Proses Pembentukan Bayangan pada Mata

By | July 20, 2020

Mata adalah bagian tubuh yang mempunyai fungsi utama sebagai indra penglihat. Proses melihat benda oleh mata dipelajari dalam bidang ilmu optik. Mata dapat melihat dengan baik karena komponen utama penglihatan bekerja dengan baik. Tiga komponen utama indra penglihatan adalah  mata yang mampu memfokuskan bayangan tepat pada retina mata, sistem jutaan saraf yang menyalurkan informasi jauh ke dalam otak, dan bagian otak yang mengatur sistem penglihatan manusia (lobus oksipital). Berkas sinar yang mengenai benda dan masuk ke mata menjadi bagian awal dari proses pembentukan bayangan pada mata. Sebuah benda akan terlihat dengan jelas jika bayangan benda yang dilihat jatuh tepat pada retina mata.

Jika bayangan benda tidak jatuh tepat pada retina mata maka benda akan terlihat kabur. Melalui halaman ini sobat idschool dapat mempelajari bagaimana proses pembentukan bayangan benda pada mata sehingga seseorang mampu melihat suatu benda dengan baik.

Bagian – Bagian Mata Manusia dan Fungsinya

Sebelum ke pembahasan bagaimana proses pembentukan benda pada mata, kenali terlebih dahulu bagian – bagian mata. Setiap bagian mata memiliki peran masing – masing dalam proses pembentukan bayangan suatu benda. Bagian mata yang mengalami kerusakan mengakibatkan proses penglihatan menjadi terganggu. Bahkan, kerusakan mata yang parah dapat mengakibatkan seseorang tidak bisa melihat (mengalami kebutaan). Untuk itu, kita perlu menjaga kesehatan mata agar mata selalu dapat berfungsi dengan baik. Gambar bagian – bagian mata diberikan seperti berikut.

Struktur Mata Manusia

Bagian mata yang berhubungan langsung dengan bagian luar adalah kornea. Di belakang kornea mata terdapat bilik mata depan yaitu sebuah kantung mirip jelly. Selaput putih mata yang terlihat dari luar adalah sklera, yaitu jaringan fibrosa yang menutupi seluruh bola mata kecuali bagian kornea. Bagian mata terdapat iris dan pupil yang saling berhubungan satu sama lain. Iris merupakan membran berbentuk cincin di dalam mata yang mengelilingi lubang di tengahnya yang disebut pupil.

Tepat di belakang iris dan pupil, terdapat jaringan transparan dan lentur yang disebut lensa mata. Pada bagian belakang mata terdapat retina, bintik kuning, bintik buta, dan saraf optik. Saraf optik inilah yang akan membawa impuls ke otak untuk diproses sehingga dapat terlihat suatu benda.  

Secara ringkas, keterangan bagian – bagian mata beserta fungsinya diberikan seperti daftar berikut.

  • Otot mata: mengatur gerakan bola mata.
  • Kornea: menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam.
  • Iris: memberi warna mata dan mengatur besar-kecil pupil.
  • Pupil: mengatur jumlah cahaya yang masuk mata.
  • Aqueous humor: membiaskan cahaya dan menjaga bentuk bola mata.
  • Lensa mata: memfokuskan cahaya agar bayangan jatuh pada bintik kuning.
  • Vitreous humor: menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata.
  • Bintik buta: menangkap dan meneruskan rangsang cahaya ke otak.
  • Saraf mata: meneruskan rangsang cahaya ke otak.
  • Bintik kuning: tempat jatuhnya bayangan.
  • Retina: membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh saraf mata ke otak.
  • Koroid: mengalirkan oksigen dan nutrisi ke retina.
  • Sklera: melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata.

Baca Juga: Sifat Bayangan Benda pada Cermin dan Lensa

Pembentukan Bayangan Benda pada Mata Normal

Pada mata normal, bayangan benda akan jatuh tepat pada retina mata. Impuls datang berupa cahaya yang masuk ke mata melalui kornea. Berkas cahaya kemudian akan diteruskan ke pupil mata yang lebarnya pupil diatur oleh iris (intensitas cahaya diatur oleh iris). Selanjutnya cahaya akan dibiaskan oleh lensa mata sehingga terbentuk bayangan pada retina yang bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.

Bayangan benda pada retina kemudian akan diteruskan ke sel batang dan kerucut dalam bentuk sinyal cahaya melalui saraf optik menuju ke otak. Otak kemudian mengubah kesan bayangan tersebut sehingga kita melihat benda seperti aslinya.

Kemampuan lensa mata untuk menebal dan memipih disebut akomodasi mata. Lensa mata akan menebal jika digunakan untuk melihat benda – benda yang jaraknya dekat. Sebaliknya, lensa mata akan memipih jika digunakan untuk melihat benda – benda yang letaknya jauh. Kemampuan lensa mata memiliki batas tertentu.

Mata normal mampu melihat dengan jelas untuk benda dengan jarak terdekat sama dengan 25 cm. Titik ini (jarak terdekat) disebut Punctum Proximum (PP). Sedangkan jarak terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata normal adalah tak terhingga. Titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata disebut Punctum Remotum (PR).

Baca Juga: Sifat Bayangan pada Cermin Datar

Pembentukan Bayangan pada Cacat Mata

Bagian sebelumnya disebutkan bahwa mata normal memiliki jarak terdekat 25 cm dan jarak terjauh sampai dengan tak terhingga. Seseorang bisa memiliki batas penglihatan seseorang di luar batas penglihatan mata normal (mengalami cacat mata). Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa hal seperti berkurangnya daya akomodasi mata dan kelainan bentuk bola mata.

Pada penderita cacat mata, bayangan benda tidak tepat jatuh pada retina sehingga terlihat kabur. Seseorang dengan pandangan kabur dapat melihat dengan jelas melalui bantuan lensa.Penggunaan lensa ini memiliki tujuan agar bayangan benda pada penderita cacat mata dapat terbentuk sesuai pada mata normal.

Penglihatan Normal dan Penglihatan dengan Gangguan

Jenis lensa yang digunakan perlu disesuaikan dengan gangguan penglihatan yang dialami. Bagaimanakah pembentukan bayangan pada penderita cacat mata? Cari tahu melalui ulasan di bawah.

Bayangan pada Penderita Miopi (Rabun Jauh)

Penderita rabun jauh atau miopi tidak dapat melihat benda yang letaknya terlalu jauh secara jelas. Hal ini dikarenakan bayangan benda pada penderita rabun jauh jatuh di depan retina. Penyebabnya adalah lensa mata pada penderita miopi terlalu cembung sehingga tidak dapat memfokuskan bayangan benda secara tepat.

Agar penderita rabun jauh dapat melihat dengan normal dapat menggunakan kacamata dengan lensa cekung atau negatif.

Baca Juga: Lensa Cekung (Materi, Rumus, dan Contoh Soal)

Bayangan pada Penderita Hipermetropi (Rabun Dekat)

Apa yang dirasakan penderita rabun dekat berkebalikan dengan rabun jauh. Penderita rabun dekat atau hipermetropi tidak dapat melihat benda yang letaknya terlalu dekat secara jelas. Kondisi ini dikarenakan bayangan benda pada penderita rabun dekat jatuh di belakang retina. Penyebab rabun dekat adalah lensa mata yang terlalu memipih sehingga tidak dapat memfokuskan bayangan benda secara tepat.

Penderita rabun dekat dapat melihat dengan normal dengan bantuan kacamata lensa cembung atau positif.

Proses Pembentukan Bayangan pada Penderita Rabun Dekat (Hipermetropi)

Baca Juga: Lensa Cembung (Materi, Rumus, dan Contoh Soal)

Penglihatan yang kurang baik tidak hanya disebabkan seperti pada dua cacat mata seperti yang sudah disebutkan di atas. Contoh cacat mata lainnya adalah presbiopi (cacat mata tua), dan astigmatism. Penderita presbiopi dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa rangkap (lensa cembung dan cekung). Sedangkan penderita astigmatism dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa silinder.

Beberapa penderita cacat mata dapat dibantu penglihatannya menggunakan lensa. Namun ada juga cacat mata yang tidak bisa dibantu dengan lensa, misalnya pada penderita glaukoma. Kerusakan mata pada penderita glaukoma terjadi pada saraf mata. Sehingga, penglihatan yang terganggu karena glaukoma tidak bisa ditolong dengan lensa.

Baca Juga: Rumus untuk Menentukan Besar Kekuatan Lensa Cembung (+) dan Cekung (–)

Contoh Soal dan Pembahsan

Beberapa contoh soal berikut dapat membantu sobat idschool dalam mengukur pemahaman materi. Setiap contoh soal yang diberikan disertai dengan pembahasan agar dapat memberi tambahan pemahaman. Simak contoh soal dan pembahasan terkait materi pembentukan bayangan pada mata berikut.

Contoh 1 – Soal pembentukan bayangan pada penderita miopi

Perhatikan gambar skema pembentukan bayangan berikut!

Soal Pembentukan Bayangan pada Penderita Miopi

Berdasarkan gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa penglihatan orang tersebut ….
A. normal, tidak perlu ditolong dengan lensa
B. rabun jauh, perlu ditolong lensa cekung
C. rabun dekat, perlu memakai lensa cekung
D. astigmatisma, perlu lensa silindris

Pembahasan:

Berdasarkan gambar pada soal diketahui bahwa bayangan benda jatuh di depan retina. Kondisi ini dialami oleh seseorang penderita rabun jauh (miopi). Agar dapat melihat benda dengan normal, penderita miopi perlu ditolon lensa negatif atau lensa cekung.

Jadi, berdasarkan gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa penglihatan orang tersebut rabun jauh, perlu ditolong lensa cekung.

Jawaban: B

Contoh 2 – Soal pembentukan bayangan pada penderita hipermetropi

Contoh Soal Proses Pembentukan Bayangan pada Mata

Pembahasan:

Bayangan benda yang terlihat pada gambar I berada di belakang retina. Setelah memakai kacamata (gambar II), bayangan benda tepat jatuh pada retina. Bayangan benda yang jatuh di belakang retina dialami oleh penderita rabun dekat/hipermetropi. Penyebabnya adalah titik dekat mata bergeser menjauhi mata.

Jawaban: A

Demikianlah tadi ulasan materi pembentukan bayangan pada mata manusia. Hasil dari bayangan benda yang terbentuk pada retina adalah nyata, terbalik, dan diperkecil. Bayangan pada retina tersebut kemudian diteruskan ke otak sehingga seseorang dapat melihat benda sesuai aslinya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Cermin Cekung dan Cermin Cembung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.