa dapat dilihat bahwa bayangan benda jatuh di depan retina. Kondisi ini terjadi pada penderita rabun jauh atau yang biasa disebut dengan miopi.

Penderita miopi dapat ditolong dengan lensa cekung. Kekuatan lensa cekung yang dibutuhkan penderita tersebut dapat dihitung melalui cara berikut.

Menghitung kekuatan lensa cekung:
P = ‒ 100/PR
P = ‒ 100/200 = ‒ 1/2 = 0,5 dioptri

Jadi, catat mata jenis lensa dan kekuatan lensa berturut-turut adalah miopi, lensa cekung, -0,5 dioptri.

Jawaban: A

Sekian pembahasan mengenai rumus kekuatan lensa cekung dan cembung dengan contoh penggunaannya. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Sifat-Sifat Cahaya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *